
Tasya yang di peluk seperti itu dari belakang membuat nya semakin gugup dan tidak tenang, dia bukan nya tidak suka tapi takut Darel tidak bisa menahan diri nya dan melakukan itu pada nya.
"Kak berjanji lah pada ku untuk membiarkan aku tidur nyenyak malam ini."
Darel hanya diam. Tasya sama sekali tidak di respon namun terus memeluk nya.
Tidak beberapa lama Darel tidur, Tasya merasa Darel sudah tidur dia mencoba melepaskan pelukannya namun Darel Malah mempererat.
Akhirnya dia pun tidur di pelukan suami nya.
"Kamu harus tidur Tasya karena besok harus kerja, semua nya akan baik-baik saja malam ini." ucap nya pada diri nya sendiri.
Tengah malam tiba-tiba dia terbangun karena merasa ada sesuatu yang merabah Perut nya. Dia memegang tangan di perut nya dan benar saja dugaan nya kalau itu tangan Darel.
Dia langsung menjauh kan tangan Darel dari perut nya. Dia mau memukul Darel namun ternyata Darel sedang tidur, dia pun tidak tega dan memilih untuk tidur di sofa.
Keesokan harinya Tasya bangun dia melihat jam di ponsel nya.
"Hoammm..."
Dia merasa ada yang aneh dengan bantal nya, dia melihat tangan Darel dia berbalik dan benar saja dia tidur dan lengan Darel.
"Kenapa aku bisa di sini?" tanya Tasya langsung bangun Menatap Darel. Darel bangun.
"Ssstt! Kamu sudah bangun?" ucap Darel sambil memegang lengan nya yang kram.
"Semalam aku tidur di sofa, kenapa aku bisa di sini?" tanya Tasya. Darel bangun dia menatap Tasya sambil tersenyum.
"Kamu sendiri yang pindah ke sini dan tidur di lengan Kaka sehingga kram seperti ini."
"Tidak mungkin! Kakak pasti memindahkan aku dari sofa."
"Ya sudah kalau kamu tidak percaya, coba saja ingat kembali."
Tasya berusaha mengingat kejadian Tadi Malam.
"Huff badan ku sangat sakit tidur di sofa ini, sofa nya terlalu kecil." ucap nya saat tidur di sofa, dia tidak bisa nyenyak padahal sudah mengantuk ujung nya dia tidak sadar pindah ke tempat tidur.
Mengingat itu dia jadi malu.
"Kamu sendiri ngapain pindah ke sofa? apa kasur ini kurang nyaman? kamu mau kakak membeli yang lebih mahal lagi?" tanya Darel.
"Kakak tadi malam memegang ...!" kata-kata Tasya Seketika terhenti karena dia juga malu mengatakannya.
"Apa kakak tidak sadar tadi malam melakukan apa? Karena kakak aku pindah ke sofa." ucap Tasya dengan kesal.
"Kakak hanya tidur saja, kakak sama sekali tidak menggangu kamu."
Tasya Menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Ah sudahlah aku mau mandi."
"Jelasin dulu kenapa? Pagi-pagi kamu sudah marah saja dan memasang wajah kesal itu." ucap Darel.
"Kakak merabah Perut ku tadi malam dan memeluk ku sangat erat itu membuat aku tidak nyaman."
Darel seperti terkejut.
"Apa itu arti nya kakak sudah memegang perut kamu yang nantinya akan tempat anak ketiga kakak?"
Tasya membulatkan matanya. Dia berharap Darel akan minta maaf dan berjanji tidak mengulangi nya namun malah membuat nya tercengang dengan kata-kata Darel.
"Anak ketiga? Maksud kakak?"
"Kakak tidak sabar mempunyai anak dari kamu." ucap Darel.
Tasya menghela nafas panjang.
"Mimpi! Jangan harap itu terjadi karena aku tidak mau tidur lagi dengan kakak. Dasar suami mesum." umpat Tasya.
"Boleh kah kakak memegang nya lagi?" tanya Darel mau memegang namun tangan nya langsung di tepis oleh Darel.
"Kakak sungguh menyebalkan." ucap Tasya dan pergi ke kamar mandi.
"Kamu mau mandi? kakak ikut yah." ucap Darel. Namun Tasya memasang wajah kesal tidak memperdulikan Suami nya.
Darel seketika Tersenyum nakal.
"Sayang!"
"Tok!!!tok!! tok!!.
Darel dari tadi mencoba mengetuk pintu kamar mandi karena mau buang air kecil.
"Ada apa?" tanya Tasya membuka pintu kamar mandi dengan handuk di dada.
"Kakak mau buang air kecil." ucap Darel langsung masuk ke dalam, Tasya pun langsung keluar.
"Ya ampun kenapa pagi-pagi aku harus melihat badan Tasya yang bagus itu, melihat nya saja sudah membuat aku bergairah." batin Darel.
"Raya! Stevan Mamah sama papah berangkat Kerja dulu yah." ucap Darel pada anak nya yang belum turun.
"Iyah Pah, hati-hati yah." balas Raya dari atas.
Mereka pun keluar.
"Aku tidak perlu di anterin, aku bawa mobil sendiri." ucap Tasya.
"Kamu masih kesal yah sayang?" tanya Darel sambil memegang pipi Tasya.
__ADS_1
"Jangan menyentuh pipi ku, kakak merusak makeup Saja." ucap Tasya.
"Kamu dari pagi kesal dan marah terus sama suami kamu, apa kamu tidak merasa kasihan kamu tidak memberikan kasih sayang sedikit pun." ucap Darel memasang wajah iba.
Tasya terdiam. Dia sebenarnya merasa bersalah karena sudah mengumpat Terus pada suami nya namun Kalau di lembutin lagi Darel pasti akan membuat nya kesal lagi.
"Huff baiklah aku tidak marah lagi, kakak boleh nganterin aku." ucap Tasya. Darel Seketika tersenyum.
"Kenapa senyum-senyum? Ayo berangkat."
"Panggil kakak dengan sebutan yang manis."
Tasya Menghela nafas panjang.
"Suami ku yang tampan dan baik hati, istri mu ini minta maaf dan segera lah antar ke kampus." ucap Tasya dengan nada lembut dan senyum di bibir.
Darel tiba-tiba mencium pipi Tasya.
"Ya udah ayok istri ku." Darel membuka kan pintu mobil pada Tasya.
Kali ini Darel memakai mobil nya sendiri.
"Pulang nanti kakak yang akan jemput kamu." ucap Darel. Tasya mengangguk.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga ke kampus.
"Aku langsung masuk yah kak." ucap Tasya menyalim tangan suami nya.
Darel mengangguk. Tasya mau keluar namun sebelum keluar dia mencium bibir Darel dan keluar cepat-cepat Tampa menoleh ke belakang.
Darel yang di cium oleh istri nya Seketika meleyot dan Baper dia senyum-senyum sendiri melihat lipstik istri nya sedikit tertinggal di bibir nya.
Dari mobil Darel melihat Tasya di susul oleh Pria berbadan tinggi dan terlihat masih muda dan tidak asing di mata Darel.
"Sudah berapa kali aku melihat nya dengan Tasya. Apa hubungannya dengan istri ku." batin Darel.
"Aku tidak boleh terlalu posesif, aku harus belajar menghargai pekerjaan istri ku agar kami nyaman satu sama lain, setidaknya dia belum melampaui batas."
Darel mencoba untuk berfikir dewasa.
Tinggalkan saran dong di kolom komentar, di kritik juga gak apa-apa biar author tau salah nya di mana. Di hujat juga gak apa-apa kok 😂
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***