Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 45


__ADS_3

Raya mengangguk. Darel menggendong Stevan namun Stevan tidak mampu dia Malah menangis.


"Bubu.. bubu..." ucap Stevan sambil menunjuk ke arah pintu.


Darel Berusaha untuk menenangkan Stevan namun tetap menangis.


"Tidur Stevan! ini sudah malam!" ucap Darel meninggikan suara nya Membuat Stevan semakin menangis.


Rata melihat Papah nya marah jadi takut dia berhenti memainkan handphone nya.


"Papah kenapa marah-marah? Stevan belum ngantuk Pah." ucap Raya.


"Kamu juga tidur! Ini sudah larut malam, anak-anak harus tidur." ucap Darel.


Raya Terdiam. Stevan semakin menangis. Darel menggendong Stevan menenangkan nya namun Stevan seperti nya sudah sangat takut.


Tiba-tiba Omah masuk.


"Stevan! Kenapa menangis." ucap Omah.


"Maaf yah omah Membuat omah keganggu," ucap Darel.


Omah mengendong Stevan.


"Cup cup, kok nangis sih anak ganteng." ucap Omah membawa keluar.


Darel duduk di samping Raya namun tiba-tiba Raya langsung turun.


"Raya tidur! Mau kemana kamu?" ucap Darel.


"Papah jahat!" ucap Raya berlari keluar.


Darel menghela nafas panjang.


"Huff kenapa aku jadi marah pada mereka." batin Darel menyesal.


Di acara reunian Tasya mulai pusing karena minuman.


"Ini sudah jam berapa Kak?" tanya Tasya pada Alex yang duduk di samping nya.


"Ini sudah jam sebelas malam." ucap Alex.


"Ya ampun aku harus pulang." ucap Tasya.


"Kenapa buru-buru?" tanya Alex.


"Di rumah Ada Raya sama Stevan." ucap Tasya.


"Kan ada Orang tua nya," ucap Alex.


"Aku mau pulang saja kak." ucap Tasya mau pergi namun di tahan oleh Alex.


"Biar aku antar saja yah, di luar sudah sangat sepi rawan kejahatan." ucap Alex, Tasya mengangguk.

__ADS_1


Namun tiba-tiba Tasya merasa pusing sehingga hampir jatuh namun cepat di tangkap oleh Alex, Bela yang melihat Itu langsung mengambil gambar dan membuat postingan.


"Maaf-maaf kak." ucap Tasya.


"seperti nya kamu sudah mabuk." ucap Alex.


Sesampainya di rumah Tasya turun di Bantu oleh Alex. Darel Membuka kan pintu dan melihat Alex membantu Tasya yang Mabuk.


Tasya kaget melihat Darel berdiri di depan pintu dengan tatapan tajam dan wajah yang sangat dingin.


Tasya langsung melepaskan tangan Alex dari nya.


"Makasih yah kak sudah nganterin aku pulang. Kakak bisa pergi duluan." ucap Tasya.


"Kamu yakin gak apa-apa?" tanya Alex, Tasya mengangguk.


"Ya udah kamu istirahat yah, kabari aku kalau terjadi apa-apa. aku pergi." ucap Alex mengelus rambut Tasya.


Melihat itu Darel semakin emosi.


"Kamu Tau Sekarang jam berapa?" tanya Darel dengan nada yang menahan emosi.


Tasya terdiam.


"Wanita mana yang pergi dengan laki-laki lain pulang jam segini dan dalam keadaan mabuk." ucap Darel meninggikan suara nya.


"Kakak tidak pernah melarang kamu untuk keluar, namun kamu harus tau batasan nya, dan kamu di antar oleh pria lain di depan suami kamu sendiri, Istri seperti apa kamu!" ucap Darel kata-kata nya sudah tidak bisa di bendung lagi dia sudah sangat emosi.


"A...aku." tasya Belum selesai bicara dia langsung menarik tangan Tasya ke kamar.


"Lepasin Kak, sakit!" ucap Tasya, Darel mengangkat tubuh Tasya ke kamar mandi.


Dia menghidupkan shower dan membasahi Tubuh Tasya.


Tasya sangat terkejut. Dia melawan berontak namun Darel tidak melepaskan nya dia hanya bisa menangis.


"Saya tidak suka istri saya di sentuh oleh Pria lain," ucap Darel. Tasya meminta di lepaskan namun Darel tidak lagi mendengar kan nya.


Melihat Alex merangkul, memeluk Tasya, mengelus rambut nya membuat nya jijik dan ingin membersihkan semua bekas sentuhan Alex.


Tasya sudah kedinginan dia memeluk kedua lututnya sambil menangis. Darel benar-benar tidak menghentikan Air sampai tubuh Tasya semua Basah kuyup.


"Di bagian mana lagi kamu di Sentuh oleh dia?" tanya Darel.


"Hiks..hiks..." Tasya Hanya menangis.


Darel mengambil Handuk mengering kan badan Tasya, setelah itu Tasya berganti pakaian.


Darel meminta Tasya tidur di ranjang, Tasya tidak lagi berani mengatakan apa-apa badan nya sudah sangat gemetar melihat wajah Darel saja dia tidak berani.


Darel melempar kan handuk kesembarangan tempat dan naik ke ranjang. Saat Darel naik ke kasur Tasya terkejut dan lagi Darel membawa Tasya kepelukan nya.


Jantung nya berdetak dengan cepat. Darel mengira kalau Tasya sudah tidur dia mengelus rambut Tasya. Air mata nya tak kunjung berhenti. Dia berharap Omah nya datang.

__ADS_1


"Kamu adalah milik ku, tidak satu pun pria lain yang bisa menyentuh kamu selain aku," ucap Darel mengelus rambut Tasya.


Tidak beberapa lama Darel ketiduran. Tasya sadar kalau Darel sudah tidur. Tasya berusaha melepaskan pelukan Darel dengan hati-hati.


Namun sudah mau lepas Darel malah menarik Tasya ke pelukan nya sekarang mereka berhadapan.


Jantung Tasya berdebar melihat wajah Darel yang menurut nya sangat menakutkan.


"Asal kan kakak tau sekarang aku sangat membenci kakak, aku benci kakak." batin Tasya.


Dia mengingat betapa kasar nya Darel pada nya tadi hanya karena cemburu. Dia menyiksa Tasya.


Dia tidak tahan dia melepaskan tangan Darel dengan kasar dan langsung keluar.


Darel terbangun dan melihat Tasya keluar.


Dia bangun dia menyusul Tasya ke kamar Tamu namun pintu langsung di kunci. Darel menghela nafas pasrah.


Dia kembali ke kamar nya.


Keesokan harinya Anak-anak sudah bangun mereka sedang bermain dengan Omah dan Opah di ruang tamu.


Darel bangun.


"Selamat pagi Raya, Stevan." ucap Darel namun tiba-tiba Raya langsung berlari ke omah, sementara Stevan hanya terdiam.


"Kamu sarapan dulu sana, omah sudah Masak." ucap Omah, Darel mengangguk.


"Tasya mana omah?" tanya Darel.


"Loh bukannya tidur sama Kamu?" tanya Omah. Darel menggeleng kan kepala nya.


"Semalam dia pindah ke kamar Tamu, apa dia belum bangun?" ucap Darel.


"Seperti nya benar belum bangun, kamu bangun kan gih, mungkin dia kecapean." ucap Omah.


Darel berjalan ke pintu, saat menekan handdle pintu ternyata di kunci.


"Di kunci Omah." ucap Darel.


Di coba di ketuk namun tidak ada jawaban akhirnya Membuka dengan kunci cadangan.


Saat di buka ternyata Tasya Masih tidur.


"Itu karena dia pulang larut malam sehingga tidak Bangun jam segini, Cucu kesayangan omah." ucap Omah sambil duduk di pinggir kasur menarik selimut yang menutupi wajah Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2