Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 113


__ADS_3

"Ke Indomaret Kak. Kali ini aja yah plis." ucap Tasya memohon.


Darel menoleh ke arah bawah nya Tasya. Tasya langsung menutup nya.


"Jangan berfikir yang tidak-tidak!" ucap Tasya.


"Sudah Lima bulan kita tinggal bersama baru kali ini Kakak mendengar kamu mens. Biasanya gak ngomong apa-apa." ucap Darel.


"Aku bilang juga kakak tidak Akan perduli dan aku juga tidak ingin kakak tau, lebih baik kakak beliin buruan." ucap Tasya.


"Humm baiklah, tapi berikan kakak ciuman." ucap Darel.


Tasya terlebih dahulu menghela nafas dan mencium pipi suami nya.


Darel mengucapkan terimakasih dan pergi. Dia ke Indomaret terdekat. Setelah sampai dia sedikit bingung.


Dia memerhatikan pengunjung yang sangat banyak membuat nya malu.


Darel Sudah menemukan rak sususan pembalut namun mbak-mbak pegawai nya sedang menyusun barang-barang yang lain tepat di depan pembalut.


Dia menunggu wanita itu terlebih dahulu pergi sudah lama namun barang-barang yang Akan di susun masih sangat banyak Tasya tidak berhenti menelpon nya.


"Bapak mau cari apa? Kalau butuh sesuatu bisa saya bantu?" tanya Mbak-mbak pegawai itu karena dari tadi melihat Darel mengintip nya.


"E..emm saya butuh pembalut untuk wanita mbak."


"Di sini sudah terlihat jelas tersusun."


Darel menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Untung saja mbak Indomaret nya merespon biasa saja.


"Bapak mau beli yang seperti apa untuk istri Nya?" tanya Mbak itu lagi.


"Saya tidak tau Mbak." jawab Darel karena melihat banyak nya jenis-jenis Pembalut.


"Istri saya gak bilang yang seperti apa, saya hanya di minta untuk membeli." ucap Darel.


"Di sini ada yang Tampa sayap, ada yang pakai sayap ada juga yang berukuran panjang dan pendek. Istri nya biasanya menggunakan yang mana?" tanya Mbak itu lagi.


Darel semakin bingung.


"Ya sudah saya bantu pilih saja deh Pak." ucap mbak itu.


"Saya ambil semua nya deh Mbak." ucap Darel.


Saat membawa ke kasir dia benar-benar sangat malu sehingga meminta kasir cepat-cepat.


"Huff baru kali ini pekerjaan yang membuat ku keringat dingin. Dan malu sampai ke ubun-ubun." batin Darel.


"Gak apa-apa Darel ini demi istri kamu."


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah dia memberikan pada Tasya.


"Kenapa sangat lama kak? Ini juga kenapa beli sangat banyak?" tanya Tasya kesal.

__ADS_1


"Kakak gak tau yang biasa kamu pakai. Buruan ganti sana kamu mengotori Sofa!" ucap Darel karena melihat sofa sudah terkena darah.


"Itu semua karena Kakak! Kakak harus membersihkan nya." Tasya langsung masuk ke kamar mandi.


Darel hanya bisa Sabar. Darel mengambil tisu basah dan juga pembersih untuk membersihkan sofa untung saja mudah di bersihkan.


"Tasya! Kenapa kamu sangat lama di kamar mandi?" tanya Darel karena sudah hampir sejam istri nya tidak keluar.


Tasya tiba-tiba keluar dia memegang perutnya yang sangat sakit.


"Kenapa?"


"Kakak gak lihat aku kesakitan?" ucap Tasya kesal.


"Kakak gak tau kenapa ku bisa sakit, sakit nya kenapa?"


"Perut aku!"


Darel mau membantu Tasya namun Tasya tidak mau di pegang dia berjalan sendiri ke ranjang.


"kakak membeli obat nyeri menstruasi, kamu minum dulu."


Darel memberikan nya pada Tasya.


"Bagaimana kakak bisa tau ini obat nyeri?" tanya Tasya.


"Mbak Indomaret nya memberi tahu." ucap Darel.


"Kenapa kakak diam saja seperti itu? Lakukan sesuatu agar perut ku tidak sakit." ucap Tasya pada Darel yang duduk menatap nya.


"Kakak bingung mau melakukan apa." ucap Darel.


Dia keluar dan kembali membawa Air hangat dalam botol melapisi nya dengan handuk.


"Pegang botol hangat ini di perut kamu." ucap Darel meletakkan di perut Tasya.


Dia merasa iba melihat Tasya seperti nya sakit nya belum berkurang.


"Kakak akan menghibur kamu dengan cara bernyanyi." ucap Darel, dia bernyanyi dengan suara serak nya.


"Kakak lebih baik diam saja! Itu membuat ku semakin sakit perut." ucap Tasya. Darel tidak putus asa dia mencoba berpantun namun semakin membuat Tasya kesal.


Darel tidak menyerah dia mencoba menjadi pelawak berjoget-joget seperti orang gila akhirnya berhasil membuat istri nya tersenyum tertawa.


"Bagaimana rasa sakit nya masih terasa?" tanya Darel setelah selesai melawak dan menatap wajah Tasya yang berbaring meringkuk.


Tasya mengelus rambut Darel sambil mengangguk.


"Sudah lumayan hilang namun masih terasa sakit." ucap Tasya.


Darel memijit-mijit Pinggang Tasya cukup lama tidak beberapa lama Tasya tidur. Darel membenarkan tidur nya.


Namun Tasya malah tidur di lengan Darel. mereka akhirnya tidur berdua.

__ADS_1


Tidak terasa hari semakin siang Tasya terbangun dia kaget melihat tangan Darel dia langsung bangun menatap Darel.


Darel juga bangun dan memegang tangan nya yang sudah keram.


"Sakit perut ku sudah hilang kakak bisa keluar, aku mau istirahat." ucap Tasya.


Darel bangun dia menatap Wajah Tasya.


"Kamu memang istri yang tidak tau terimakasih yah, sudah di tolongin eh malah ngusir." ucap Darel.


"Aku sedang tidak mood mau ribut, kakak lebih baik keluar."


"Kamu lupa ini adalah kamar kakak."


Tasya melihat ke sekeliling.


"Aku adalah istri kakak, jadi aku juga berhak atas Kamar ini." ucap Tasya.


"Oke baiklah! untung kamu lagi Menstruasi yah kakak bisa memaklumi nya mood kamu yang kurang baik." ucap Darel keluar dari selimut dan turun.


"Ini sudah jam berapa?" tanya Darel. Tasya menunjuk jam dinding.


"Sudah jam satu siang kamu Makan dulu setelah itu baru istirahat lagi biar perut kamu gak sakit lagi." ucap Darel Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak mau, aku mau tidur. kalau kakak keluar jangan lupa matikan Lampu nya." ucap nya menarik selimut.


Darel menghela nafas panjang dia pun keluar namun tidak beberapa lama dia kembali.


"Makan dulu!" ucap nya menarik selimut Tasya.


"Aku tidak mau kak, jangan ganggu aku." ucap Tasya.


"Jangan manja yah, buruan Makan kalau kamu sakit kakak yang akan kesusahan." ucap Darel menahan tangan Tasya memaksa nya untuk makan.


Tidak beberapa lama akhirnya nasi habis.


"Kakak sungguh suami yang tidak lembut." ucap Tasya merajuk.


"Untung kakak sayang sama kamu, kalau tidak sayang kakak Akan mengikat kaki kamu dan tangan kamu jadi satu." ucap Darel.


Tasya mendengar kata-kata suami nya terdiam.


"Ya udah kalau begitu kamu istirahat yah." ucap Darel mengelus kepala Tasya dan mencium kening nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2