Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 171


__ADS_3

Semua nya langsung terdiam.


"Pilihan saya adalah Tasya, saya dan anak-anak saya bahagia dengan dia, dia sangat baik tidak ada yang kurang dari dia. Kalau ibu berfikir dia tidak bisa mengurus saya dengan anak-anak saya ibu salah besar."


"Ibu yakin dia sudah menghasut kamu kan nak." ucap Buk Adel Malah menyalah kan Tasya.


"Saya bisa berfikir dengan jernih, saya berakal sehat. Dia istri yang sangat sabar dan baik. Buka mata ibu lebar-lebar melihat Tasya, dia anak ibu sendiri kenapa ibu lebih memilih menyanyangi orang lain yang baru ibu kenal?" ucap Darel dengan sangat serius sampai Adel menunduk kan kepala nya.


"Saya tau niat ibu baik pada saya, tapi saya tau yang terbaik untuk saya, mulai dari sekarang saya mohon untuk berhenti ikut campur, biarkan saya dengan istri saya bahagia dengan cara kami sendiri." ucap Darel.


"Kamu sudah dengar sendiri kan kalau mereka bahagia dengan pilihan mereka sendiri." ucap Omah.


Buk Adel tidak bisa berkata-kata lagi. Dia hanya diam.


Darel berjalan ke luar dan melihat Clara yang menangis di depan.


"Ekhem-Ekhem!!" Darel berdehem, Clara menoleh ke arah Darel dan langsung menghapus air mata nya.


"Boleh ikut duduk?" Darel bertanya. Clara mengangguk.


"Ini rumah kamu, tidak perlu meminta ijin seperti itu." ucap Clara.


Darel menarik kursi dan duduk. Namun Clara beranjak berdiri mau pergi.


"Duduk dulu, aku mau berbicara." ucap Darel. Clara kembali duduk.r.


"Aku minta maaf kalau aku membuat kamu sedih seperti ini. Dan juga kata-kata Omah yang membawa-bawa orang tua kamu." ucap Darel.


Clara menggeleng kan kepala nya.


"Lupakan saja." Darel menatap Clara.


"Aku tau kamu mencintai aku, aku tau itu tapi aku bahagia dengan istri ku." ucap Darel dengan pelan namun sangat menusuk di hati Clara.


"Kalau dia bisa membuat kamu bahagia kenapa aku tidak? Aku kurang apa? Kenapa kamu lebih memilih dia sementara aku yang sudah menunggu kamu sejak lama."


"Karena aku mencintai dia, aku lebih nyaman dengan dia, kamu wanita yang cantik kamu bisa mendapatkan pria yang lebih dari pada aku, aku percaya itu." ucap Darel.


Clara menggeleng kan kepala nya.


"Aku hanya mencintai kamu, aku tidak bisa melupakan kamu, aku sudah mencoba namun aku tidak bisa."


"Buka hati kamu, 'lihat sekitar kamu." ucap Darel.


Clara menangis.


"Ini sungguh kenyataan yang sangat sakit. Aku mencintai kamu namun kamu mencintai orang lain." ucap Clara.


"Aku rela menjadi istri simpanan kamu Darel, aku mohon jangan tinggalin aku."


Darel memegang tangan Clara.

__ADS_1


"Kalau kamu sungguh mencintai aku, ijinkan aku bahagia dengan istri ku dan anak-anak ku, aku mohon." ucap Darel.


Clara menunduk kan kepala nya dia meletakkan dahi nya di tangan Darel.


"Jangan nangis lagi yah, kamu masih bisa jadi teman ku seperti dulu." ucap Darel.


Suara tangisan Clara semakin pecah, Tasya mendekati Darel. Dia seperti memberikan isyarat pada Darel, Darel langsung paham dia berdiri dan memeluk Clara.


"Hiks!!hiks!!, kenapa orang yang ku cintai tidak pernah mencintai ku, aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang yang sesungguhnya." ucap Clara.


Tasya mengelus punggung Clara. Setelah mendengar kisah Clara yang selalu di anggap senjata penghasil uang di keluarga nya Membuat nya ikut sedih.


Keluarga nya setuju menikah kan Clara dengan Darel karena Darel pria yang kaya.


Clara menoleh ke arah Tasya.


"Sudah jangan menangis lagi, kamu masih bisa kok main atau berkunjung di sini." ucap Tasya.


Clara memeluk Tasya.


"Aku minta maaf sudah jahat, aku minta maaf." Clara meminta maaf.


Tasya tersenyum dia memegang tangan suami nya.


"Sekarang aku iklas melepaskan Darel, jaga dia baik-baik yah. Aku titip cinta ini pada kamu." ucap Clara.


Dia menyatukan tangan Tasya dengan tangan Darel.


"Amin.." ucap mereka bersama.


"Kami juga berharap dan berdoa semoga kamu segera mendapatkan pasangan yang baik dan juga cepat menikah agar bisa mendapatkan keluarga yang bahagia." ucap Tasya.


"Terimakasih yah Tasya." Clara tersenyum.


Namun tiba-tiba handphone Clara berdering dia pun menjawab telepon. Darel memeluk Tasya dari samping.


"Aku sekarang merasa lega sekali kak." ucap Tasya.


Darel mencium pipi Tasya.


"Kakak sangat mencintai kamu." ucap Darel.


"Tasya! Darel! Ibu mau pulang." ucap buk Adel.


Tasya dan Darel menoleh ke belakang..


"Kenapa sangat cepat buk?" tanya Darel.


"Ibu ada urusan mendadak."


Darel mendekati Buk Adel.

__ADS_1


"Aku minta maaf kalau kata-kata ku menyakiti perasaan Ibu. Tapi itu lah yang aku rasakan." ucap Darel.


Buk Adel menepuk tangan pundak Darel.


"Ibu tidak pernah marah sama kamu kok." ucap buk Adel.


Tasya hanya diam saja. Buk Adel melirik Tasya lalu pergi begitu saja.


Tasya mendekati Darel.


"Humm aku iri deh sama kakak, dia adalah ibu ku tapi dia lebih sayang dan tidak pernah marah pada kakak."


Darel mengacak-acak rambut istri nya.


"Tapi kamu harus tau kalau kasih sayang suami kamu ini hanya kamu yang mendapat kan nya. Kasih sayang yang sangat luar biasa." ucap Darel.


Tasya tersenyum dia seketika jadi baper.


"Tasya! Darel! Kami pulang dulu yah." Ucap Clara.


Tasya tersenyum dia melambaikan tangan dan Clara melambai kan tangan kembali sambil tersenyum.


"Ayo masuk." ajak Darel menggandeng tangan istri nya.


"Yah Nenek sudah pulang." ucap Raya yang baru saja selesai sarapan dengan Suster.


"Ayo kita jadi jalan-jalan gak?" ajak Tasya.


"Jadi dong," jawab omah. Mereka Seketika langsung bahagia.


Sementara Di mobil Buk Adel memeluk Clara yang sepanjang perjalanan hanya diam saja.


Sebelum pulang mereka singgah dulu untuk menghilangkan beban fikiran.


"Tante!" panggil Clara sambil memberikan minuman pada buk Adel yang duduk di pinggir danau yang sangat luas.


"Tante jangan sedih gitu dong, aku juga jadi ikut sedih." ucap Clara. buk Adel tersenyum.


"Maaf yah Tante belum bisa wujudkan keinginan kamu untuk menjadi istri Darel. Padahal kamu wanita yang sangat Baik dan juga dari keluarga baik-baik." ucap buk Adel menatap Clara.


"Aku boleh tau gak Tante, kenapa Tante tidak suka pada Tasya? Padahal dia anak ibu sendiri." ucap Clara.


Buk Adel menghela nafas panjang sambil menatap ke arah air.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2