
"Aku tidak Akan tau bagaimana ujung nya rumah tangga kita, di antara kita berdua tidak satu pun yang ingin mempertahankan hubungan ini." ucap Darel.
Darel turun dari kasur dia juga mau berangkat ke kantor. Setelah selesai Siap-siap dia menitipkan anak-anak pada suster karena belum bangun.
Darel tidak berselera untuk sarapan di rumah dia langsung berangkat karena dia sedang banyak fikiran.
Namun di perjalanan perut nya terasa lapar dia pun singgah sebentar untuk sarapan. Namun tidak sengaja dia melihat Tasya sedang sarapan di tempat yang sama dengan Candra.
Darel melihat Tasya dan pria itu sangat dekat. Dia lumayan lama memandangi mereka namun dia langsung memilih untuk pergi dia tidak kuat melihat itu.
Tasya tidak sengaja melihat Darel.
"Aku gak salah lihat kan? Itu tadi kak Darel." batin Tasya.
"Kamu kenapa Tasya? Lagi lihatin apa?" tanya Candra.
"Tadi aku seperti melihat kakak ku, namun dia sudah pergi." ucap Tasya. Candra menoleh ke belakang namun tidak melihat Siapa pun.
"Kamu salah lihat mungkin! ayo lanjut makan saja dulu!" ucap Candra. Tasya mengangguk.
Di dalam mobil Darel Menghela nafas panjang.
"Ayo Darel kamu bisa! Kamu pasti Bisa!" ucap nya pada dirinya sendiri dia berusaha melawan rasa cemburunya.
Tiba-tiba handphone nya berdering dari Sinta.
"Ya ampun aku lupa kalau hari ini aku harus ngaterin Sinta." ucap Darel dia langsung menancap gas ke rumah Sinta.
Darel mengantarkan Sinta.
"Kamu semangat yah." ucap Darel pada Sinta setelah sampai di tujuan. Sinta tersenyum sambil mengangguk.
"Oh iya aku boleh masuk?" tanya Darel karena penasaran dengan tempat pemotretan Sinta.
"Boleh! Dengan senang hati." ucap Sinta. mereka pun berjalan bersama masuk kedalam.
Sinta merangkul tangan Darel masuk ke dalam. Darel sedikit terkejut namun dia berusaha untuk biasa Saja.
Setelah masuk Darel di sambut oleh Menejer dia juga melihat Sinta bekerja.
"Kamu gak ada kerjaan di kantor yah? Kamu sudah dari pagi sampai jam dua Siang seperti ini masih di sini." ucap Sinta duduk di samping Darel karena sudah istirahat.
"Jadwal ku kosong hari ini." Ucap Darel.
"Oohhh.". ucap Sinta.
"Humm kalau momen seperti ini mengingatkan aku ke beberapa tahun yang lalu. Di waktu itu aku Masih jadi model kecil, bahkan Masih Sangat Sulit. Kamu selalu mengantar kan dan menemani aku Kemana saja." ucap Sinta.
__ADS_1
Darel tersenyum.
"Itu sudah masa lalu tidak perlu di ingat lagi." udah Darel.
Sinta memegang tangan Darel.
"Kamu masih membenci ku karena masa lalu?" tanya Sinta. Darel menatap mata Sinta.
"Aku tidak pernah membenci kamu. Jangan di ingat-ingat lagi!" ucap Darel. Sinta mengangguk.
"Kamu dari tadi aku perhatiin seperti sedang ada masalah, kamu lagi mikirin apa?" tanya Sinta. Darel menggeleng kan kepala nya.
"Tidak apa-apa kok. Aku langsung pulang aja yah." ucap Darel langsung.
Namun tiba-tiba Sinta menahan nya dengan cara mengambil kunci mobil Nya.
"Kalau keadaan seperti ini aku khawatir kalau kamu akan kenapa-kenapa di jalan, lebih baik kamu istirahat dulu." ucap Sinta.
Darel Menghela nafas panjang.
"Ayo aku anterin ke kamar." ucap Sinta. karena di sana di sediakan kamar khusus untuk Sinta, Dia membawa Darel ke sana.
"Kamu bisa istirahat di sini, aku Akan lanjut kerja." ucap Sinta.
Darel mengangguk.
Hari semakin sore Sinta baru saja selesai dengan pemotretan Nya dia kembali ke kamar dia tersenyum melihat Darel tidur di kasur.
"Kenapa kamu semakin tampan saja Darel?" ucap Sinta sambil memegang pipi Darel.
Dia membuka kancing kemeja Darel, namun tiba-tiba Darel terbangun.
"Apa yang kamu lakukan Sinta?" tanya Darel menahan tangan Sinta.
"Aku mengatakan aku sangat merindukan kamu adalah arti nya aku ingin saling menghangatkan badan dengan kamu seperti yang dulu kamu lakukan pada ku." ucap Sinta.
Darel langsung duduk.
"Jangan macem-macem Deh Sinta." ucap Darel.
"Kamu jangan pura-pura lupa Rel kalau kamu lah yang mengambil keperawanan ku." ucap Sinta.
Darel terdiam.
"Aku tau kamu masih mempunyai perasaan sama aku. Dan aku juga sudah lama tidak memeluk kamu." ucap Sinta. dia membuka baju Darel.
"Tunggu! Jangan kamu berfikir yang tidak-tidak Sinta!" ucap Darel.
__ADS_1
"Kamu sudah hampir lima bulan jadi duda, masa iya kamu tidak merindukan permainan ini?" ucap Sinta.
Sinta mencium bibir Darel. Darel tidak menolak nya karena mau bagaimana pun napsu nya lebih kuat sore ini.
Dia membalas ciuman Sinta kembali.
Namun tiba-tiba di tersadar karena sekilas mengingat wajah Tasya dan Amel. Dia mendorong Sinta dan turun dari kasur.
"Maafkan aku, aku Pamit pulang!" ucap Darel dan langsung pergi setelah membenarkan pakaian nya.
"Maafkan aku! aku minta maaf Amel." ucap Darel. dia sangat merasa bersalah.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Dia masuk namun tidak sengaja menabrak Tasya.
"Maaf!" ucap Darel langsung pergi.
Tasya heran ada apa dengan Darel terlihat sangat gugup. Tasya mengejar nya ke kamar, namun Darel langsung ke kamar mandi mencuci mulut nya.
"Kak Darel! Kakarel! Kakak kenapa?" tanya Tasya. Darel menoleh ke arah Tasya yang berdiri di samping nya dengan wajah khawatir.
Tiba-tiba dia memeluk Tasya. Dia menangis di pundak Tasya, itu membuat Tasya semakin bingung.
"Ada Apa yang terjadi kak?" tanya Tasya. Darel tidak menjawab dia terus terisak di pundak Tasya.
Tasya membawa nya ke tempat tidur.
"Kakak coba tarik nafas dalam-dalam dan buang, setelah itu Kakak istirahat. Kakak Jangan berfikir yang tidak-tidak semua nya baik-baik saja." ucap Tasya memeluk kepala Darel.
Dan Darel langsung tenang walaupun rasa bersalah nya belum hilang di saat Suara lembut dan tangan halus Tasya membelai nya membuat nya tenang.
Darel mulai berhenti menangis.
"Kakak ada masalah apa?" tanya Tasya. Darel tiba-tiba melepaskan pelukan Tasya mendorong nya sedikit jauh dari nya.
"Kakak kenapa?" tanya Tasya kaget.
"Jangan ikut campur! Keluar!" ucap Darel.
Tasya sangat Sedih Ketika Darel mendorong nya dia Langsung Keluar date kamar itu.
"Aaarggghh!!!!! Apa yang terjadi pada ku!" ucap Darel sangat marah sambil mengusap rambut nya dengan kasar.
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya. Jika ada saran tulis di kolom komentar ya.
Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏