Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 103


__ADS_3

"Apa kakak berfikir kita Akan menikah resmi dan mengumumkan Pernikahan kita ke semua orang?" tanya Tasya.


"Yaa jelas kakak berfikir seperti itu, namun kakak menunggu persetujuan kamu, jika kamu benar-benar yakin kakak Akan mempersiapkan semua nya." ucap Darel.


Tasya tersenyum


"Makasih yah kak sudah pengertian sama aku." ucap Tasya.


"Apa sih yang enggak untuk kamu." ucap Darel mencubit pipi Tasya.


"Kita pulang yok kak, takut Raya dan Stevan nyariin." ucap Tasya karena mereka sudah cukup lama di sana.


Setelah sampai di rumah ternyata anak-anak sudah tidur lagi setelah selesai makan. Tasya mengelus pipi Stevan yang tidur nyenyak di samping kakak nya.


Setelah itu dia berjalan ke arah cermin lemari yang besar.


"Belum tidur?" tanya Darel yang baru saja datang ke kamar dan melihat Tasya yang memerhatikan kalung yang dia pakai sambil tersenyum.


Tasya melihat ke arah Darel.


"Belum kak, kakak kenapa belum tidur?" tanya Tasya Balik sambil melepaskan kunciran rambut nya.


Darel duduk di sofa memerhatikan Tasya yang menghapus makeup nya.


Mereka hanya diam saja. Sehingga Tasya tidak menyadari bahwa Darel ketiduran di sofa.


"Hufff kalau sudah baikan seperti ini dia Akan berpura-pura tidur di sofa setelah itu meminta tidur bersama. Kalau sudah marahan dia Akan kembali tidur sendiri." ucap Tasya mengingat mereka sudah pisah kamar sekarang.


"Tapi sekarang tidak ada salah nya jika kami tidur se kamar hanya saja aku harus tetap waspada." batin Tasya mengingat dirinya Masih perawan.


Keesokan harinya Darel turun ke bawah dengan pakaian rapi.


"Pagi Raya sayang." sapa Darel pada Raya yang duduk di sofa sambil bermain Barbie sementara Stevan Masih tidur.


"Pagi juga Papah."


"Papah minta maaf yah semalam udah marah sama Raya."


"Papah udah gak marah lagi sama Aku?"


Darel menggeleng kan kepala nya.


"Sayang Papah." ucap Raya langsung memeluk papah nya.


"Aku janji gak nakal lagi Pah." ucap Raya, Darel tersenyum.


"Ya udah kalau begitu mandi gih sama suster."


Raya mengangguk dan pergi namun sebelum pergi dia mencium pipi papah nya dulu baru pergi. Darel tampak terkejut karena tidak biasa nya Raya melakukan itu.


"Dia pasti sangat suka ketika wajah kakak bersih." ucap Tasya dari arah meja Makan.


Darel melihat ke arah meja makan.


"Loh kamu gak berangkat ke kampus?" tanya Darel mendekati meja makan.


"Nanti siang Kak. Kakak sarapan dulu nih."

__ADS_1


"Humm sudah lama kamu tidak menyiapkan sarapan seperti ini." ucap Darel langsung mengambil Susu buatan Tasya.


Setelah selesai sarapan Darel pamit berangkat ke kantor.


"Kakak berangkat dulu yah." ucap Darel mengelus kepala Tasya.


Tasya memberikan tas kerja Darel sambil tersenyum.


"Hati-hati."


Darel mencium kening Tasya. Seketika pipi Tasya memerah.


"Jangan pergi menggunakan taksi, aku sudah meminta supir mengantar kan kamu." ucap Darel mengingat kan Tasya yang sangat keras kepala.


Tasya mengangguk saja. Setelah suaminya pergi dia langsung melompat kegirangan seperti orang kesurupan.


"Aaaaaa dia mencium ku." ucap Tasya sambil memegang kening nya.


"Hufff dia sungguh om-om yang menarik hati sekali." ucap Tasya sambil terus bergerak kegirangan.


"Mamah kenapa?" tanya Raya yang dari tadi memerhatikan Mamah nya.


Tasya langsung diam bagaikan patung.


"Heeemm Mamah hanya olahraga." ucap Tasya.


"Oohhh." ucap Raya.


"Ya udah kita masuk yok." ajak Tasya. Mereka pun masuk ke dalam.


Tasya hanya bisa tersenyum.


Namun saat asyik menemani Raya bermain bunyi bel rumah mengganggu mereka karena bel itu tidak biasa berbunyi.


"Bik! Tolong bukain pintu nya dong." ucap Tasya.


"Baik Non Tasya."


Setelah membuka pintu.


"Maaf anda Siapa yah?" tanya Bibi pada pria yang berdiri di depan pintu.


"Ada Pak Darel dengan Tasya?" tanya pria itu.


"Siapa Bik? Kenapa tidak di suruh masuk?"


Tasya melihat ke arah pintu ternyata itu adalah Alex. dia sangat terkejut dari mana Alex tau di sini alamat nya.


"Kak Alex!" ucap Tasya.


"Eh Non Tasya kenal?" tanya Bibik.


"Iyah Bik, ini adalah senior Aku di Bandung kebetulan dia ada tugas di sini, tolong buatin teh dulu yah." ucap Tasya.


"Silahkan masuk kak." suruh Tasya.


"Om Alex." ucap Raya melihat Alex dan meminta gendong.

__ADS_1


"Kakak kenapa bisa sampai ke sini? Kakak tau alamat rumah ini dari mana?" tanya Tasya.


"Sebenernya kakak tadi ke kampus namun katanya kamu tidak datang, kakak meminta alamat kamu dari pengurus Kampus." ucap Alex.


"Oohhh." ucap Tasya.


Tidak beberapa lama minuman pun datang untuk Alex.


"Silahkan di minum dulu kak." ucap Tasya.


Mereka cukup lama berbincang-bincang tidak terasa sudah dua jam Alex pamit pulang.


"Non!" panggil Bibik pada Tasya yang baru saja masuk setelah mengantar kan Alex ke depan.


"Iyah Bik, kenapa?"


"Lain kali teman cowok non Tasya jangan sampai datang ke rumah ini lagi yah," ucap Bibik sedikit tidak enak.


"Kenapa bik?"


"Non tau sendiri pak Darel orang yang sangat cemburu dan curiga an. Saya tidak ingin di saat hubungan non dan bapak sudah baik eh hanya karena salah paham malah marahan lagi." ucap Bibik.


"Humm Bibik benar juga sih, tapi Bibi dengar sendiri kan tadi bukan aku yang kasih alamat tapi dia sendiri yang datang ke kampus dan meminta alamat." ucap Tasya.


"Saya ngeri kalau masalah seperti ini. Apa lagi berhadapan sama Si Bapak." ucap Bibik.


"Saya akan mencoba untuk berbicara pada Senior saya untuk tidak datang ke rumah."


"Bagus tuh non, lebih cepat lebih bagus juga non." ucap Bibik lagi.


Namun tiba-tiba handphone nya yang di atas meja berdering.


"Bibik yakin itu adalah si Bapak." ucap Bibik. Tasya langsung melihat nya dan ternyata dugaan nya benar.


"Iyah, Halo. Assalamualaikum,"


"Walaikumsalam." jawab Darel.


"Kamu masih di rumah?"


"Humm aku Masih di rumah."


"Sebelum kamu ke kampus, boleh mampir ke kantor kakak dulu?"


"Mampir? Mau ngapain kak? jarak kampus ke perusahaan kakak sangat lah jauh." ucap Tasya.


"Kakak merindukan kamu," ucap Darel Dengan nada yang sangat manja.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2