Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 69


__ADS_3

Pengasuh datang menjemput Raya dan Stevan untuk di berikan makan.


"Tolong bawa mereka dan kasih makan Yah sus, aku mau bantuin kak Darel makan dulu!" ucap Tasya.


"Raya mau Makan sama mamah di sini aja." ucap Raya.


"Humm kalau begitu bawa saja makanan mereka ke kamar sus." ucap Darel.


"Tapi kak!" ucap Tasya.


"Biar saja! Mereka juga ingin Makan lahap dan memilih Makan di sini dengan kamu!" ucap Darel.


Akhirnya mereka pun Makan di kamar semua, Tasya yang benar-benar harus mengalah dengan semua tingkah anak-anak dan suami nya.


Setelah selesai Makan Tasya meminta pengasuh memandikan anak-anak nya, sementara dirinya membantu Darel ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya.


"Aku sudah menyiapkan ini semua! aku minta tolong pada Ibu untuk mencari kan ini, mungkin dengan ini sedikit tidak sakit!" ucap Tasya menunjukkan pisau cukur dan juga Sabun khusus untuk mencukur.


Darel mengangguk.


"Ya sudah lakukan saja!" ucap Darel. Tasya mengoleskan sabun terlebih dahulu. Dia sangat canggung karena Darel menatap nya dan mereka berada di kamar mandi bersama.


Tiba-tiba Tasya menjauh dari Darel ketika Darel memegang pinggang Tasya karena dia mulai tidak kuat untuk berdiri.


Darel menatap bingung.


"Maaf kak, aku terkejut!" ucap Laura mendekati Darel berusaha untuk menghilangkan rasa canggung nya.


Darel memegang pinggang nya yang sakit. Tasya meminta Darel duduk di kloset duduk. Karena hanya itu yang bisa di duduki di kamar mandi itu.


Dia mulai membersihkan Wajah Darel. Setelah selesai mencukur nya Tasya membersihkan nya dan seketika dia tersenyum.


"Sudah bersih." ucap Tasya. Darel melihat pantulan Wajah nya di Cermin.


Dia menyentuh wajah nya yang sudah bersih.


"Makasih yah." ucap Darel. Tasya mengangguk.


"Humm kalau begitu kakak mandi sekarang yah, aku akan membantu nya." ucap Tasya. Darel mengangguk.


Dia membuka Baju nya.


"Eee kakak mau ngapain?" tanya Tasya saat Darel mau membuka celana nya.


"Mau buka celana! kakak tidak mungkin mandi mengunakan celana panjang seperti ini." ucap Darel. Dia membuka dan ternyata dia memakai boxer di dalam.

__ADS_1


Tasya mulai membasahi tubuh suaminya itu. Badan yang sangat bagus, kulit putih, otot yang kencang serta badan yang tegak membuat siapapun yang melihatnya tertarik.


Namun berbeda dengan Tasya yang sangat malu sehingga menggosok badan Darel dia sedikit canggung.


Darel yang melihat Tasya dari pantulan cermin membuat nya senyum-senyum sendiri.


"Aku mimpi apa sih sekarang memandikan kakak ipar ku sendiri." batin Tasya.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai. Sebelum memasang baju Tasya mengoleskan salep ke dada Darel.


"Sssstt! sakit." ucap Darel memegang tangan Tasya sangat Erat.


Tasya merasa kesakitan dia tidak mengatakan apapun dia meniup dada Darel, perlahan Darel melepaskan tangan nya.


Tasya Terus meniup nya. Tidak sengaja mamah Darel masuk Tampa mengetuk pintu bersama Raya.


Bu Tima melihat Tasya Dari belakang badan Darel.


"Mamah!" ucap Tasya. Tasya melihat ke arah pintu. seketika dia menjauh dari Darel. Mamah Tima langsung senyum-senyum sendiri.


"Humm Mamah mau bilang Tante kamu mau pulang, turun lah segera. kami Akan keluar." ucap Bu Tima. Tasya dan Darel mengangguk.


Tasya mencari kan baju untuk Darel setelah selesai dia mau mandi dulu.


"Kakak turun lah ke bawah, aku Akan mandi dulu." ucap Tasya.


"Makasih yah!" ucap Darel.


Tasya menepuk-nepuk badan Darel dari belakang.


"Aku bau keringat, kakak sudah bersih lepas kan Aku. Kalau mau mengucapkan terimakasih kasih aku uang Saja." ucap Tasya.


Darel menatap Tasya.


"Bukan nya kartu kredit yang aku berikan Belum kamu pakai?" tanya Darel.


"Aku tidak mau memakai itu, aku mau uang kes saja!" ucap Tasya.


Darel mengambil dompet nya dan memberi nya pada Tasya.


"Ambil saja yang kamu mau!" ucap Darel. Tasya tersenyum.


"Terimakasih kakak. Kakak memang yang terbaik." ucap Tasya. mengambil tiga lembar uang seratus dari Dompet Darel.


"Aku mau menyervis mobil ku. Karena dia akan sering aku pakai." ucap Tasya karena selama tinggal di Pekanbaru mobil nya jarang kepakai oleh nya.

__ADS_1


"Biar Supir kakak saja yang mengurus itu." ucap Darel.


"Aku sendiri saja Kak, gak apa-apa kok." ucap Tasya.


"Jangan membuat badan kamu lelah hanya karena pekerjaan seperti itu, lebih baik di rumah saja." ucap Darel.


Tasya Tidak ingin berdebat akhirnya dia pun menginyakan. Padahal itu hanya lah Alasan nya dia ingin pergi membeli beberapa keperluan untuk kerja dan mengisi data-data nya Besok.


Kalau dia ijin langsung, takut Darel tidak mengijinkan nya akhirnya dia membuat alasan lain.


Darel menatap Tasya seperti berfikir sangat keras.


"Kamu ada sesuatu yang di sembunyikan?" tanya Darel.


Tasya langsung menggeleng kan kepala nya, enggak kok kak." ucap Tasya langsung.


Dia langsung ke kamar mandi. meletakkan Dompet dan uang ke atas meja.


"Aku tau kamu pasti ingin mencari alasan untuk keluar kan? Aku mengerti kok, aku hanya ingin kamu Ijin layak nya aku sebagai suami kamu sendiri." batin Darel.


Dia melihat Tas Tasya yang terletak di atas Meja. Dia penasaran dengan tas Tasya. dia membuka nya dan ternyata benar saja isi dompet Tasya tidak ada uang. Bahkan dia terakhir kali menarik di ATM nya sudah kosong.


"Kenapa dia gak ngomong sih sama ku." batin Darel.


Dia mengingat dalam satu Minggu ini dia tidak ada memberikan uang pada Tasya. Dia melihat kartu kredit yang ada di Dompet Tasya.


."Kenapa dia tidak mau memakai ini? Pin nya aku sudah bilang sama dia, tapi dia tidak memakai nya." batin Darel.


Dia merapikan kembali tas Tasya meletakkan nya pada tempat nya karena air di kamar mandi sudah mati itu tandanya Tasya akan segera keluar.


"Loh kakak belum keluar?" tanya Tasya. Darel menggeleng kan kepala nya.


"Kakak tidak perlu menunggu ku, aku akan turun sendiri." ucap Tasya.


Darel diam, dia melihat ke dadanya. Tasya langsung paham.


"Apa kakak belum bisa jalan sendiri?" tanya Tasya. Darel mengangguk.


"Ya sudah kalau begitu aku Akan memasang baju dulu, kakak tunggu sebentar." ucap Tasya langsung ke ruang ganti


...----------------...


Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya


. like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏


__ADS_2