Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 264


__ADS_3

Sungguh kejutan pada nya karena mereka sengaja tidak Memeriksa jenis kelamin Anak nya.


"Alhamdulillah ya Allah." ucap Darel dia bersujud syukur. Darel mengendong Putra nya sambil tersenyum.


Dia mengazani putra kecil nya dengan suara yang merdu masuk ke telinga.


Setelah itu bayi di bawa ke ruangan nya.


"Bagaimana dengan istri saya Dok?" tanya Darel.


"Istri bapak pendarahan hebat, dia juga kehilangan tenaga. Tapi kami sudah mengatasi nya Bapak tidak perlu khawatir, istri bapak Akan segera sadar." ucap dokter.


Darel keluar dari ruangan itu. karena Tasya mau di pindahkan ke ruangan ICU untuk sementara.


"Apa yang terjadi pada Tasya?" tanya Bu Mita. "Tasya pendarahan Bu, dia banyak kehilangan darah dan juga kehilangan tenaga." ucap Darel.


Candra yang mendengar itu terdiam. Dia menghela nafas panjang sambil memegang kepala nya.


Tidak beberapa lama Bayi nya keluar. Keluarga di persilahkan untuk menggendong bayi itu. Nenek nya mengendong Bayi tersebut.


"Mirip sekali dengan Nak Darel." ucap Pak Ahmad. Darel tersenyum.


"Hidung mancung, bibir tipis, pipi yang sangat bulat rambut yang begitu lebat." ucap Bu Tima.


Darel sangat senang.


Sementara Candra hanya bisa duduk Diam.


"Nak Candra lihatlah." ucap Bu Mita.


Candra tersenyum dia berdiri dan mendekati bayi itu. Darel pun sedikit mundur. Candra tersenyum.


"Terimakasih sudah menjaganya Tasya di masa hamil nya. Ibu, bapak semua keluarga mengucap kan terimakasih yang sangat banyak untuk kamu." ucap Bu Tima.


Candra tersenyum. "Boleh saya mengendong nya?" tanya Candra. Bu Mita menoleh ke arah Darel. Darel mengangguk.


Candra membawa bayi itu ke gendongan nya dia tersenyum.


Tidak Lama Candra mengembalikan bayi itu pada Nenek nya.

__ADS_1


Keesokan harinya Tasya sudah di pindahkan ke ruangan rawat inap. Darel datang membawa bayi nya. Tasya melihat bayi nya dia tersenyum. Darel membuat Bayi itu berbaring di samping Tasya.


"Anak mamah." ucap Tasya mencium Anak nya sambil menangis. Dia tidak bisa menahan rasa senang campur sedih nya.


Dia memberikan Anak nya untuk minum dari air Asi nya sendiri. Namun mungkin karena Masih baru tidak ada air nya.


Tasya melihat Darel. "Bagaimana bisa kakak di sini?" tanya Tasya. Darel terdiam sejenak dia seperti gugup untuk berbicara. Sebenarnya dia tidak mau masuk bertemu dengan istri nya langsung namun ibu mertua nya memaksa Darel untuk masuk membawa anak nya.


"Kakak kembali untuk menagih surat cerai itu kan? Aku akan segera menandatangani nya. karena aku sudah melahirkan." ucap Tasya.


"Maksud kamu surat cerai bagaimana?" tanya Darel. "Kakak tidak perlu berpura-pura tidak tau." ucap Tasya.


Darel terlihat sangat bingung. "Di dunia ini aku baru bertemu dengan pria seperti kakak. pria yang berani mengurus surat cerai di waktu istri nya hamil tua." ucap Tasya.


"Kakak tidak mengerti apa yang kamu bicarakan, apa yang kamu maksud?" tanya Darel.


"Kau benci sama kakak, aku sangat membenci kakak, aku tidak mau melihat kakak sekarang terimakasih sudah memenuhi janji kakak untuk menemani di persalinan ku dan juga sudah Mengazani anak ku. Sekarang kakak bisa pergi, aku tidak akan pernah membebani kakak lagi." ucap Tasya.


Tasya dengerin penjelasan kakak dulu, ini tidak seperti yang kamu pikirkan." ucap Darel.


"Apa yang perlu aku dengar Kan lagi kak? Apa aku harus mendengarkan semua cerita kakak tentang orang tua Kakak?" ucap Tasya. Darel langsung terdiam.


Darel memegang tangan Tasya namun Tasya melepaskan nya.


Tidak beberapa lama Candra masuk ke dalam.


"Bawa dia keluar dari sini. Aku tidak mau melihat nya." ucap Tasya. Candra melihat Darel. Darel tidak bisa melakukan apapun melihat kondisi Tasya dia harus menyerah.


Akhirnya dia keluar. Sebelum keluar dia sangat cemburu melihat Candra yang memenangkan Tasya. Darel keluar. Dan ternyata Tania sudah ada di sana.


"Tania! Kenapa kamu ada di sini?" tanya Darel menarik Tania jauh dari Sana.


"Sakit." ucap Tania. "Aku sudah bilang aku Akan segera kembali, kenapa kamu malah mengikuti ku sampai ke sini?" tanya Darel.


"Aku harus memastikan kalau kamu tidak balikan lagi dengan wanita itu. Sekarang kamu sudah bisa mengurus surat cerai untuk Kalian." ucap Tania.


"Aku bisa mengurus nya sendiri. Kamu tidak perlu ikut campur." ucap Darel dengan Kesal.


Tania menghela nafas panjang. "Ya udah kalau begitu ayo pulang. Kenapa kamu harus berlama-lama di sini?" tanya Tania.

__ADS_1


"Sebentar lagi Tania. Saya masih ingin melihat anak ku." ucap Darel.


"Kamu sudah di sini dari malam tadi, aku di apartemen sendirian. Kamu berjanji pulang ke sini tidak Akan mengunjungi nya. Bagaimana kalau Tante Tima tau?" tanya Tania mengancam.


"Sebenarnya aku yang harus bertanya sama kamu Tania. Siapa yang mengirimkan surat cerai yang palsu pada Tasya?" tanya Darel.


"Surat cerai? Aku tidak tau apa-apa." ucap Tania.


"Jangan berpura-pura tidak tau, ini pasti ulah kamu Sama Mamah kan?" tanya Darel. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak tau apa-apa tentang Surat cerai palsu, aku baru saja mengatakan kalau kamu harus mengurus surat cerai." ucap Tania.


"Saya sangat kecewa dengan kamu, kamu sungguh keterlaluan, Sekarang Tasya salah paham pada ku. Dia mengira aku yang mengurus itu waktu dia sedang hamil." ucap Darel.


"Lagian kenapa sih? kan kamu sama dia sudah mau berpisah, Apa lagi yang harus kamu khawatir kan." ucap Tania.


"Aku masih mencintai Tasya, aku mencintai istri ku, dan kami belum Berpisah." ucap Darel. "Jangan berani-berani untuk melanggar semua perjanjian kamu dengan Tante Tima Darel. Dia bisa marah besar." ucap Tania.


"Jangan membawa-bawa Mamah di sini, kamu tidak boleh melarang pun aku mau pergi. Lebih baik kamu mencari kegiatan sendiri dari pada kamu harus mengganggu saya di sini." ucap Darel.


"Aku tidak akan pergi kemana pun aku Akan selalu bersama kamu." ucap Tania. Darel menghela nafas panjang.


"Papah!" panggil Raya dan Stevan.


Darel langsung memeluk mereka berdua yang Berlari ke arah nya.


"Papah sangat merindukan kalian. Bagaimanapun kabar kalian di sini nak?" tanya Darel.


"Baik-baik saja Pah, papah bagaimana kabar Papah? Kenapa papah kelihatan nya sangat kurus?" tanya Raya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2