Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 42


__ADS_3

"Humm makasih yah Cu." ucap Omah.


"Bibi! Bi! Tolong di bersih kan yah." ucap omah pada Bibi.


"kamu juga pergi mandi sana! biar mereka Omah yang jagain." ucap Omah.


Darel mengangguk dia langsung masuk ke kamar.


"Tasya mana yah." batin Darel melihat kamar sepi namun mendengar Suara Air di kamar mandi.


Darel berjalan ke arah kamar mandi.


"Hu..hummm...hu..." Tasya bersenandung di dalam.


"Kenapa dia mandi tidak mengunci pintu." batin Darel.


"Tasya! Tasya!" panggil Darel mendorong pintu. Tasya kaget sehingga dia melemparkan Penggosok badan kepada Darel.


"Kakak mau ngapain? Keluar!" ucap Tasya.


"Kamu mandi kenapa tidak menutup pintu, kakak tidak tau kalau kamu tidak memakai baju." ucap Darel membalikkan badannya.


"Keluar! Cepat!" ucap Tasya.


"Iyah-iyah." ucap Darel langsung keluar.


"Huff dasar wanita Aneh, bisa-bisa nya dia tidak mengunci pintu." batin Darel.


Dia duduk di pinggir kasur sambil main handphone menunggu Tasya Keluar.


Tidak beberapa lama Tasya keluar dari kamar mandi.


"Apa lihat-lihat?" Tante Tasya dengan judes.


"Judes banget sih." ucap Darel.


"Buruan sana mandi. Kakak sudah seperti Bapak-bapak bukan om-om lagi." ucap Tasya.


Darel menatap Tasya.


"Jangan sentuh aku, aku sudah ambil wudhu." ucap Tasya saat Darel berdiri.


Darel seketika terdiam sejenak.


"Mau sholat bareng?" tanya Darel.


"Humm seru tuh kaya nya, jarang-jarang bisa di imanin sama om-om." ledek Tasya lagi. Darel memasang wajah kesal Tasya melemparkan handuk.


"Aku hanya bercanda, buruan mandi gih, aku suapin baju kakak." ucap Tasya.


Darel tersenyum sambil mengangguk.


Setelah selesai mandi mereka sholat bersama. Setelah selesai sholat Tasya menyalim tangan Darel namun tiba-tiba Darel menahan Tasya dan mencium kening Tasya begitu lama.


Mereka akhirnya berdoa bersama berdekatan juga sehingga membuat Tasya sedikit gugup.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai, Handphone Darel berdering dia menyudahi doa Dengan cepat.


Tasya yang tadi sudah nyaman di peluk Darel sambil di bacakan ayat-ayat Alquran tiba-tiba merasa jengkel karena handphone berdering.


Dia menoleh ke arah Darel yang sangat fokus menelpon.

__ADS_1


Tidak beberapa lama selesai, Tasya menghampiri Darel ke balkon.


"Siapa yang nelpon kak?" tanya Tasya.


"Klien kakak!" ucap Darel.


"Kenapa? Kakak tiba-tiba ada kerjaan yah? Apa Kakak harus pulang ke Pekanbaru?" tanya Tasya dengan wajah seperti kecewa.


Darel menatap wajah Tasya.


"Kamu takut yah kakak lebih cepat pulang ke Pekanbaru?" tanya Darel.


"Kakak jawab Dulu pertanyaan ku." ucap Tasya.


"Hummm." ucap Darel.


Tasya langsung cemberut.


"Kamu sok tau banget sih! Kamu khawatir yah kalau kakak pulang ke Pekanbaru? Kamu pasti sangat merindukan Kakak." ucap Darel.


"Maksud kakak?" tanya Tasya.


"Kakak memang ada kerjaan mendadak tapi ada sekretaris kakak yang mengatur di sana." ucap Darel.


Tasya memukul Darel.


"Humm sebenarnya kamu gak ingin pisah kan? Tapi kamu gengsian, Kakak juga gak mau jauh-jauh dari keluarga Kakak." ucap Darel sambil tersenyum ke pada Tasya.


"Males ah, aku mau keluar." ucap Tasya dia langsung keluar sementara Darel senyum-senyum sendiri.


Malam hari nya Darel baru dan anak-anak nya di kamar untuk tidur.


Raya dan Stevan sudah tidur.


Namun ternyata Tasya sedang bercerita-cerita dengan Omah dan Opah nya.


Tasya terlihat sangat di sayang oleh mereka, bahkan Tasya tidur di pangkuan Omah nya.


Darel sedikit tidak enak akhirnya dia pun masuk lagi.


Tidak beberapa lama Tasya masuk ke kamar.


"Loh kakak Belum tidur?" tanya Tasya melihat Darel masih main handphone.


Darel menggeleng kan kepala nya.


Dia melihat Stevan dan Raya sudah tidur dia pun naik ke kasur..


Tasya di kasur malah main handphone.


Darel memerhatikan Tasya yang senyum-senyum ke arah handphone nya.


"Sudah malam tidur!" ucap Darel.


"Kakak tidur saja dulu, aku belum mengantuk, aku minum kopi terlalu banyak." ucap Tasya.


Darel diam. Beberapa menit kemudian tiba-tiba Darel menarik handphone Tasya dia melihat dengan Siapa Tasya Chatan.


Dia melihat Nama kak Alex.


"Kakak apa-apaan Sih." ucap Tasya menarik handphone nya kembali.

__ADS_1


Darel terdiam dia duduk di pinggir kasur di samping Tasya.


"Siapa Alex?" tanya Darel.


"Teman ku kak." ucap Tasya.


"Kalau dia teman kamu kalian tidak akan saling membalas pesan sampai malam seperti ini, kamu tidak berhenti tersenyum. Dan juga kamu mengirimkan banyak emot love." ucap Darel.


Tasya menghela nafas panjang.


"Lebih baik Kakak tidur saja, istirahat! Marah Mulu dasar Om-om." ucap Tasya.


Darel seketika merubah Raut wajah nya dia Malah memilih keluar dan menutup pintu dengan kuat sehingga anak-anak nya terkejut.


Tasya melihat ke arah pintu.


"Ada Apa lagi sih dengan kak Darel." batin Tasya.


Satu jam kemudian Darel tak kunjung Balik ke kamar. Tasya mematikan handphone nya dia keluar memeriksa Darel.


Dan ternyata Darel tidur di sofa. Tasya menghela nafas panjang.


"Kak! Kak Darel!" ucap Tasya membangun kan Darel. Darel membuka mata nya melihat Tasya.


"Kenapa kakak tidur di sini?" tanya Tasya. Darel diam hanya menggeleng kan kepala nya.


"Ayo tidur di dalam." ajak Tasya, Darel menggeleng kan kepala nya.


"Kakak ngambek lagi hanya karena masalah sepele Saja." ucap Tasya.


"Aku tidak ngambek. Kamu masuk saja ke dalam. Kamu lanjutin saja Chatan sama Alex teman kamu itu." ucap Darel.


Tasya diam.


"Ya udah kalau Kakak tidur di luar, aku juga tidur di luar." ucap Tasya mengambil posisi di Di sofa yang satu nya.


Darel melihat nya langsung bangun.


"Jangan tidur di situ, sofa nya terlalu kecil badan kamu Bisa sakit." ucap Darel langsung.


Tasya menahan tangan Darel.


"Please Dong tidur di dalam yah." ucap Tasya. Darel akhirnya mengalah. Tasya sangat senang dia langsung menarik Darel ke dalam.


"Sebenernya aku Chatan sama Kak Alex membahas sejenis acara reunian Besok, aku tanya boleh gak bawa anak-anak." ucap Tasya.


"Kamu mau bawa anak-anak ke sana?" tanya Darel.


"Iyah! Kakak juga pasti tidak bolehkan aku pergi sendiri ya udah kakak boleh ikut." ucap Tasya.


"Aku mengirim emot love itu karena aku senang di sana juga boleh bawa anak-anak, teman-teman ku juga banyak bawa anak kecil." ucap Tasya.


Darel terdiam dia sudah berfikir yang tidak-tidak.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2