Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 195


__ADS_3

Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai.


"Permisi Mbak ada yang menyewa kamar atas nama Ahmad?" tanya Riski.


"Tunggu yah kami periksa dulu." ucap resepsionis. Riski menunggu.


"Ada Dik, kamar 302." ucap resepsionis.


"Saya boleh masuk ke sana?" tanya Riski.


"Maaf dik, kalau sudah ada ijin dari beliau sebelum nya baru boleh, kami juga harus menjaga privasi pelanggan kami."


Riski terdiam dia bingung harus jawab apa.


"Saya anak nya mbak, saya mau bertemu dengan nya karena Ibu saya sakit." ucap Riski.


"Tunggu yah Dik, kami akan segera menghubungi beliau.'


Resepsionis berbicara dengan pak Ahmad dan kebetulan sekali pak Ahmad ada di kamar nya.


"Pak Ahmad akan keluar menemui Adik, tunggu sebentar yah." ucap resepsionis.


Riski menunggu Pak Ahmad di loby hotel itu. Tidak beberapa lama akhirnya Pak Ahmad datang.


"Ayah kenapa malah di sini? Kenapa tidak menjaga ibu di rumah sakit? Ini sekarang sedang sekarat di rumah sakit namun ayah tetap santai saja di sini." ucap Riski.


"Ayah bekerja Nak, kalau ayah tidak bekerja bagaimana bisa membayar rumah sakit ibu mu, tidak mungkin semua nya kakak ipar kamu yang membayar nya." ucap Pak Ahmad.


"Ayah sama sekali tidak ada membayar rumah sakit, aku tau kalau Kak Darel yang membayar semua nya." ucap Riski. Pak Ahmad Menghela nafas panjang.


"Sudah lah nak, lebih baik kamu jagain Ibu kamu di rumah sakit, lebih baik urus diri kamu sendiri dari pada ngurus urusan Ayah." ucap Pak Ahmad.


"Kenapa ayah jadi seperti nya ni sih? Kenapa ayah semakin tidak perduli lagi dengan keluarga? Atau jangan-jangan Ayah mempunyai keluarga baru?" ucap Riski.


"Siapa yang ngajarin kamu berbicara seperti itu? Ayah tidak pernah mengajari kamu seperti itu!" ucap Pak Ahmad.


Riski menatap Ayah nya.


"Aku Curiga pada ayah karena tidak mengijinkan aku masuk ke kamar Ayah. Jangan-jangan Ayah sedang bersama seseorang?"


"Riski! Jaga mulut kamu. Kamu pasti sudah ketularan keras kepala sama seperti ibu kamu." ucap pak Ahmad.


"Aku tidak keras kepala! Aku curiga Sam Ayah karena ayah berubah drastis." ucap Riski.

__ADS_1


"Lebih baik kamu pergi sekarang dari sini sebelum Ayah marah! Jangan mencoba menguji kesabaran Ayah." ucap pak Ahmad.


Riski melihat Ayah nya marah dia tidak lagi bisa mengatakan apapun selain mengikuti perintah pak Ahmad dan pergi dari sana dengan perasaan yang sangat marah.


"Aku tidak menemukan apapun, tapi aku semakin curiga dengan Ayah yang seperti tidak perduli dengan Ibu." ucap Riski.


Malam hari nya, Tasya sudah pulang terlebih dahulu di rumah dari Sore tadi sementara Darel baru saja pulang.


Dia tidak melihat Tasya di luar menunggu nya seperti biasa.


"Tasya di mana Bik?" tanya Darel pada Bibik yang menemani Stevan main.


"Oohh Non Tasya Sedang ada di dalam kamar nya, perut nya tiba-tiba sakit." ucap Bibik. "Kenapa bisa sakit Bik?" tanya Darel. "Mungkin karena kebanyakan makan buah," ucap Bibik menunjuk ke arah buah yang ada di atas meja.


"Siapa yang beli buah sebanyak itu bik? Tidak mungkin Tasya karena kalau dia mau pasti bilang dulu." ucap Darel.


"Kata nya sih dari Pak Candra. Pak Candra sengaja membeli kan Tasya buah agar lebih sehat." ucap Bibik.


Darel terdiam dia menahan rasa kesal nya.


"Huff Candra lagi! Candra lagi!" ucap Darel kesal. Dia langsung ke kamar melihat keadaan istri nya.


"Tasya kalau kamu sakit lebih baik kita periksa ke dokter saja." ucap Darel melihat Tasya yang hanya tidur.


Darel menghela nafas panjang.


"Itu karena kamu memakan buah yang bukan dari ayah dari janin kamu." ucap Darel.


Tasya menghela nafas panjang dia menoleh ke arah Darel.


"Huff bahas itu lagi, itu lagi," ucap Tasya.


"Bagaimana tidak membahas nya, kamu kemarin makan siang bersama, sementara tadi menerima buah dari nya." ucap Darel.


"Lebih baik kakak memijat pinggang ku dari pada marah-marah tidak jelas!" ucap Tasya menunjukkan pinggang nya. Darel menggeleng kan kepala nya.


"Kakak tidak akan mau." ucap Darel.


"Ini juga anak kakak, jangan berpura-pura tidak ingat hanya karena kecemburuan kakak itu." ucap Tasya.


Darel menghela nafas panjang dia akhirnya mau memijat pinggang Tasya.


"Pak Candra adalah orang yang baik, bahkan dia sangat perduli pada ku, bukan hanya pada ku tapi juga dengan janin ku." ucap Tasya.

__ADS_1


"Apa yang harus kakak cemburu kan pada nya? Dia memperdulikan ku karena aku menurut nya orang yang baik dan paham dia seperti apa. Hanya itu saja, terkadang aku membantu nya dan sekarang dia lebih banyak membantu ku." ucap Tasya.


"Sudah lah kakak tidak mau membahas nya lagi."


"Cemburu Yah?" ucap Tasya, Darel hanya diam saja.


"Kamu tau kalau kakak tidak suka kamu dekat dengan Pria lain, apa lagi dia adalah orang yang sempat mengejar kamu sebelum menikah." ucap Darel.


Tasya mengelus kepala Darel."


"Aku bukan lah perempuan yang tidak Setia, Kakak selalu berfikir aku selingkuh aku dekat dengan pria lain, padahal nyatanya aku tidak berfikir seperti itu." ucap Tasya.


Darel Menghela nafas panjang.


Dia mengelus perut Tasya sambil memasang wajah cemberut.


"Aku tetap tidak suka kamu dekat dengan dia, pokoknya kalau kakak tau lagi, kakak akan marah." ucap Darel.


"Huff kakak selalu marah tiada hari tanpa marah." ucap Tasya.


Darel bersandar ke perut Tasya mendengar kan isi perut Tasya.


"Kenapa kakak dekat-dekat dengan ku? bukan nya kakak tadi marah?" ucap Tasya.


Darel menghela nafas panjang.


"Kakak tidak bisa marah lama-lama sama kamu, kasihan istri aku sama anak kakak." ucap Darel.


Tasya tersenyum.


"Lain kali kakak harus mencari tau dulu informasi yang kakak dapat, aku juga bingung Siapa yang mengirimkan foto itu pada Kakak." ucap Tasya.


Darel hanya diam, dia terus menciumi perut Tasya.


"Percayalah semalaman kakak tidak bisa tidur karena tidak memeluk kamu." ucap Darel.


"Huff itu Artinya kakak pura-pura tidur yah?" ucap Tasya. Darel mengangguk sambil terkekeh saja.


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2