
"Kakak mengikuti ku?" tanya Tasya.
"Kenapa? Kamu terlihat sangat takut, apa jangan-jangan kamu mempunyai hubungan dengan nya!" ucap Darel.
"Itu tidak seperti yang kakak fikir kan, di sana ada Tiwi juga kok, kami tidak sengaja bertemu dan makan bersama di restoran itu." ucap Tasya.
"Bohong! Di Sana tidak ada Tiwi. kakak segera menghubungi Tiwi tapi dia bilang dia tidak ada di sana." ucap Darel. Tasya menghela nafas panjang.
"Kakak dapat foto itu dari mana? Aku dengan pak Candra hanya makan, tidak lebih dari itu." ucap Tasya.
"Aku tidak percaya sama kamu, kamu telah membohongi ku ." ucap Darel.
Tasya Menatap Darel.
"Dari mana kakak mendapatkan foto itu? Apa dia bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya? Kami di sana tidak hanya berdua saja." ucap Tasya tetap membela diri.
"Tidak penting dari mana foto itu, sekarang kamu jujur saja kalau kamu dengan pria itu bersama kan?" tanya Darel.
"Aku bertemu dengan nya saja baru kemarin, bahkan aku selalu dengan kakak, apa kakak melihat aku menghubungi nya? Aku juga di foto itu tidak begitu dekat dengan nya." ucap Tasya.
"Tapi dia menggendong Raya, itu artinya kalau dia sudah sangat akrab sama kamu dan membiarkan dia mengendong Raya." ucap Darel.
Tasya menghela nafas panjang dia semakin greget melihat suaminya itu.
"Huff bagaimana lagi aku menjelaskan nya? Aku berbicara saja tidak kakak dengarkan, terserah kakak Saja." ucap Tasya balik merajuk.
"Kamu seharusnya tau Siapa kamu sekarang, tidak bisa sembarangan pergi dengan pria lain, kamu sama sekali tidak menghargai perasaan kakak." ucap Darel.
"Aku tidak bermaksud seperti itu kak, aku tidak mempunyai hubungan apa-apa pada pak Candra hanya sekedar menghormati nya saja." ucap Tasya.
Darel tetap diam.
"Ya udah kalau kakak tidak percaya, cari saja bukti nya kalau aku benar-benar selingkuh dengan pak Candra!" ucap Tasya sudah mulai kesal dan keluar dari mobil.
Darel pun segera pergi.
"Huff dasat pria yang sungguh kekanak-kanakan!" ucap Tasya kesal. "Huff kalau aku selingkuh aku tidak akan membawa Raya, itu akan berpengaruh pada nya, sungguh aneh." ucap Tasya.
Dia pun segera berangkat ke Universitas, sampai di universitas dia menyapa Tiwi namun Tiwi mengabaikan nya.
"Hay Tiwi," sapa Tasya namun Tiwi pergi melalui nya begitu saja.
__ADS_1
"Loh dia kenapa?" Ucap Tasya heran, Tasya mengejar nya.
"Tiwi! Wii.." panggil Tasya menahan tangan Tiwi namun Tiwi langsung menepis nya.
"Kamu kenapa?" tanya Tasya.
"Tasya!!" Pak Candra datang memanggil nama Tasya, Tiwi langsung pergi ketika Candra mendekati Tasya.
"Selamat pagi Pak," sapa Tasya.
Candra tersenyum.
"Selamat pagi juga." Ucap Pak Candra. "Bapak pagi-pagi sudah datang, tumben banget." ucap Tasya. Candra tersenyum.
"Saya ke sini hanya mau mengantar kan ini." ucap Candra mengangkat kantong buah yang ada di tangan nya.
"Apa ini kak?" tanya Tasya.
"Ini adalah buah untuk kamu. Saya dengar dari ibu saya kalau Lagi hamil muda itu sangat suka dengan buah-buahan apa lagi yang asem-asem, saya membawa Ibu saya untuk belanja ini untuk kamu." ucap Candra.
Tasya terdiam.
"Ambil lah." ucap Candra. Tasya mengambil nya."Terimakasih Kak, tapi kakak tidak perlu repot-repot." ucap Tasya. Candra tersenyum.
Tasya tersenyum.
"Iyah pak, saya pasti akan berdoa yang terbaik untuk orang baik seperti bapak." ucap Tasya.
"Humm kamu mau coba nya sekarang? Saya akan membantu mengupas nya." ucap Candra. Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Tidak perlu pak, saya juga mau ke kelas, anak-anak pasti sudah menunggu." ucap Tasya.
"Baiklah kalau begitu. Semangat yah kalau capek jangan di paksain." ucap Candra.
"Setelah ini Bapak mau kemana lagi?" tanya Tasya.
"Saya harus kembali ke kantor, saya pergi dulu. Assalamualaikum." Candra segera pergi. Tasya menjawab salam sambil tersenyum.
"Cieee yang di anterin buah sama Pak Candra.. Sudah jelas punya suami Masih aja genit ke pria lain." sindir Dosen perempuan yang tidak suka pada Tasya
Tasya hanya diam saja, dia pun berjalan ke kelas nya.
__ADS_1
"Ibu banyak Bawa buah tuh, bagi dong."
"Tidak boleh, ini hanya untuk ibu sama anak ibu saja." ucap Tasya. Semua langsung tertawa melihat ekspresi Tasya menyembunyikan buah itu.
Darel di kantor nya bekerja seperti biasa. Sementara Riski di rumah sakit sedang berfikir bagaimana cara nya dia keluar tanpa di ketahui oleh siapa pun. Dan juga kalau dia pergi tidak ada yang merawat Ibu nya.
"Aaa aku punya ide." ucap nya mendapatkan ide. Dia mengambil handphone dan menelpon Bibi yang khusus merawat Buk Adel. Dia meminta Bibik itu datang merawat Ibu nya agar dia bisa keluar.
Tidak beberapa lama akhirnya bibi itu datang.
"Bik Tolong jagain Ibu saya yah, saya ada urusan sebentar keluar. Kalau ibu bangun Bilang saja saya menyusul kak Darel." ucap Riski.
"Baik Den, hati-hati." ucap Bibik, namun Riski sudah keburu pergi.
Riski kembali ke rumah mencari Informasi tentang ayah nya, namun sama sekali tidak mendapatkan nya, namun dia melihat laptop ayah nya yang ketinggalan.
Dia melihat pengiriman paket atas nama Pak Ahmad namun bukan alamat rumah itu, dia mengetik alamat itu dan segera pergi.
Di dalam perjalanan dia sangat berharap kalau Ayah nya tidak seperti apa yang dipikirkan oleh nya. Dia berdoa kalau kata-kata ibu nya hanya karena ibu nya sakit saja.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai.
"Permisi Mbak ada yang menyewa kamar atas nama Ahmad?" tanya Riski.
"Tunggu yah kami periksa dulu." ucap resepsionis. Riski menunggu.
"Ada Dik, kamar 302." ucap resepsionis.
"Saya boleh masuk ke sana?" tanya Riski.
"Maaf dik, kalau sudah ada ijin dari beliau sebelum nya baru boleh, kami juga harus menjaga privasi pelanggan kami."
Riski terdiam dia bingung harus jawab apa.
"Saya anak nya mbak, saya mau bertemu dengan nya karena Ibu saya sakit." ucap Riski.
"Tunggu yah Dik, kami akan segera menghubungi beliau.'
Resepsionis berbicara dengan pak Ahmad dan kebetulan sekali pak Ahmad ada di kamar nya.
...----------------...
__ADS_1
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author.
Like komen dan vote sebanyak-banyak nya. Biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***