Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 125


__ADS_3

"Tapi aku penasaran Siapa pria itu, apa dia adalah kakak laki-laki Tasya? Namun laki-laki itu memperlakukan Tasya seperti kekasih nya."


"Mamah! Papah." panggil Raya.


Tasya yang di bantu berjalan sama Darel hanya diam saja sambil tersenyum.


"Mamah nya kecapean biar istirahat dulu Yah." ucap Darel pada anak-anak nya.


"Iyahh Pah." jawab Raya.


"Kamu ada kegiatan apa sih di kampus sampai kamu kelelahan." ucap Darel sambil membaringkan istri nya.


"Olahraga, aku harus berdiri di depan mengawasi anak-anak itu olahraga karena pelatih nya tidak datang." ucap Tasya dengan nada lemas.


Darel duduk di pinggir kasur dekat kepala Tasya.


"Ya udah kamu istirahat saja."


Darel mengelus kepala Tasya dan mencium kening nya. Tasya karena di belai dia jadi sangat mudah tidur.


"Kamu sudah tidur?" Darel memegang tangan Tasya namun Tasya tidak lagi merespon nya.


Darel mendengar handphone Tasya yang berbunyi.


dia mengeluarkan dari tas Tasya melihat di layar "Pak Candra"


"Siapa ini?" batin Darel. Dia pun membiarkan karena bukan urusan nya, setelah telepon mati langsung masuk pesan.


"Tasya saya mau mengembalikan dompet kamu jatuh waktu kita duduk di kantin tadi."


Darel membaca pesan itu.


"Saya sudah di depan rumah kamu!"


Darel langsung keluar dan melihat Pria yang berdiri di balik gerbang yang tertutup.


"Permisi! Anda yang mau mengantar kan dompet Istri saya?" tanya Darel.


"Istri?" Candra kaget.


"Saya mengembalikan dompet Dosen Tasya. Setau saya dia belum punya suami." ucap Candra.


"Dia istri saya! kami sudah menikah." ucap Darel dengan tegas karena sudah tidak tahan lagi dengan Candra yang sering bersama Tasya.


Candra mendengar itu seperti tidak percaya.


"Mana dompet Istri saya?"


"Saya bisa mengembalikan nya sendiri pada Tasya Pak." ucap Candra.


Darel tiba-tiba menarik dompet Tasya dari tangan Candra.


"Saya tidak tau siapa anda, saya perhatikan akhir-akhir ini anda sering mendekati istri saya dan mengajak nya makan. Saya mau anda jauhi istri saya!" ucap Darel.


Candra hanya diam saja.

__ADS_1


Darel pun pergi meninggalkan Candra yang terdiam.


"Huff ada-ada saja, mungkin dia adalah kakak nya Tasya itu sebab nya dia sangat posesif." ucap Candra.


Darel melihat dompet istri nya memastikan isi nya Masih lengkap.


"Papah boleh gak nanti malam jalan-jalan sama Om Riski?" tanya Raya.


"Jalan-jalan? Tumben banget malam-malam." ucap Darel.


"Kata nya Om Riski mau bawa pacar nya jalan-jalan, tapi dia malu hanya jalan berdua saja aku di ajak deh." ucap Raya.


Darel tertawa kecil.


"Memang yah anak Playboy itu, baru saja di sini sudah mempunyai gebetan." ucap Darel.


"Boleh yah Pah." bujuk Raya.


"Ya udah boleh, biar Stevan sama papah aja."


"Yeii.. Makasih yah Pah."


"Oh iya nak, kamu gak ada cerita apa-apa kan sama Mamah soal kamu pindah kamar?" tanya Darel dengan pelan.


Raya menggeleng kan kepala nya.


"Aku pengen Mamah sama papah lebih akrab dan tidak bertengkar lagi." ucap raya.


"Anak papah memang paling baik." ucap Darel memeluk Raya.


"Hoamm..." Tasya bangun.


"Udah bangun sayang?" tanya Darel dengan lembut sambil tersenyum. Tasya mengangguk dia melihat jam sudah jam delapan malam.


"Aku tidur sangat Lama yah? Aku sangat mengantuk." ucap Tasya sambil mengusap matanya.


Namun dia baru sadar kalau ternyata Stevan ada di sana dan tidur di ketiak Papahnya.


Tasya tersenyum.


"Anak Mamah udah tidur aja jam segini. Seperti nya mereka tidak tidur siang." ucap Tasya sambil mencium pipi Stevan.


Tasya membenarkan tidur Stevan. Namun tiba-tiba Darel menarik Tasya agar tidur di lengan Darel.


"Semenjak kamu kerja anak-anak jauh lebih mandiri sekarang." ucap Darel.


"Kamu saja yang mengatakan seperti itu, mereka masih seperti yang dulu." ucap Tasya. Darel tersenyum.


"Kamu tidak paham yah apa maksud kakak?"


Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Kalau anak-anak sudah mandiri tidak ada salah nya jika kita menambah satu lagi biar ramai dan kakak juga mumpung masih kuat."


Tasya memukul perut Darel.

__ADS_1


"Kakak kebiasaan deh kalau sudah berdua seperti ini membuat aku tidak nyaman dengan pembahasan kakak." ucap Tasya.


Darel tertawa kecil dia mengelus pipi Tasya sambil memeluk nya.


"Stevan saja masih sangat kecil. Kita harus fokus pada mereka berdua buat saat ini." ucap Tasya.


"Iyah sayang kakak paham kok." ucap Darel.


Tasya Sadar kalau Darel sedikit tidak suka dengan jawaban nya.


"Kakak jangan marah yah," Tasya membujuk Darel dan memberikan ciuman di pipi kiri.


"Oh iya tadi seseorang mengembalikan dompet kamu." ucap Darel.


"Hah! Dompet?"


"Iyah dompet kamu kata nya jatuh pas duduk di kantin."


"Itu pasti Tiwi. Kenapa dia tidak singgah?"


"Bukan! Nama nya Candra, aku juga bilang kalau itu adalah dompet istri kakak." ucap Darel.


"Maksud kakak bagaimana?" tanya Tasya heran.


"Kakak bilang kalau kamu sudah menikah." ucap Darel.


Tasya terdiam dia menatap wajah Darel yang sama sekali tidak merasa bersalah.


"Kakak kenapa ngomong seperti itu sama Pak Candra, dia pasti berfikir yang tidak-tidak." ucap Tasya langsung memegang kepala nya yang langsung pusing.


"Aku kesal pada nya yang selalu mendekati kamu, bahkan seperti nya dia mencari tahu kamu tinggal di sini, sekalian saja dia tau pernikahan kita." ucap Darel.


Tasya menghela nafas.


Dia mau marah tapi tidak tega melihat wajah Darel, dan dia juga males berantem. dia hanya bisa Lemas dan meletakkan kepalanya di dada Darel..


"Aku tidak bisa mengatakan apa lagi sekarang." ucap Tasya.


"Kalau kamu di keluar kan dari kampus, kamu bisa bekerja di perusahaan kakak kalau kamu tetap mau mencari uang sendiri."


"Bukan itu masalah nya kak, ini adalah pekerjaan yang aku dan keluargaku impikan. Sekarang aku sudah tidak tau bagaimana kalau bertemu dengan pak Candra besok."


Darel mengelus kepala Tasya.


"Aku tidak bermaksud untuk membuat kamu tidak nyaman karena ungkapan ku, tapi aku percaya dia tidak akan mengumbar kata-kata kakak." ucap Darel.


Tasya yang gak bisa marah sama Darel lagi karena sudah sayang akhirnya dia memilih untuk diam, Darel juga memenangkan nya dengan lembut.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2