Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 182


__ADS_3

"Ibu tidak mau Makan siang, saya juga tidak tau karena apa." ucap Bibik. Tasya langsung masuk dan melihat Raya dan Stevan tidur Siang di kasur Ibu nya.


"Ibu kenapa tidak mau makan siang? Bagaimana kalau kesehatan ibu turun lagi?" tanya Tasya.


"Sssstt!!" Buk Adel meletakkan jari nya di bibir meminta Tasya diam, dia menepuk-nepuk pantat Stevan agar tidur.


Tasya menghela nafas panjang. Dia keluar memanggil suaminya. "Kakak ngapain sih di sini bekerja tidak jelas? Stevan sama Raya malah tidur di kamar Ibu." ucap Tasya.


Darel menoleh ke arah Tasya.


"Kamu kenapa marah-marah sayang? Mereka sendiri yang mau di kamar Ibu." ucap Darel.


"Ibu tidak mau makan siang bagaimana aku tidak kesal, wajah nya sudah terlihat pucat." ucap Tasya.


Darel mendekati istri nya.


"Jangan marah-marah, mungkin ibu mau nya makan siang sama kamu, buktinya sama kamu mau makan kan?" ucap Darel.


"Humm lebih baik kakak pindahin mereka dulu deh, aku bakalan bicara sama ibu." ucap Tasya. Darel mengangguk dia mengelus perut Tasya.


"Jangan marah lagi yah sayang tidak baik untuk bayi kita nanti." ucap Darel mencium kening Tasya. Tasya hanya diam dia mengikuti Darel ke dalam kamar.


"Kenapa di pindahin?" tanya buk Adel pada Darel.


"Biar lebih nyaman tidur di kamar aku Buk." ucap Tasya. buk Adel pun diam.


Setelah di pindahkan Tasya kembali membawa makan siang untuk Ibu nya.


"Kenapa ibu tidak mau makan siang?" tanya Tasya. "Ibu tidak berselera." ucap buk Adel. "Yakin tidak berselera? ibu mau di suapin sama aku yah?" tanya Tasya sambil tersenyum.


Buk Adel diam.


"Aku hanya bercanda buk, tapi walaupun tidak berselera ibu harus makan teratur sedikit atau banyak yang penting Ibu harus makan." ucap Tasya.


"Ayo buka mulut nya Buk." ucap Tasya. Namun buk Adel menggeleng kan kepala nya.


"Ibu tidak berselera." ucap Buk Adel. "Kalau ibu tidak makan ibu akan sakit lagi, emang ibu mau sakit terus seperti ini?" tanya Tasya.


Buk Adel hanya diam.


"Ibu mau di masakin apa biar mau makan? Atau mau memesan makanan dari luar?" tanya Tasya.


"Ibu tidak mau makan sekarang, ibu gak lapar jangan paksa ibu, tidak perlu sok perhatian sama ibu." ucap buk Adel.

__ADS_1


Tasya terdiam. Darel baru saja datang membawa minun untuk mertua nya.


"Ibu kenapa selalu berfikir negatif sih sama aku? Aku tulus merawat ibu, tapi kenapa ibu berfikir seperti itu? Aku hanya ingin ibu cepat sembuh." ucap Tasya.


"Sudah-sudah kalau ibu tidak mau makan jangan di paksa Tasya." ucap Darel.


"Aku hanya ingin cepat ibu sembuh, setelah itu ibu mengusir aku atau membenci ku lagi aku tidak akan keberatan." ucap Tasya.


"ibu sakit seperti ini karena kamu, karena ulah ayah kamu. Lebih baik ibu tidak melihat kamu seumur hidup ibu." ucap Buk Adel.


Tasya terkejut dengan kata-kata ibu nya.


"Aku salah apa buk? Aku hanya ingin ibu cepat sembuh, apa aku salah?" ucap Tasya.


"Sudah sayang jangan di jawab Terus. Ayo keluar." ajak Darel. "Gak kak, ibu harus makan dia bisa sakit parah lagi kalau tidak mengisi perut nya." ucap Tasya.


Saat mau menyuapi Ibu nya, buk Adel menepis sendok dan piring makanan yang di tangan Tasya sehingga semua nya berserak.


."Pergi dari rumah saya! Pergi!" ucap buk Adel. Tasya tidak bisa mengatakan apapun hanya bisa menangis dan di bawa oleh Darel keluar.


"Ada apa Pak. Kenapa ribut-ribut? Apa Ibu marah-marah lagi?" tanya Bibik.


"Tolong di bersihkan semua yang berantakan di kamar yah bik." ucap Darel, dia membawa istri nya ke sofa.


"Aku tidak habis pikir pada ibu, aku tidak ada berniat apapun selain fokus pada kesehatan nya." ucap Tasya sambil menangis, Darel langsung memeluk Tasya.


"Sudah jangan nangis, nanti bicara lagi sama ibu." ucap Darel. Tasya memeluk Darel.


"Kata ibu karena aku dia sakit, apa yang aku lakukan? Aku tidak merasa salah apapun, kalau aku memang salah kenapa ibu tidak memberi tahu ku?" ucap Tasya sambil terus terisak-isak.


Di malam hari nya Tasya keluar dari kamar.


"Bik bagaimana dengan ibu?" tanya Tasya.


"Ibu sama sekali belum mau makan, bahkan dia mengabaikan saya non." ucap Bibik.


Tasya menghela nafas panjang.


"Ya udah deh Bik biarkan saja dulu." ucap Tasya.


"Tapi Ibu bukan sekali ini saja seperti itu Non, bapak tidak betah di rumah karena ibu selalu marah-marah tidak jelas." ucap Bibik.


"biasa nya apa penyebab nya Bik?" tanya Tasya.

__ADS_1


"Saya juga kurang tau non, non juga tau kalau saya di sini baru Empat tahun. Saya ke sini ibu Sudah seperti ini dia tidak pernah cerita apapun." ucap Bibik.


Tasya menghela nafas panjang.


"Saya sangat khawatir Ibu tidak mau makan bik." ucap Tasya.


Bibik mengelus tangan Tasya.


"Non Tasya juga jangan terlalu kecapean karena hamil di masa muda sangat mudah kecapean." ucap Bibik. Tasya mengangguk.


"Ya udah Bibik istirahat duluan aja, aku melihat ibu ke kamar dulu." ucap Tasya. Bibik mengangguk. Tasya mau ke kamar ibu nya namun ternyata Pak Ahmad baru saja pulang.


"Ayah dari mana?" tanya Tasya.


"Loh kamu di sini nak? Kok kamu gak ngabarin Ayah?" tanya pak Ahmad.


"Justru aku yang harus bertanya Ayah dari mana? Kenapa sudah dua hari Ayah tidak pulang?" tanya Tasya.


"Ayah.. Ayah.."


"Kenapa Ayah sangat tega meninggalkan Ibu begitu saja di sini? Dia sakit seperti ini Ayah tidak mau tau dan tidak perduli." ucap Tasya.


Pak Ahmad terdiam.


"Aku tidak habis pikir kenapa Ayah tega Sam istri sendiri seperti ini." ucap Tasya. "Ayah tidak bermaksud seperti itu. Ayah minta maaf, kemarin ibu sehat-sehat saja." ucap pak Ahmad.


Tasya menghela nafas panjang.


"Ibu Marah pada ku tadi siang Ayah, aku tidak tau salah ku apa, dia mengatakan kalau dia sakit seperti ini karena aku dan ulah ayah." ucap Tasya.


Pak Ahmad mendekati Tasya dan memeluk nya.


"Ini salah Ayah, kamu tidak salah apa-apa nak, jangan terlalu ambil hati." ucap pak Ahmad.


Kepoin cerita baru author yang berjudul "Aku jatuh cinta pada kakak ku." Jangan lupa tinggalkan jejak yah kak, di tunggu kedatangan nya 😇


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2