
"Kok bisa kak Darel salah paham seperti itu sih." batin Tasya, karena dia tidak enak melihat Darel seperti nya sangat marah dia membuat kopi dan membawa nya ke atas, sebelum masuk dia mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dia pun langsung masuk begitu saja.
Tasya melihat Darel duduk di sofa yang ada di kamar itu. Tasya meletakkan kopi di atas meja..
"Kak minum dulu." ucap Tasya.
"Saya tidak ingin kopi." ucap Darel. Tasya menghela nafas panjang.
"Kakak dengar penjelasan aku dulu, jangan salah paham seperti ini." ucap Tasya.
"Aku suami kamu Tasya! kalau pun kamu tidak menganggap seperti itu setidaknya kamu menghargai perasaan saya." ucap Darel.
"Kakak cemburu yah?" tanya Tasya sambil memasang wajah genit.
Darel seketika gagap.
"Enggak! Ngapain saya Cemburu." ucap Darel.
"Humm maka nya dengar dulu aku ngomong. Kakak sudah lebih Tua namun masih saia merajuk." ucap Tasya.
Darel menatap Tasya. Tasya tersenyum dia memegang tangan Darel.
"Mau yah dengerin aku jelasin dulu, janji jangan marah." ucap Tasya.
Darel menatap tangan nya.."Berada di dekat Tasya seperti ini aku baru merasakan jatuh cinta kembali seperti dulu, Aku juga tidak paham kenapa aku cemburu seperti anak kecil." batin Darel.
Dia menghela nafas panjang.
"Baiklah!" ucap Darel. Tasya tersenyum.
Dia mau melepas kan tangan Darel namun di tahan oleh Darel, Tasya menatap Darel.
"Maaf!" ucap Darel langsung melepaskan nya.
"Mungkin Kakak sudah tau kalau cita-cita ku setelah lulus mau jadi Dosen. Sekarang aku mempunyai peluang untuk jadi Dosen di salah satu universitas di sini, pria yang tadi dia adalah orang yang akan membantu aku masuk ke sana." ucap Tasya.
Darel terkejut dia menatap Tasya..
"Kamu akan bekerja sebagai Dosen?" tanya Darel, Tasya mengangguk.
"Ini adalah cita-cita Ayah, mungkin dengan cara ini ayah bisa menganggap aku. Dengan cara ini juga mereka bisa memaafkan aku." ucap Tasya.
Darel terdiam dia tidak bisa memberikan kata-kata.
"Kakak sebagai suami aku, aku mau Ijin sama Kakak." ucap Tasya.
"Kenapa kamu harus bekerja? Bukan kah uang yang kakak cukup? kenapa harus Dosen?" tanya Darel.
__ADS_1
Tasya menghela nafas panjang.
"Kakak sudah mendengar alasan ku." ucap Tasya.
"Kalau kamu mau bekerja kamu bisa masuk di perusahaan kakak, kamu bisa memilih di bidang apa saja." ucap Darel.
"Aku mohon kakak dukung aku kali ini, jangan mematahkan semangat ku, tidak ada satu pun orang yang mendukung dan menyemangati aku." ucap Tasya.
Darel menghela nafas panjang. Dia menatap wajah Tasya dengan sangat dalam.
"Kalau kamu bekerja jadi Dosen kamu tidak akan punya waktu banyak untuk Anak-anak. Mereka lagi butuh kasih sayang pengganti ibu nya." ucap Darel.
Tasya menghela nafas panjang.
"Aku mohon jangan membebani aku dengan alasan mereka, aku tidak bodoh membiarkan mereka begitu saja." ucap Tasya.
Darel menunduk kan kepala nya.
"Atau jangan-jangan kakak takut aku sibuk bekerja?" ucap Tasya. Darel hanya diam saja.
"Kakak tenang saja, aku bisa mengatur waktu ku sebisa mungkin. Aku juga akan meluangkan waktu untuk kakak Sama anak-anak." ucap Tasya.
Darel memegang tangan Tasya.
Tasya kaget.
Tasya tercengang dia menatap Darel.
Namun tiba-tiba Darel melepaskan tangan nya.
"Kakak Mandi dulu." ucap Darel langsung pergi. Tasya yang masih terdiam hanya bisa memikirkan kembali kata-kata Darel jantung nya seketika berdebar.
"Kak Darel bilang apa? Apa aku tidak salah dengar. Ternyata bukan aku saja yang merasakan itu." batin Tasya.
Seketika pipi nya langsung merah dia keluar.
"Aaaaa ini sangat membuat hati tidak nyaman." ucap nya masuk ke kamar.
Dia pun langsung mandi hati nya sangat senang. Darel di kamar mandi dia bercermin.
"Darel kenapa kamu harus ngomong seperti itu sih, kan aku jadi malu." ucap nya pada diri nya sendiri.
Tidak beberapa lama dia pun keluar dari kamar mandi dia tidak melihat Tasya dia menghabiskan kopi sambil tersenyum.
"Tapi apa dia akan jadi ilfil yah sama ku, dia pasti geli mendengar kata-kata ku, mana ada wanita secantik dan sepintar dia mau mencintai pria anak dua seperti ku." batin Darel.
Dia duduk di sofa sambil membuka Tab nya.
__ADS_1
Hari semakin malam Darel di dalam kamar nya tidak bisa tidur sama sekali karena sudah terbiasa tidur di kamar anak-anak.
Dia mau kesana namun malu. Dia tidak kuat melihat wajah Tasya.
Namun karena tidak bisa tidur dia takut berangkat kerja telat akhirnya dia membawa bantal nya.
Dia membuka pintu perlahan namun ternyata Tasya sudah tidur.
Darel bingung dia Mau tidur di Mana karena mereka memenuhi kasur dengan berbagai gaya.
"Tasya! Tasya!" panggil Darel pelan membangun kan Tasya.
Tasya perlahan membuka mata nya.
"Kakak! Kenapa belum tidur?" tanya Tasya.
"Kakak tidak bisa tidur sendiri." ucap Darel. Tasya berusaha untuk bangun namun Stevan langsung menangis.
Darel memberikan susu. Tasya melihat jam sudah jam Satu malam.
Tasya melihat Kasur sebesar itu penuh sama mereka. Akhirnya Tasya membenarkan tidur Raya dan Stevan ke tengah.
"Kakak bisa tidur di situ." ucap Tasya. Darel mengangguk. Seperti nya Tasya Masih setengah sadar setelah membaringkan tubuhnya dia langsung tidur sementara Stevan masih merengek-rengek.
Darel terpaksa menenangkan nya dulu namun Stevan tetap saja tidak mau, Darel membawa Stevan keluar agar raya dan Tasya tidak terbangun.
Namun di luar Darel dan Stevan malah tertidur di sofa.
Tasya yang sadar di pelukan nya adalah raya bukan Stevan dia langsung bangun dia mencari ke kamar Darel namun tidak ada dia turun ke bawah ternyata ada dua bawah.
Tasya membangun kan suami nya agar kembali ke kamar. Sampai di kamar Darel sudah sangat mengantuk dia tidur di samping Tasya.
Akhirnya mereka tidur begitu nyeyak malam itu.
Keesokan harinya Di shubuh hari, Darel bangun dia sadar kalau Tasya ada di pelukan nya.
"Astaghfirullah!" ucap nya kaget langsung melepaskan tangan nya dari pinggang Tasya.
.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***