
"Ya ampun Tasya, kenapa tidur di situ." batin Darel.
Seketika dia mau tersenyum melihat kelakuan wanita itu.
Ada kebahagiaan tersendiri pagi ini menurut nya.
Karena tangan nya terlepas dari kaki Stevan dia langsung bangun.
"Sudah siap ngaji nya?" tanya Tasya. Darel mengangguk.
Dia membantu Tasya untuk bangun dan tidur di kasur.
"Kamu bisa tidur lagi kalau ngantuk." ucap Darel dengan lembut menepuk kepala Tasya dengan pelan.
Darel tersenyum setelah itu dia langsung masuk ke kamar mandi membawa handuk namun Tasya Langsung bangun.
"Mana bisa aku tidur seperti ini." ucap Tasya membuka mukenah nya dia pun langsung keluar.
Setelah keluar dia melihat masih sepi seperti nya Bibik dan juga pengasuh belum bangun dia pun memilih kulkas ada sesuatu yang bisa di masak untuk sarapan pagi.
"Wahh mbak udah masak saja." ucap Riski mengejutkan Tasya yang fokus dengan masakan nya.
Dia menoleh ke samping nya ada Adik nya masih dengan baju tidur serta rambut yang masih berantakan.
"Kamu bangun pasti karena lapar kan?" tanya Tasya Riski mengangguk.
"Tunggu yah sebentar lagi pasti masak kok."
Riski mengambil sepotong roti bakar yang sudah di siapkan oleh Tasya tadi.
"Sejak kapan mbakpandai masak?" tanya Riski memerhatikan Tasya yang sudah mulai cekatan dalam hal di dapur.
"Mbak bisa lah sedikit-sedikit, mau bagaimana pun mbak harus pandai juga."
Riski tersenyum.
"Ibu harus tau Mbak sudah bisa masak agar dia tidak terus membenci mbak."
"Gak usah, mbak bisa melakukan ini semua demi Stevan dan Raya dan juga Kak Darel." ucap Tasya sedikit pelan.
Riski tersenyum.
"Humm kalau seperti ini aku akan segera mendapatkan Ponakan lagi nih, mbak sudah mulai perhatian sama kak Darel." goda Riski.
"Ah kamu malah bahas itu, Mbak saja belum kefikiran sampai ke sana, Stevan dan Raya Tumbuh dewasa dan penuh kasih sayang saja sudah membuat mbak senang."
"Tapi aku yakin sih itu hanya kata-kata sementara saja,"
"Maksud kamu?"
"Humm seperti nya tidak lama lagi di rumah ini akan ada tangisan bayi lagi." ucap Riski.
"Rejeki tidak Akan kemana." ucap Tasya berusaha menjawab dewasa. Riski tersenyum memeluk Tasya.
__ADS_1
"Lepaskan mbak, mbak kesusahan memasak seperti ini."
"Aku akan melepaskan kalau kakak mau mendengarkan permintaan ku kali ini."
"Permintaan apa?" tanya Riski.
"Aku ingin punya ponakan dari mbak dan juga kak Darel." ucap Riski dengan suara Manja.
Tasya membalikkan badannya dia menatap wajah adiknya yang tinggi itu.
"Lebih baik kamu fokus dulu sama Kuliah kamu, kakak sudah bilang kakak akan lebih fokus merawat Raya dan Stevan." ucap Tasya.
Riski menghela nafas panjang dia bersender ke dinding sambil terus memerhatikan Tasya.
"Aku takut suatu saat nanti mbak dan Kak Darel berpisah." ucap Riski. Tasya tertegun dia terdiam sambil membalikkan badannya.
"Urusan rumah tangga mbak biar mbak yang pikirkan, mbak tau kamu khawatir tapi percayalah selagi Raya dan Stevan membutuhkan mbak, mbak akan bertahan kalau suatu saat nanti ada masalah." ucap Tasya menyakinkan Adik nya.
Tasya mendekati Riski.
"Ayo lah ganteng jangan terlalu banyak berfikir, hari ini kamu harus nganterin mbak ke kampus kata nya mau lihat-lihat kampus." ucap Tasya mengacak-acak rambut adik nya.
"Baiklah," ucap Riski. Saat keluar dari dapur dia melihat kakak ipar nya Duduk di meja makan.
"Selamat pagi kak." sapa Riski.
"Pagi Ki." jawab Darel dengan lembut.
"Pakai saja yang mana kamu mau, emang kamu mau kemana?"
"Aku mau nganterin mbak Tasya kerja sambil melihat cewek-cewek cantik di kampus." ucap Riski bergurau Darel langsung tertawa.
Mereka sudah sangat dekat dari dulu karena Riski Tiap pulang ke Pekanbaru dia tidur di rumah Kakak ipar nya.
"Hati-hati Loh kalau bermain wanita, ingat ponakan mu ada perempuan." ucap Darel.
Riski langsung tertawa.
"Aman.." ucap Riski sambil duduk di depan Darel.
"Oh iya kak bagaimana hubungan kakak dengan mbak Tasya?" tanya Riski.
"Yah bisa di bilang masih kurang baik, kan kakak sering curhat sama kamu." ucap Darel sedikit berbisik.
"Kakak harus lebih banyak berjuang lagi, humm seperti nya kakak harus lebih banyak Melakukan sifat yang Manja karena Mbak Tasya suka dengan Pria yang sangat manja pada nya namun perkasa saat jauh dari nya." ucap Riski.
"Kakak sudah melakukan itu, namun sepertinya dia sangat risih, kakak juga tidak ingin terlalu membebani nya." ucap Darel.
"Pepet saja terus kak." ucap Riski.
"Humm kalau boleh tau selain pria manja apa lagi kriteria pria idaman Tasya?" tanya Darel.
"Dia tidak suka Pria yang perokok, wajah nya berbulu dan juga tidak suka yang posesif dia sangat suka pria yang perhatian namun sedikit Cuek." ucap Riski.
__ADS_1
Namun tiba-tiba kuping nya di tarik oleh Tasya yang baru Saja datang.
"Aaaaaa.... sakit...." rintih nya.
"Mbak nyuruh kamu mandi! Bukan Malah duduk di sini buruan mandi sana!" ucap Tasya.
"Sakit mbak, lepasin..." ucap Riski. Namun Tasya tidak mau karena dia belum berdiri dari kursi nya.
"Kak Darel Tolong aku." ucap Riski.
"Tasya kasihan, jangan di gituin." ucap Darel.
Tasya melepaskan kuping Riski.
"Buruan mandi!" ucap Tasya. Riski langsung lari.
"Kamu kenapa pagi-pagi udah Emosi aja sih?" tanya Darel.
Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak emosi dan aku juga menarik kuping nya tidak lah sakit dia hanya bersifat manja saja." ucap Tasya sambil tersenyum.
Darel langsung paham dari senyuman Tasya.
"Oohhh pantesan saja Riski bilang dia suka pria manja, namun mungkin dia bersikap seperti itu karena Riski adalah adik nya namun kalau aku sangat lah tidak Bagus kalau aku bersifat manja." batin Darel.
"Kenapa kakak bengong?" tanya Tasya.
"Emm enggak Kok. Kamu masak apa tadi?" tanya Darel.
"Aku bawain ke sini yah." ucap Tasya membawa masakan nya ke meja makan.
Setelah selesai sarapan bersama Tasya langsung ke atas untuk mandi.
Tidak beberapa lama dia keluar dari kamar mandi.
"Loh belum ke kantor juga kak?" tanya Tasya. Darel melihat Tasya memakai handuk keluar membuat nya menelan ludah nya.
"Maaf!" ucap Tasya paham langsung mengambil handuk lain menutup dada nya.
"Nih untuk kamu." ucap Darel memberikan uang pada Tasya.
"Untuk apa kak?" tanya Tasya kaget.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1