Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 120


__ADS_3

"Kamu harus banyak makan sayur biar tambah besar dan tinggi." ucap Darel memberikan sayur ke piring istri nya.


"Papah saja yang kegedean, Mamah sudah cantik seperti itu, Mamah tampak lebih muda." ucap Raya.


"Jadi menurut kamu Papah tua berbadan besar?". Raya mengangguk.


Tasya mendengar itu langsung tersenyum entah kenapa dia paling suka saat Raya mengejek papah nya seperti itu.


"Kamu sangat jahat menertawakan suami kamu sendiri." ucap Darel pada Tasya.


Setelah selesai makan Raya menghampiri Papah dan Mamah nya di ruang tamu.


Dia duduk di tengah-tengah antara kedua orang tua nya. Tasya dan Darel saling tatap dengan sifat Raya.


"Ada apa?" tanya Darel.


"Humm boleh gak Pah Mah mulai dari sekarang aku tidur di kamar ku sendiri?" tanya Raya.


"Maksud kamu apa nak?" tanya Darel.


"Aku ingin tidur di kamar sendiri saja tidak lagi tidur dengan papah sama Mamah."


"Kamu yakin?" tanya Tasya.


Raya mengangguk.


"Suster yang Akan nemanin aku sama Stevan."


"Loh Adek juga ikut?" tanya Tasya, Raya mengangguk.


"Biar Mamah sama Papah lebih leluasa tidur nya."


Tasya menatap Darel yang hanya senyum-senyum Saja.


"Tunggu Stevan lebih besar dulu kalau kamu gak apa-apa." ucap Tasya.


"Justru karena Stevan laki-laki dia harus cepat di ajarin." ucap Darel. Tasya menatap Darel dia langsung terdiam.


"Siapa yang meminta kamu pindah?"


Raya menggeleng kan kepala nya.


"Ini karena niat aku sendiri Mah."


"Mamah gak yakin, pasti papah yang nyuruh kamu ngomong kayak gini kan?" tanya Tasya.


"Loh kok nyalahin kakak sih? Justru bagus dong anak berfikir seperti itu." ucap Darel.


"Kalau dia terus seperti ini, dia tidak tambah dewasa biarkan saja dia tempati kamar nya sendiri." ucap Darel.


"Tapi Stevan mana bisa tidur kalau tidak dengan aku Kak."


"Bisa.. Kamu Jangan khawatir kita bisa pasang CCTV memantau nya langsung." ucap Darel.


Tasya terdiam. Darel pindah tempat duduk ke samping Tasya.


"Boleh yah Mah, aku pasti bisa sama Stevan." ucap Raya lagi.


"Udah biarin aja, kita juga gak keganggu kalau mau melakukan olahraga." ucap Darel ke telinga Tasya.

__ADS_1


Tasya mencubit perut Darel.


"Auhhh.!!!"" Darel merintih.


"Ya udah Mamah ijinkan, tapi kamar nya di renovasi dulu, kasur nya harus di ganti menjadi lebih rendah dan warna nya harus di ganti tunggu sekitar dua hari." ucap Tasya.


"Yeiii hore!!!! Makasih yah mah." Raya memeluk Tasya, Tasya menatap Darel yang jauh lebih senang dari pada Tasya.


Di kamar Tasya menyusul suami nya terlebih dahulu.


"Kakak ada kaitannya sama pindah nya Raya kan kak?" tanya Tasya langsung menggoyang kan kaki Darel yang tidur.


Darel membuka mata nya.


"Kamu kenapa sih datang-datang langsung marah-marah?"


"Gak usah mengalihkan pembicaraan deh mas, kalau Raya Sama Stevan tidak tidur di sini aku juga gak Mau."


"Lah mau bagaimana lagi mereka mau pindah sendiri, mereka gak butuh kamu lagi untuk menemani mereka tidur." ucap Darel.


Tasya duduk di pinggir kasur memukul paha Darel.


"Kakak jahat berbicara seperti itu, bagaimana bisa mereka tidak butuh aku lagi." ucap Tasya dengan wajah sedih nya.


Darel jadi panik, dia salah ngomong.


"maksud kakak bukan seperti itu, mereka tidak ingin di temanin lagi tidur nya jangan sedih dong."


"Kakak jahat!" ucap Tasya.


"Bukan Tasya, justru kamu gak bangga sama mereka yang mau pindah kamar demi kenyamanan orang tua mereka."


"Aku lebih nyaman mereka tidur di sini, kalau hanya kita berdua aku tidak akan bisa tidur nyenyak."


Mata mereka bertemu.


"Tenang saja selagi kamu tidak memberikan ijin pada kakak, kakak tetap Akan menghargai itu tapi kalau Kakak tidak bisa menahan diri jangan pernah salah kan kakak karena Kakak juga pria Normal."


Mendengar itu Tasya Seketika merinding.


"Apa kakak benar-benar tega melakukan itu dengan Adik ipar Kakak sendiri?"


"Istri lebih tepatnya!" ucap Darel.


"Kamu sudah jadi istri kakak, dan kita saling mencintai." ucap Darel menarik tubuh Tasya semakin dekat.


Tasya Terus menatap wajah Darel.


"kamu selalu membuat alasan karena adik kakak, adik ipar karena belum menikah sah secara agama Tampa kamu Sadari itu adalah dosa." ucap Darel.


Tasya menghela nafas panjang.


"Kakak tidak paham bagaimana yang ku rasakan sekarang." ucap Tasya.


"Baiklah kalau begitu kalau kamu masih bimbang mari kita menikah sah secara Negara dan berbicara pada keluarga kita."


"Tidak semudah itu."


Darel Menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Aku hanya bercanda jangan terlalu kamu pikirkan." ucap Darel.


"Aku tau."


"Sekarang lepas kan aku," ucap Tasya, namun Darel tidak Mau.


"Berciuman lah dengan kakak."


Tasya langsung menutup bibir nya dengan tangan.


"Aku tidak mau." ucap Tasya.


"Kakak tidak merokok hari ini, kakak juga sudah makan permen."


"Aku tidak mau." ucap Tasya. Namun Darel perlahan melepaskan tangan Tasya dari Bibir nya.


Darel Tampa mengatakan apa-apa dia memegang dagu Tasya dan mendekati bibir Tasya.


Tampa ada aba-aba Darel sudah mengemut bibir Tasya yang lembut itu. Tasya sama sekali tidak memberikan penolakan dia juga menikmati belaian Darel.


Darel melepaskan bibir Tasya dia tersenyum menatap Wajah Tasya yang malu.


"Jangan malu sayang." Darel mengecup leher Tasya.


Darel menoleh ke arah Pintu.


"Kakak Akan mengunci nya." ucap Darel. Dia langsung berjalan mengunci pintu.


Dia kembali lagi mendekati Tasya.


Tasya mengejutkan Darel mendorong nya tiba-tiba berbaring ke kasur.


Darel yang di serang tiba-tiba hanya bisa tersenyum.


Tasya mendekati bibir Darel namun tiba-tiba Tasya langsung mundur.


Darel Heran dia menatap Tasya.


"Jangan pernah berharap lebih sebelum ada kepastian hubungan kita." ucap Tasya.


Darel menghela nafas panjang. Tasya pun tidur di tempat tidur nya, Darel dengan modus berguling mendekati Tasya.


Baru saja Darel mau memeluk Tasya pintu sudah di ketuk oleh anak-anak.


"Huff" Darel Menghela nafas panjang yang membuat Tasya tersenyum.


"Papah kok ngunci pintu sih?" tanya Raya sambil berlari ke tempat tidur berbaring di dekat Tasya.


"Tadi Papah pasang baju jadi di kunci."


"Loh bukannya papah biasa nya pakai baju di ruang ganti?"


"Sudah lah jangan kepo lagi, bobok cepat!"


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2