
"Ini pasti kakak kan yang membangun kan nya?" tanya Tasya, Darel tertawa kecil.
"Ayo mah kita berangkat?" ucap Raya.
Tasya mengangguk.
"Mamah!" ucap Stevan. Tasya mau menggendong Stevan namun Darel langsung menggendong nya.
"Stevan berat badan nya sudah naik, aku tidak ingin kamu angkat-angkat berat lagi." ucap Darel.
Tasya tersenyum.
"Perhatian banget sih." ucap Tasya. Darel tersenyum. dia pun menggandeng tangan Raya keluar.
Clara hanya melihat mereka keluar karena mereka juga tidak melihat Clara yang hendak turun.
"Kenapa kamu diam saja di sana Clara?" tanya Bu Tima.
"Eh ibu." ucap Clara.
"Kamu jangan sedih yah Darel belum bisa bawa kamu jalan-jalan, nanti Ibu pasti bilangin sama dia." ucap Bu Tima.
Clara tersenyum sambil mengangguk.
Tidak beberapa lama akhirnya Darel dan Tasya sampai di rumah sakit. Tasya langsung masuk ke ruangan pemeriksaan.
Setelah selesai di periksa dulu berikan obat untuk pereda agar tidak mual-mual dan setelah itu mereka keluar dari sana.
"Papah nanti kalau Adek udah lahir, papah tetap sayang kan sama aku dan Stevan?" tanya Raya.
"Sayang lah, semua nya adalah anak Papah jadi papah sayang sama kalian semua!" ucap Darel.
Raya memeluk Darel.
"Humm di dekat sini ada toko eskrim deh, mau ke sana gak?" tanya Darel, semua nya langsung mengangguk.
"Bumil mau kesana juga? Atau bumil mau yang lain?" tanya Darel pada Tasya.
Tasya mengangguk.
"Aku ikut kakak aja." ucap Tasya.
"Ya udah kalau begitu ayo kita ke sana."
Mereka pun makan bersama, jalan-jalan bersama sehingga tidak terasa hari sudah sore, Pas sedang berjalan-jalan di mall tidak sengaja bertemu dengan pak Candra.
"Tasya!" ucap Candra menunjuk Tasya.
Tasya yang melihat pak Candra langsung membalas senyuman.
"Kamu apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu." ucap pak Candra. Namun seketika Darel menatap nya dengan tatapan tajam.
"Humm kenalin kak ini kak Darel, ini Raya dan Stevan." ucap Tasya.
"Kalian abis dari mana?" tanya Candra.
__ADS_1
"Main-main saja Pak. Bapak sendiri dari mana? Kenapa bapak tidak pernah datang lagi ke kampus?" tanya Tasya.
"Saya sekarang sibuk di luar," ucap Candra.
"Oohhh."
"Humm kalau boleh tau apa benar kamu sudah menikah? Sebelum nya saya ingin bertanya namun selama satu Minggu kamu Tidak datang ke kampus."
Tasya menoleh ke arah Darel yang sudah sangat kesal, tiba-tiba Tasya menggandeng tangan Darel.
"Iyahh Pak saya sudah menikah, dan saya sedang hamil muda, pernikahan kami tidak banyak yang tau tapi insyaallah Dalam jangka waktu dekat ini akan gelar acara."
Candra langsung terdiam mendengar kenyataan dari Tasya, Raut wajah nya langsung berubah.
"Alhamdulillah kalau begitu, semoga kamu dan keluarga kamu bahagia." ucap pak Candra berusaha untuk tersenyum.
"Amin... Terimakasih banyak yah Pak." ucap Tasya.
"Cepat besar yah nak." ucap Candra mengelus kepala Raya dan Stevan.
Raya dan Stevan tersenyum.
"Kalau begitu sampai bertemu besok, senang bisa bertemu di sini!" ucap Candra. Tasya tersenyum.
Candra pun pergi. Seketika Darel langsung mencium pipi Tasya membuat Tasya kaget.
"Kenapa kak?" tanya Tasya.
"Terimakasih."
"Untuk apa?"
"Iyah, ya udah ayo kita pulang aja yok, aku sudah sangat lelah." ucap Tasya.
"Beli mainan dulu mah." ucap raya menarik tangan Tasya.
"Loh bukannya tadi udah beli mainan? Lalu mainan apa lagi?" tanya Tasya.
"Besok aja yah, sekarang kita harus pulang, kasihan Nenek sama Kakek di rumah nungguin." ucap Darel.
Mereka pun pulang.
"Nenek! Kami pulang." Raya dan Stevan berteriak setelah sampai di rumah.
Nenek dan kakeknya sedang duduk di ruang tamu, sementara Clara baru saja datang membawa Teh untuk mereka.
Tasya melihat Seperti nya mereka sangat suka dengan Clara, Tasya merasa iri saja karena Clara dekat dengan Mertua nya.
"Bagaimana hasil tes nya? Apakah janin nya sehat?" tanya Bu Tima.
"Alhamdulillah sehat kok mah cuman Tasya harus banyak istirahat tidak boleh banyak fikiran." ucap Darel.
"Alhamdulillah kalau seperti itu. waktu hamil muda pertama kali memang sangat lah menyiksa tapi tidak boleh juga manja nya di turutin."
Darel diam sambil mendengarkan ibu nya bicara.
__ADS_1
"Ya udah Tasya kamu istirahat sana," ucap Bu Tima.
Tasya yang masih mau ngumpul tadi nya sekarang jadi tidak enak karena sudah di suruh istirahat.
"Ayo kakak anterin, hati-hati." ucap Darel membantu Tasya bangun.
"Kamu di sini dulu ngobrol-ngobrol sama Mamah dan papah, mumpung kami masih di sini." ucap Bu Tima lagi.
"Aku bisa sendiri kak, kakak di sini aja." ucap Tasya langsung ke kamar.
Sampai di kamar dia langsung berbaring karena pinggang nya sangat pegal.
"Mamah." Stevan tiba-tiba datang.
"Eh kamu gak main di luar?" tanya Tasya, Stevan menggeleng kan kepala nya.
Stevan malah naik ke perut Tasya seperti biasa nya namun Tasya langsung menghindar karena kaget.
Karena habis dari luar dia harus menahan sakit pinggang untuk memandikan Anak nya, setelah selesai mandi dia Buat kan susu dan Stevan tidur nyaman di samping Tasya.
"Dia sudah tidur?" tanya Darel baru masuk dan melihat Stevan di pelukan Tasya.
Tasya menoleh ke arah Darel yang menutup pintu.
"Kok udah masuk aja kak? Nanti Orang tua kakak bisa marah meninggalkan mereka begitu saja." ucap Tasya.
"ssstt! Kakak capek mau istirahat." ucap Darel.
Tasya pun diam.
"Kakak mau mandi? biar aku ambilkan baju nya." ucap Tasya.
"Gak usah, kamu istirahat aja biar kakak yang ambil Lagian baju santai saja." ucap Darel.
Tasya pun diam sambil melihat suami nya.
"Besok kamu kerja?" tanya Darel.
"Iyah kak."
"Sama kakak aja yah, setelah kamu pulang kita melihat-lihat pakaian atau memilih tema untuk pernikahan kita." ucap Darel.
"Iyah Kak."
Darel tersenyum dia pun masuk ke kamar mandi.
"Jangan tidur dulu." ucap Darel dan langsung menutup pintu kamar mandi. Tasya yang mendengar kata-kata suami nya hanya bisa senyum-senyum sendiri.
Tasya kefikiran kenapa masih ada Clara di rumah ini, dia mau bertanya tapi takut Darel gak suka dengan pertanyaan nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***