Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 89


__ADS_3

Dia langsung membawa Mereka ke dalam mobil.


Darel membawa mereka ke restoran tempat Tasya bertemu dengan Alex.


Tasya terkejut melihat Raya dan Stevan datang namun sudah tidak menangis namun wajah mereka Masih sembab-sembab.


"Loh kok Kalian ada di sini?" tanya Tasya.


"Mereka menangis tidak mau berhenti, mereka mau sama kamu, dan kakak membawa ke sini." ucap Darel seakan-akan wajah nya tidak bersalah. Dia melihat di saat Alex membersihkan bibir Tasya dari jauh tadi.


"Humm kak aku permisi duluan yah." ucap Tasya pada Alex.


Alex yang tadi nya sangat asik berbicara dengan Tasya sedikit merasa terganggu karena kedatangan Darel.


"Ayo pulang Mamah." ajak Raya.


"Ya udah kamu hati-hati di jalan yah." ucap Alex sambil tersenyum. Tasya mengangguk.


"Sampai jumpa besok kak. Assalamualaikum!" ucap Tasya menggendong Stevan dan keluar dari sana.


"Biar Supir saja yang membawa mobil kamu, sekarang masuk ke dalam mobil kakak." ucap Darel.


Tasya mengikuti saja dan duduk di Mobil Darel. Di dalam restoran Alex menghela nafas panjang.


"Kenapa dia harus membawa anak-anak nya ke sini? Apa Dia tidak tau cara menenangkan Anak nya sendiri?" batin Alex.


Saat sudah dengan Tasya anak-anak kembali diam.


"Kenapa kakak membawa anak-anak saat aku sedang ada di luar?" tanya Tasya.


Darel menoleh ke arah Tasya.


"Justru apa maksud kamu pergi dengan pria lain tampa seijin dari kakak?" tanya Darel meninggikan suara nya.


"Aku sudah bilang pada Bibi dan juga percuma saja aku bilang sama kakak, kakak tidak Akan perduli!" ucap Tasya.


"Kamu sama sekali tidak menghargai aku sebagai suami kamu! Kamu dengan seenaknya bisa pergi dengan pria lain, makan dengan pria lain tampa sepengetahuan aku!" ucap Darel lagi.


"Maksud kakak apa sih?" ucap Tasya.


"Jangan pura-pura tidak tau, kamu tidak hanya dekat dengan Alex namun ada pria lain di Kampus." ucap Darel.

__ADS_1


Tasya menghela nafas panjang.


"Mereka hanya dosen senior di kampus kalau itu membuat kakak Salah paham. Justru sebenarnya aku yang harus protes karena kedekatan kakak dengan mbak Sinta," ucap Tasya.


"Apa yang harus kamu protes? aku dengan Sinta tidak ada hubungan apa-apa!" ucap Darel.


"Tidak ada apa-apa? Dengan kakak mengantar jemput dia, bahkan dia juga menginap di rumah saat aku tidak ada, kakak juga menginap dengan nya. makan bersama jalan bersama bercanda bersama!" ucap Tasya.


"Sudah lah kakak tidak mau ribut lagi!" ucap Darel langsung.


Tasya menghela nafas panjang.


"Kalau seperti ini akan membuat aku menyerah Kak, aku tidak tahan kalau seperti ini!" ucap Tasya.


"Oke! Kalau itu mau kamu, silahkan pilih apa saja yang mau Kamu lakukan." ucap Darel.


Tasya langsung diam.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah sudah mulai gelap.


Tasya dan anak-anak langsung ke kamar. Bibi dan pengasuh yang menyambut mereka langsung terdiam melihat wajah Tasya dan Darel.


"Huff sialan! Dia pikir karena dia adalah kakak ipar atau suami ku bisa memarahi ku begitu saja!"batin Tasya sambil menutup pintu kamar.


"Apa yang harus aku lakukan lagi? Seperti nya Tasya benar-benar sangat Marah." ucap Nya.


"Percuma saja aku membuat nya Cemburu namun ternyata sia-sia saja yang ada dia salah paham. Aku benar-benar tidak bisa melupakan nya dan melihat nya dengan pria lain sungguh membuat aku emosi." ucap Darel.


Tepat di hari Minggu. Darel membawa anak-anak nya main sepeda di pagi hari di halaman rumah.


Tasya dari pintu melihat bahagia nya mereka saat bermain, namun sudah tiga hari Tasya tidak mengopeni Darel bahkan tidak perduli dengan makanan nya ataupun baju nya karena Semenjak pisah kamar Darel mengurus baju sendiri namun tidak jarang juga diam-diam Tasya merapikan kamar Darel.


Namun tiba-tiba mobil Putih mengganggu pemandangan Tasya. Itu adalah Sinta yang datang.


"Ngapain lagi sih tuh cewek oe sini." ucap Tasya dengan kesal.


Dia datang dan langsung memeluk Darel dia juga mencium pipi Darel.


Tasya yang melihat itu sangat lah kesal.


"Dasar wanita ganjen!" ucap Tasya.

__ADS_1


Karena sudah mulai panas mereka pun masuk ke dalam. Tasya juga cepat-cepat masuk.


"Tasya tolong buatin air teh dong yang dingin!" ucap Sinta.


Tasya yang di suruh seperti itu merasa kesal namun dia hanya menginyakan Saja!


Dia langsung ke dapur membuat teh untuk Sinta, tapi diam-diam dia menabur kan serbuk ke dalam nya.


"Rasain Loe! Berani-beraninya loe ganggu kebahagiaan gua!" ucap Tasya sangat senang.


"Eh tunggu dulu! Apa yang aku lakukan? kenapa aku melakukan ini?" ucap Tasya sendiri.


"Hanya karena dia memeluk dan mencium kak Darel aku berubah jadi wanita yang jahat? owh ini tidak mungkin! Aku tidak bisa melakukan ini!" ucap Tasya langsung menuangkan air itu lagi dan membuat yang baru.


"Bodoh amat dia mau cium kak Darel mau tidur sama aku tidak perduli!" ucap Tasya. Dia pun membawa minuman di ruang tamu.


Namun sebelum sampai di ruang tamu Sinta minta tolong pada Darel untuk mengikat rambut nya karena tangan Sinta penuh dengan slime dia juga kesulitan untuk bermain dengan anak-anak.


"Ternyata rambut kamu halus banget yah. Kamu selalu saja memanjangkan rambut kamu!" ucap Darel.


"Karena aku tau kamu suka. Kalau di tanya kamu lebih suka organ tubuh apa yang pertama dari wanita pasti rambut." ucap Sinta Menatap Darel.


Darel tersenyum. Tasya yang melihat nya menggigit gigi nya sehingga berbunyi.


"Apa yang Non Tasya lakukan?" tanya Bibik.


"Humm kebetulan Bibik di sini, sekalian berikan ini untuk mereka yah, aku muak melihat nya!" ucap Tasya dengan kesal setelah memberikan minuman pada Bibik dia langsung naik ke atas.


"Kenapa aku begitu tidak suka kak Darel dekat-dekat dengan mbak Sinta? Apa yang sedang aku alami." batin Tasya.


Karena kesal dia pun membuka aplikasi belanja online nya. Darel akhir-akhir ini sangat Rajin memberikan uang pada Tasya dengan cara memberikan pada Bibik.


Tasya yang kebetulan sangat butuh uang dia tidak munafik dan mengambil uang tersebut.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2