Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 198


__ADS_3

"Ibu mohon Jangan Banding- bandingkan dia dengan Raya dan Stevan nanti." ucap buk Adel, Tasya tersenyum.


"Ibu jangan khawatir, aku akan tetap memperlakukan mereka dengan sama, aku tidak akan pernah berubah aku akan terus menyanyangi mereka." ucap Tasya.


"Kamu akan berbicara seperti itu sekarang, namun kita tidak tau apa yang terjadi di kemudian hari." ucap buk Adel, seketika Tasya langsung terdiam.


Buk Adel mengingat waktu itu dia berjanji pada suami nya untuk menjaga Tasya seperti anaknya sendiri, namun nyatanya tidak.


Tasya memegang tangan Ibu nya.


"Ibu percaya pada ku, aku akan selalu menyanyangi mereka walaupun nanti anak ku sudah lahir, karena aku tau sakit nya yang tidak merasakan kasih sayang ibu dan juga di Banding- banding kan." ucap Tasya.


Buk Adel diam dia melepaskan tangan Tasya.


Tasya Sadar kalau tidak ibu nya tersinggung.


"Aku tidak ingin mereka merasakan seperti apa yang Aku rasakan. Mereka tidak salah apa-apa." ucap Tasya. Buk Adel Menatap Tasya.


"Seseorang melakukan itu ada sebabnya, ada masalah atau kesalahan di masa lalu." ucap buk Adel.


"Karena apa ibu membenci ku? aku salah apa sama ibu? Untuk apa Aku di lahir kan kalau aku akan menerima kepedihan hidup dan sama sekali tidak di anggap oleh ibu ku sendiri." ucap Tasya menahan tangis.


"Ibu tidak menginginkan kamu lahir, ibu sama sekali tidak menginginkan kamu, ibu membenci kehadiran kamu di kehidupan ibu, kamu membuat ibu setiap hari menderita." batin Buk Adel.


"Jawab buk! Jawab! Apa yang telah aku lakukan sehingga ibu sangat membenci ku." Tasya tidak bisa menahan air mata nya.


"Aku tidak pernah pulang ke rumah aku selalu di rumah Omah dan Opah dari kecil. Setiap aku pulang tidak ada yang memperdulikan aku selain mbak Amel. Dan sekarang dia sudah pergi sama sekali tidak ada yang perduli pada ku." ucap Tasya.


"Kamu merasakan itu karena Karma dari seseorang!" ucap Buk Adel. "Aku tidak mengerti apa yang ibu maksud, aku mohon beri tahu aku apa yang terjadi, apa yang harus aku lakukan agar ibu memaafkan aku." ucap Tasya.


"Kamu tidak perlu melakukan apapun. Ibu hanya tidak ingin melihat kamu, semakin ibu melihat kamu, semakin ibu menderita." ucap buk Adel.


Tasya sangat terpukul dengan kata-kata Ibu nya itu.


"Kenapa ibu berbicara seperti itu? Apa kah aku bukan anak kandung ibu? Apa kah aku bukan anggota keluarga Ibu?" tanya Tasya.

__ADS_1


Buk Adel, sementara Tasya sudah menangis terisak-isak.


"Kenapa kamu menangis nak?" tanya Pak Ahmad baru datang dan melihat Tasya menangis.


Tasya langsung memeluk Ayah nya.


"Apa yang di katakan oleh Ibu mu? Apa dia mengatakan hal yang menyakiti perasaan kamu?" tanya Pak Ahmad.


Tasya tidak menjawab apapun selain menyembunyikan wajahnya di pelukan ayah nya.


"Apa yang kamu katakan pada Tasya? Jangan membawa-bawa putri ku dalam masalah mu, jangan pernah salah kan dia, sudah cukup selama ini kamu menghasut ku untuk membenci putri ku sendiri." ucap pak Ahmad marah.


Buk Adel sama sekali tidak perduli dia membelakangi mereka dan pura-pura tidur walaupun sebenarnya hati nya sangat sakit mendengar Suami nya Itu.


"Ayo nak lebih baik kita keluar dari sini, untuk apa kamu perduli pada ibu yang tidak pernah menganggap kamu." ucap pak Ahmad menarik tangan Tasya.


"Maaf Ayah, tapi aku harus di sini jagain Ibu, aku tidak mau meninggalkan nya." ucap Tasya.


"Kamu lihat betapa Ibu membenci kamu, untuk apa kamu di sini?" tanya pak Ahmad lagi. Tasya menatap ibunya.


"Tidak perlu repot-repot kamu membawa Ibu mu ke sana, dia tidak akan pernah menganggap kamu Atau kebaikan kamu pada nya." ucap pak Ahmad.


"Maaf Ayah, tapi aku sebagai anak sudah tugas ku menjaga orang tua ku." ucap Tasya. Pak Ahmad Menghela nafas panjang.


"Tidak ada gunanya, karena dia bukan orang tua kamu, orang tua mana yang tidak menganggap anak nya sendiri. Bahkan kamu sudah capek lelah mengurus nya percuma saja!" ucap Pak Ahmad.


"Lebih baik kalian berdua keluar dari sini! Kalian membuat kepala ku semakin pusing!" ucap buk Adel. Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak mau pergi." ucap Tasya.


"Ayo keluar! Jangan pernah datang ke sini lagi!" ucap Pak Ahmad menarik tangan Tasya namun Tasya tidak mau. Dia menahan diri nya karena pak Ahmad sangat kuat menarik nya akhirnya dia menarik tangan buk Adel agar ada tahanan.


"Aku tidak mau pergi Ayah! Aku tidak mau." ucap Tasya. Pak Ahmad tetap ingin membawa Tasya, dia tidak tegas melihat putrinya menangis karena istri nya itu.


"Auh!!! Aaaa sakit!!" perut Tasya tiba-tiba sakit.

__ADS_1


Buk Adel dan juga pak Ahmad sangat panik.


"Ini semua karena kamu!" ucap Pak Ahmad menatap tajam pada istri nya.


Dia langsung menggendong putri untuk di periksa dokter.


"Sayang!! Kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya Darel baru saja datang. Tasya langsung memeluk Darel.


"Aku takut Kak, aku takut." ucap Tasya.


"kakak sudah di sini, kamu jangan takut yah." ucap Darel menenangkan istri nya. Tasya menangis di pelukan Darel.


Tasya pun menceritakan apa yang terjadi, Darel sempat terdiam mendengar cerita Tasya. Tidak habis pikir apa yang telah di lakukan bapak Mertua nya.


"kenapa Ibu sama Ayah kamu seperti itu yah, padahal mereka sebelum nya sangat akrab, ini sungguh aneh." ucap Darel.


"Aku juga tidak tau Kak, Ibu terlihat sangat membenci Ayah, begitu juga dengan Ayah yang tidak suka cara Ibu memperlakukan aku." ucap Tasya.


"Kakak yakin pasti ada sesuatu yang terjadi di masa lalu, kita harus mencari tahu itu." ucap Darel.


"Tidak mungkin Kak, sebelum nya Ibu sama Ayah baik-baik saja." ucap Tasya.


"Kamu tidak pernah tinggal dengan mereka kan? Jadi kita tidak tahu apa-apa, Siapa tau hanya di depan kita Saja baik, padahal aslinya nya tidak." ucap Darel.


"Aku tidak mencurigai apapun di antara mereka, aku merasa ayah seperti itu karena ibu membeda-bedakan kamu dan ayah tidak suka itu, dan ibu seperti ini karena rindu Mbak Amel." ucap Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2