Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 148


__ADS_3

Darel Menghela nafas panjang dan kasar dia diam sampai di restoran.


"Aku sudah makan, kamu Makan saja aku akan menunggu di sini." ucap Darel.


"Kamu marah yah?" tanya Clara.


"Jangan perduli kan aku, aku tidak apa-apa." ucap Darel. Clara tersenyum.


"Aku minta maaf kalau kata-kata aku bikin kamu marah, tapi ada nya aku sesuatu keberuntungan untuk kamu dan pasangan kamu, karena aku juga kamu bisa menikah dengan istri kamu." ucap Clara.


Clara langsung turun dari mobil setelah menepuk pipi Darel dengan lembut sambil tersenyum.


Darel menahan emosi nya untuk tidak marah pada Clara namun setelah Clara pergi dia langsung membanting stir mobil nya.


"Aaarggghh!!"


Dia menatap Clara yang masuk ke restoran dengan sangat Santai Tampa memiliki masalah apapun.


Di hotel Raya dan Stevan baru saja selesai makan di beri oleh Tasya.


"Mah ayo berenang, aku tidak sabar." ajak Raya.


"Tunggu dulu nak , kita tunggu Papah dulu yah " ucap Tasya.


"Yah, papah pasti lama pulang nya aku mau sekarang berenang." ucap Raya.


"Sabar yah sayang, sabar! nih Mamah telpon papah dulu." ucap Tasya sambil menghubungi Darel.


"Assalamualaikum Kak. Kakak di Mana?"


"Walaikumsalam sayang, maaf yah sudah membuat kamu menunggu, kakak lagi nungguin Mamah beli Barang-barang yang kurang kata nya."


"Yahh masih lama yah kak? Nih anak-anak udah sibuk mau ngajak berenang, aku gak berani membawa mereka berdua." ucap Tasya.


"Tunggu kakak aja yah, bilang saja kakak sedang dalam perjalanan." ucap Darel.


"Baiklah kak, kalau begitu kakak hati-hati yah di jalan nya." ucap Tasya.


"Oke sayang, Muach.."


Panggilan pun di matikan.


"Tuh papah nya lagi di perjalanan, yang sabar yah, nonton sama Mamah dulu yah."


Raya sama Stevan mulai tenang namun mata nya masih ke arah kolam berenang.


Tasya hanya tersenyum melihat tingkah anak-anak nya.


"Besok kalau Dedek nya udah lahir, pasti mirip Aku deh mah." ucap Raya.


"Kenapa kamu begitu yakin? Bagaimana kalau dia mirip Mamah, atau Adek, bisa jadi papah." ucap Tasya.


"Yahh karena aku terus yang mengelus perut mamah, dia tidak mungkin mirip sama Stevan karena Stevan selalu sibuk dengan handphone nya." ucap raya.


Tasya melihat Stevan yang berbaring di pangkuan nya sambil menonton film anak-anak.

__ADS_1


"Adek belum paham apa-apa, berbicara saja dia belum bisa, tapi mamah tau kalau Raya sama Stevan sama-sama sayang sama Mamah." ucap Tasya.


Raya tersenyum.


"Mamah semenjak hamil kurus deh, papah gak perhatian yah sama Mamah? Atau karena nenek yang sekarang lebih peduli pada Tante Clara?"


Tasya tersenyum


"Ini hal biasa bagi ibu hamil, lagian semua nya perhatian kok sama Mamah."


"Om Riski kenapa gak pulang sih ke rumah mah?"


"Dia lagi di rumah nenek sama Kakek, Besok mungkin dia ke rumah sekalian pamitan berangkat melanjutkan kuliah nya." ucap Tasya.


"Oohhh."


Mereka terus berbincang-bincang di sofa.


"Mah aku gak bisa turun yah, aku harus menyusul Tasya dan anak-anak ku berenang."


"Loh mereka di kolam berenang? Kok gak bilang-bilang Mamah sih? Mamah mau ikut juga."


Darel langsung menoleh ke arah Clara.


"Tapi mah, aku tidak langsung ke sana, aku harus menemui klien ku terlebih dahulu." alasan Darel.


"Yahh padahal Mamah ingin berenang juga, sekalian bawa Clara juga."


Darel hanya diam Saja.


"Ya udah kalau begitu kamu hati-hati yah, lain kali kalau mau berenang ajak-ajak dong."


"Ah tidak mungkin, biasa nya juga kami selaku pergi bersama." ucap Bu Tima.


Darel tau Mamah nya hanya berpura-pura baik saja, agar Darel bisa perduli.


"Ya udah aku berangkat mah."


Darel Langsung meninggal kan Halaman rumah nya.


tidak beberapa lama akhirnya sampai dia berlari ke atas.


"Haii!!! Papah datang." mereka berdua langsung bersorak.


"Ayo kita berenang." ucap Darel membuka kemeja nya, sementara Tasya langsung memasang kan baju berenang pada Raya dan Stevan.


Darel mengendong kedua nya ke luar dan masuk ke dalam kolam.


."Huuuuuu sangat segar." ucap Raya, Darel tertawa.


Raya sudah bisa di lepas sementara Stevan masih harus di pegangin.


"Sayang ayo turun!" ajak Darel pada Tasya, namun Tasya menggeleng kan kepala nya dia duduk di pinggir kolam sambil melihat-lihat.


"Mah, ayo Mah." ajak Raya.

__ADS_1


"Mamah gak pandai berenang, Mamah takut tenggelam." ucap Tasya.


"Yahh Mamah, kan ini khusus anak kecil, yang itu baru yang besar yang ada papah." ucap Raya, Tasya tetap menggeleng kan kepala nya.


Stevan pun di letakkan ke kolam berenang yang kecil khusus bayi.


"Ayo..." ajak Darel menarik istri nya ke pelukan nya dan masuk ke air bersama.


"Aaaaa!! kak Darel." ucap Tasya memukul pundak Darel, Darel tertawa.


Tiba-tiba dia mencium bibir Tasya.


"I Love you istri ku." Tasya menatap mata Darel.


Lagi-lagi Tasya kaget karena tiba-tiba Darel mengeluarkan cincin dari tangan nya memberikan pada Tasya.


"Apa ini kak?"


"Menikah lah dengan kakak!"


Tasya tersenyum.


"Apa-apaan ini, melamar ku saat di kolam renang." ucap Tasya. Darel tersenyum.


"Kalau kamu mau, katakan I Love you dan ambil cincin ini." ucap Darel.


Tasya tersenyum dia sangat malu.


"I Love you." Tasya mengambil cincin dan mencium bibir Darel dengan singkat.


"Lalu bagaimana dengan cincin ini?" tanya Tasya menunjuk cincin almarhum kakak nya yang dia pakai.


"Ini saatnya kita menempuh hidup baru, yang masa lalu biarlah masa lalu, cincin ini akan jadi kenang-kenangan kita." ucap Darel.


Tasya pun melepaskan cincin itu dan membiarkan Darel memasang cincin baru.


"Hore!!! Papah sama Mamah akhirnya mau menikah." ucap s


Raya.


Tasya dan Darel tersenyum, sementara Stevan ikut tertawa karena kakak nya juga tertawa.


"Aku janji akan selalu ada di samping kamu." Tasya mengangguk dia langsung memeluk Darel dengan penuh kasih sayang.


Setelah itu mereka berempat berenang dengan sangat senang, seketika dunia hanya milik keluarga kecil Darel.


Karena Tasya tidak bisa berenang, Darel harus memegang tangan Tasya dan mengajarkan cara berenang.


Sudah mencoba beberapa kali namun tetap tidak bisa, wajah nya sudah merah dan juga sudah banyak keminun air.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah lupa bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2