
"Humm seperti nya kamu dengan Sinta Dekat lagi nih, seperti nya mencium di bagian pipi sudah biasa nih, bagaimana kalau mencium bibir Duda anak dua ini!" ucap teman-teman nya sambil tertawa.
Sinta hanya Tersipu malu sementara Darel tidak bisa melakukan apapun.
"Cium! cium! cium!" sokong teman-teman nya.
Namun tiba-tiba Tasya datang, semua orang menoleh ke arah Tasya yang masuk tampa Ijin dan mendekati Darel yang menatap nya bingung. Tasya langsung mencium bibir Darel..
Tasya mencium Darel yang kebetulan duduk. Darel membulat kan mata nya dengan sempurna, kaget tetapi tidak melakukan apapun.
Sementara yang lain terdiam. Tiba-tiba Sinta Mendorong Tasya jauh dari Darel.
"Dasar wanita pelacur!" ucap Sinta sangat marah hendak menampar pipi Tasya namun langsung di tahan oleh Darel Dari belakang.
Suasana menjadi sangat menegangkan. Tasya tersenyum menatap wajah Sinta yang sangat merah karena Cemburu.
"Apa-apaan ini? Kenapa kamu malah membiarkan dia mencium Bibir kamu?" tanya Sinta pada Darel.
Darel mau berbicara namun Tasya langsung menggandeng tangan Darel yang membuat dari semakin gugup.
"Karena dia adalah Suami kakak ku." ucap Tasya langsung menarik Darel keluar dari ruangan yang kedap suara, bau alkohol dan juga suara musik DJ yang sangat kuat.
"Masuk!" ucap Tasya setelah sudah sampai di dekat mobil Darel.
"Tasya, apa yang kamu lakukan?" tanya Darel benar-benar Masih sangat tidak menyangka dengan sifat Tasya.
"Masuk!" ucap Tasya. Darel pun masuk ke dalam mobil sebelum masuk Tasya sudah terlebih dulu mengambil kunci mobil dari jas Darel.
Tiba-tiba Sinta memanggil.
"Darel! Darel!" panggil Sinta sampai terjatuh. Darel yang melihat nya kaget hendak mau keluar namun pintu langsung di kunci oleh Tasya.
Darel menatap wajah Tasya yang berubah sangat.
"Tasya! Apa yang merasuki kamu?" tanya Darel.
Tasya diam dia membawa mobil dengan kecepatan tinggi.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah. Tasya mau masuk namun tiba-tiba di tahan oleh Darel dan langsung memeluk nya.
sekarang gantian Tasya yang kaget, sementara Darel sangat senang, dia sama sekali tindakan Tasya malam ini. Dia tidak berhenti merasakan bibir nya yang di cium oleh istri nya.
"Maaf Non, dari tadi Stevan rewel terus!" ucap pengasuh pada Tasya yang hendak membalas pelukan Darel namun tidak jadi.
Tasya mendorong Darel dari nya karena seperti nya Darel belum puas.
__ADS_1
"Aku Akan segera ke kamar." ucap Tasya dan langsung pergi meninggalkan Darel.
"Dia terlihat sangat menggemaskan kalau sudah gugup seperti itu, aku tidak menyangka dia mempunyai dua Kepribadian seperti yang tadi." ucap Darel.
Handphone nya berdering pun dia tidak memperdulikan nya lagi. Dia memegang bibir nya sambil senyum-senyum sendiri.
Sementara di tempat lain Sinta sangat kesal karena telepon nya tidak di angkat.
"Kamu sangat jahat Darel! Kamu sama sekali tidak memperdulikan aku." ucap wanita itu.
Di dalam kamar anak-anak sudah tidur Tasya baru saja selesai membersihkan wajah nya dari kamar mandi.
"Apa yang aku lakukan tadi?" ucap nya seketika menyesal sambil menutup wajahnya.
"Huff kak Darel pasti sangat marah pada ku sudah mempermalukan nya di depan teman-temannya. Tasya kamu sangat bodoh!" ucap nya.
Namun seseorang mengetuk pintu.
"Masuk aja bik pintu nya belum di kunci kok." ucap Laura.
Seseorang di Balik pintu pun masuk.
"Semua botol Dodot di bawa saja keluar yah bik." ucap Tasya namun Masih fokus mengoleskan cream ke wajah nya.
"Kalau berbicara dengan orang lihat wajah nya! Apalagi jauh lebih tua dari kamu." ucap Darel. Tasya langsung membalikkan badannya kaget hampir jatuh dari kursi namun dengan cepat di tahan oleh Darel.
"Aku sedang memakai cream, aku pikir tadi adalah Bibik!" ucap Tasya.
Darel duduk di dekat Tasya.
"Humm. Ma-masalah tadi aku minta maaf kak." ucap Tasya langsung menunduk kan kepala nya.
"Dari siapa kamu tau kakak ada di sana?" tanya Darel.
"Aku tau dari Bibik dan aku sudah mengikuti kakak dan diam-diam mendengar kegiatan Kalian di dalam." ucap Tasya.
"Kenapa kamu melakukan itu? Kamu tau itu membuat malu kan? Mereka tau kamu adalah adik ipar Kakak dan pasti mereka berfikir yang tidak-tidak tentang kamu!" ucap Darel.
Tasya terdiam. Air mata nya keluar.
"Aku gak tau kenapa aku melakukan itu, namun aku tidak Akan membiarkan mbak Sinta mencium kakak." ucap Tasya.
"Kenapa kamu melakukan itu?" tanya Darel.
"Karena aku gak mau kakak dekat dengan perempuan itu!" ucap Tasya.
__ADS_1
Darel tersenyum.
"Apa kamu cemburu?" tanya Darel. Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Apa benar yang aku alami adalah rasa cemburu?" batin Tasya.
"Sudah! Sudah jangan nangis lagi. Gak usah di jawab juga." ucap Darel menghapus air mata Tasya.
"Tuh lihat Cream kamu Akan hilang." ucap Darel dengan lembut.
Tasya hanya bisa menangis agar tidak di marahin oleh suami nya, padahal suami nya tidak ada berniat mau marah Sama sekali dia hanya ingin istri nya memberi tahu apa niat nya.
Darel membawa istri nya kepelukan nya.
"Cup! Cup! cup! sudah jangan nangis. Ini sangat memalukan kalau Mahasiswa yang kamu ajar tau dosen yang di puji cantik sangat mudah menangis." ucap Darel.
Padahal dalam Hati nya dia sangat senang bisa memeluk Tasya. Itu adalah keinginan nya sudah sangat lama. Memeluk Tasya menenangkan nya, Membuat Tasya nyaman berada di dekat nya.
Tasya membalas pelukan Darel yang semakin membuat dari tersenyum lebar.
"Jangan lepas! Jangan lepas aku mohon!" batin Darel karena Tasya menggerakkan tangan nya.
Dan Tasya tidak jadi melepaskan nya.
Keesokan harinya Tasya di antar oleh Darel ke kampus lagi.
"Kamu dari tadi diam saja." ucap Darel pada Tasya yang duduk di samping nya.
Tasya menoleh ke wajah Darel.
"Kakak bisa melupakan kejadian tadi malam?" tanya Tasya.
"Hummm.. kenapa? Apa kamu kefikiran." ucap Darel. Tasya mengangguk.
"Semua yang terjadi pada malam itu jangan di ingat lagi Yah kak, anggap saja aku khilaf atau karena aku tidak suka kakak dengan mbak Sinta." ucap Tasya.
Darel diam dia kembali fokus ke jalanan. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan kampus.
"Makasih yah kak, kakak hati-hati di perjalanan." ucap Tasya mau turun namun di tahan oleh Darel. Darel mendekati wajah Tasya dan mencium kening istrinya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***