
Pak Ahmad terdiam.
"Aku tidak habis pikir kenapa Ayah tega Sam istri sendiri seperti ini." ucap Tasya. "Ayah tidak bermaksud seperti itu. Ayah minta maaf, kemarin ibu sehat-sehat saja." ucap pak Ahmad.
Tasya menghela nafas panjang.
"Ibu Marah pada ku tadi siang Ayah, aku tidak tau salah ku apa, dia mengatakan kalau dia sakit seperti ini karena aku dan ulah ayah." ucap Tasya. Pak Ahmad mendekati Tasya dan memeluk nya. "Ini salah Ayah, kamu tidak salah apa-apa nak, jangan terlalu ambil hati." ucap pak Ahmad.
Tasya memeluk ayahnya.
"Aku sangat khawatir pada Ibu ayah." ucap Tasya. "Iyah Ayah tau kok. kita berdoa yang terbaik saja untuk ibu." ucap Pak Ahmad mengelus pundak anak nya.
"Apa yang harus aku lakukan Ayah? Aku sudah tidak mempunyai cara agar Ibu menyanyangi aku." ucap Tasya.
"Maafkan Ayah nak, ini semua karena Ayah, karena ayah kamu jadi di benci oleh Ibu kamu." batin pak Ahmad.
"Ya udah kamu istirahat sana, biar ayah yang ngomong sama Ibu." ucap pak Ahmad.
"Jangan Ayah! Aku takut kalau ibu semakin di ajak berbicara dia emosi dan sakit lagi." ucap Tasya.
"Ayah hanya memeriksa keadaan nya saja, kamu jangan khawatir pergi lah istirahat, justru kamu yang harus banyak istirahat." ucap pak Ahmad.
Tasya mengangguk akhirnya dia pun kembali ke kamar. Pak Ahmad masuk pelan-pelan ke kamar.
Dia melihat istrinya sudah tidur menyamping. Sebelum tidur pak Ahmad bersih-bersih badan dan setelah itu mau tidur ke kasur.
"Buk.." panggil Pak Ahmad dengan lembut duduk di pinggir kasur. Namun buk Adel langsung berbalik membelakangi Pak Ahmad.
"Maaf Ayah baru pulang, ini demi kebaikan hubungan kita karena semakin sering kita bertengkar itu tidak baik untuk kita." ucap pak Ahmad.
Buk Adel tetap diam. Pak Ahmad menaikkan kaki nya.
"Aku mau tidur sendirian." ucap buk Adel. pak Ahmad kembali menurunkan kaki nya.
"baiklah kalau begitu, ayah Akan tidur di luar." ucap pak Ahmad membenarkan selimut istri nya.
"Aku tidak mau melihat Tasya di rumah ini dan ayah juga." ucap buk Adel.
Pak Ahmad menoleh ke arah buk Adel.
"Ibu jangan terlalu banyak berfikir agar ibu cepat sembuh." ucap Pak Ahmad dan segera keluar.
Buk Adel tiba-tiba menangis. Dia terus membayangkan masa-masa pertemanan nya di waktu SMA.
__ADS_1
Di kamar Tasya duduk sendirian di balkon kamar nya.
"Ini sudah malam sayang, di sini sudah sangat dingin ayo istirahat." ajak Darel.
Tasya tersenyum menatap Darel.
"Bagaimana sih rasanya di sayang oleh Ibu? Aku tidak pernah merasakan kasih sayang yang begitu tulus dari seorang ibu." ucap Tasya.
Darel duduk di samping Tasya, kedua nya menatap bulan yang cerah.
"Kakak tidak tau persis karena kakak sangat jarang tinggal dengan orang tua kakak, sejak kecil kakak sudah di ajar kan mandiri oleh papah."
"Tapi setau kakak kasih sayang seorang ibu itu adalah kasih sayang yang begitu hangat, Ibu adalah seorang malaikat hidup bagi anaknya." ucap Darel.
Tasya tersenyum.
"Aku tidak kurang kasih sayang tapi aku sangat ingin di sayangi oleh seorang ibu." ucap Tasya. Darel menggenggam tangan Tasya.
"Aku yakin suatu saat nanti kamu pasti merasa kan nya." ucap Darel. Tasya mengangguk dia bersender ke bahu Darel.
"Sudah malam lebih baik kita tidur yok." Ajak Darel. Tasya mengangguk, mereka pun masuk untuk istirahat.
Keesokan harinya Darel berangkat kerja, sementara Tasya di rumah Ibu nya mengurus anak-anak nya.
"Sangat beruntung yah mereka mendapatkan ibu pengganti seperti non Tasya." ucap Bibik.
"Pagi Nak." sapa Pak Ahmad baru keluar dari kamar pakaian rapi.
"Ayah mau berangkat kerja lagi?" tanya Tasya, pak Ahmad mengangguk. "Ayah pulang kan?" tanya Tasya, pak Ahmad mengangguk lagi.
"Bagaimana dengan ibu Ayah?"
"Ibu belum mau ngomong sama Ayah, dia juga marah pada Ayah dan meminta ayah tidur di luar." ucap pak Ahmad.
Tasya menghela nafas panjang.
"Ya udah Ayah sarapan dulu." ucap Tasya. sambil memberikan sarapan pak Ahmad.
"Apa hari ini kamu tidak kerja?" Tasya menggeleng kan kepala nya. Tasya tidak ke kampus karena tidak ada jadwal nya hari ini.
"Ya udah Kalau begitu Ayah berangkat dulu yah." ucap pak Ahmad menyalim tangan Tasya.
"Ayah pulang kan?" tanya Tasya. Pak Ahmad mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iyah Ayah pulang kok." ucap Pak Ahmad. Tasya pun mengijinkan Ayah nya pergi.
Tasya membawa sarapan untuk buk Adel. Buk Adel ternyata baru saja dari kamar mandi.
"Ibu sarapan dulu yah." ucap Tasya meletakkan sarapan di atas meja.
"Kenapa kamu masih di sini? lebih baik kamu pulang Ibu sudah baikan sekarang." ucap buk Adel. Tasya tersenyum.
"Aku tidak akan pergi sebelum ibu sembuh total, sekeras apapun Ibu mengusir ku aku tidak akan pergi." ucap Tasya.
Buk Adel melihat sarapan yang di bawa oleh Tasya.
"Mulai sekarang Ibu akan sarapan di luar, jangan bawa sarapan atau makan ke kamar lagi." ucap buk Adel.
"Ya udah kalau begitu Ibu sarapan dulu yah." ucap Tasya mau menyuapi buk Adel namun langsung di ambil oleh buk Adel.
"Ibu sudah bisa sendiri." ucap buk Adel. Tasya hanya diam memerhatikan buk Adel memaksa untuk bisa walaupun terlihat dia masih sangat lemah.
"Ya Allah buk, kesalahan apa yang aku perbuat sehingga ibu sangat membenci ku? Bahkan ibu berpura-pura sembuh agar aku segera pergi dari sini." batin Tasya.
Hanya beberapa suap saja buk Adel tidak mau melanjutkan makan lagi. "Kenapa buk?" tanya Tasya. Ibu sudah kenyang." Tasya memberikan minum dan juga obat.
"Ibu mau mandi? Aku akan membantu nya." ucap Tasya.
buk Adel langsung menggeleng kan kepala nya.
"Ibu mandi dengan Bibik saja." ucap buk Adel.
"Kenapa harus dengan Bibik Buk? Bibik sangat sibuk dengan pekerjaan nya yang lain, justru dengan anak sendiri jauh lebih bersih dan nyaman." ucap Tasya.
Bu Adel menatap Tasya.
"Ibu bilang mau Sam Bibik, jangan memaksa Ibu melakukan apa yang tidak ingin ibu lakukan." ucap buk Adel.
Tasya terdiam.
"Ya udah kalau begitu aku akan keluar, aku minta maaf sudah membentak Ibu." ucap Tasya langsung keluar dengan wajah putus asa.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***