Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 145


__ADS_3

"Sama kakak aja yah, setelah kamu pulang kita melihat-lihat pakaian atau memilih tema untuk pernikahan kita." ucap Darel.


"Iyah Kak."


Darel tersenyum dia pun masuk ke kamar mandi.


"Jangan tidur dulu." ucap Darel dan langsung menutup pintu kamar mandi. Tasya yang mendengar kata-kata suami nya hanya bisa senyum-senyum sendiri.


Tasya kefikiran kenapa masih ada Clara di rumah ini, dia mau bertanya tapi takut Darel gak suka dengan pertanyaan nya.


Keesokan harinya Tasya sudah di kampus dia di hampiri oleh Candra.


"Permisi!" Candra mengetuk pintu kelas saat Tasya menulis di depan.


Tasya menoleh ke arah pak Candra.


"Sebentar yah nak. Kalian lanjut membaca saja dulu." ucap Tasya.


"Ada apa pak?" tanya Tasya.


"Saya minta tolong untuk menyelesaikan laporan yang kemarin sempat tertunda." ucap Candra.


"Tapi bagaimana biaya nya pak?" tanya Tasya.


"Kamu tenang saja masalah biaya jangan khawatir." ucap Candra.


"Baiklah pak, saya akan menyelesaikan nya." ucap Tasya. Candra tersenyum dia mengangguk.


"Humm bagaimana keadaan kehamilan kamu? Kamu terlihat sangat pucat." ucap Candra.


Tasya memegang perut nya.


"Saya sedikit pusing pak. Tapi mata pelajaran saya belum selesai."


Candra menoleh ke arah dalam kelas.


"Ya udah kamu istirahat saja, biar saya menggantikan kamu."


"Gak usah pak, saya masih bisa kok," ucap Tasya.


"Sudah gak apa-apa." ucap Candra masuk ke dalam, Tasya pun mengikuti.


Candra Bertanya sampai mana penjelasan Tasya tadi setelah itu dia pun melanjutkan untuk menulis di depan.


"Pak Candra ternyata serba bisa yah." batin Tasya.


"Permisi Mbak," ucap Darel menahan Tiwi yang baru selesai dari kelas nya.


"Eh pak Darel, ada apa pak? mau mencari Dosen Tasya yah?" Darel mengangguk.


"Langsung saja keruangan nya pak sebelah sana." ucap Tiwi pada Darel. Darel pun pergi meninggalkan Tiwi yang senyum-senyum.


"Wahh kenapa semakin ke sini Kak Darel makin ganteng yah." batin Tiwi.


"Seperti nya ini adalah ruangan nya." Darel mengintip ke dalam.


"Tok!! Tok!! Tok." Darel mengetuk pintu.

__ADS_1


Tasya dan Candra menoleh ke arah pintu, begitu juga dengan Darel yang terdiam melihat Tasya dan Candra.


Tasya langsung keluar dan mendekati Darel.


"Kakak ke sini kok gak Ngabarin aku?" tanya Tasya.


"Kamu saja yang tidak membuka handphone kamu, kakak sudah mengirimkan pesan." ucap Darel.


Tasya melihat ke atas meja di dalam kelas.


"Aku tidak memeriksa ponsel ku, Maaf."


"Kenapa Pria itu ada di kelas kamu?" tanya Darel.


"Pak Candra mengganti kan aku karena kepala ku pusing." ucap Tasya.


Darel menghela nafas panjang..


"Kalau kamu belum bisa, jangan di paksa untuk bekerja. Kamu sama sekali tidak mau mendengar kan kata-kata kakak." ucap Darel.


"Bentar lagi mau siap kok kak, aku juga sudah sangat lapar." ucap Tasya.


Darel tersenyum.


Tasya pamitan pada Candra walaupun sedikit tidak enak tapi tidak mungkin dia membiarkan suami nya lama menunggu.


Candra pun membiarkan Tasya pergi karena dia juga sudah selesai.


Mereka pun pergi meninggalkan kampus.


"Kakak tidak kerja yah?" tanya Tasya melihat Darel tidak memakai jas seperti biasa.


"Sama Clara juga yah?" tanya Tasya. Darel mengangguk.


"Sudah jangan terlalu berpikir aneh-aneh, kakak hanya mengantar kan mereka perawatan." ucap Darel. Tasya hanya diam sambil tersenyum walaupun wajah nya terlihat sangat kecewa.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di Restoran.


"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Darel.


"Humm aku mau makan Ayam panggang, sama sate dan juga Susu dingin. Jangan lupa kerupuk nya juga yah kak." ucap Darel.


Darel terkejut dengan apa yang di pesan oleh Tasya.


"Kenapa kamu memesan yang tidak biasa kamu makan?" tanya Darel.


"Jangan banyak tanya deh kak, aku sangat lapar." ucap Tasya langsung memilih tempat duduk.


Darel juga memesan makanan untuk dia.


"Oh iya kak aku sudah mengirimkan pesan bagaimana baju pengantin dan juga prewedding kak."


"Kakak sudah melihat nya kok, kakak juga suka kok. Kakak sudah meminta Sekretaris kakak mengatur Waktu jadwal." ucap Darel.


Tasya tersenyum.


"Kamu masih ke kampus?" tanya Darel.

__ADS_1


"Enggak kak." ucap Tasya.


"Temenin kakak ke kantor yah, kakak ada meeting." ucap Darel.


"Tidak masalah sih kak, hanya saja Raya sama Stevan pasti mencari kalau aku tidak pulang." ucap Tasya.


"Udah nanti kakak yang bilang sama Mereka." ucap Darel.


"Ya udah kak, gak apa-apa!" ucap Tasya.


Mereka pun berangkat ke kantor Darel.


Mereka masuk ke dalam perusahaan Darel semua mata tertuju pada mereka. Karena kali ini Darel menggandeng Tasya.


Semua mata tertuju pada mereka, Tasya tidak lagi perduli karena mengganggap mereka semua orang lain, hanya dengan cara itu dia bisa percaya diri.


Kebetulan Ajeng dan Roki lewat.


"Selamat siang Pak, Mbak." ucap Ajeng dan Roki memberikan salam.


"Kebetulan kamu ada di sini, saya mau meeting di percepat saya ada kerjaan mendadak." ucap Darel pada Ajeng.


"Baik Pak saya akan mengabari klien." ucap Ajeng.


Darel mengangguk.


Tasya dan Darel mengikuti Ajeng ke ruangan meeting. Sambil menunggu klien Tasya dan Darel berduaan di ruangan meeting.


"Kenapa Kakak menatap ku seperti itu?" tanya Tasya.


"Kamu terlihat sangat pucat sayang, apa karena hamil muda sangat menyiksa kamu?" tanya Darel memegang perut Tasya.


"Nama nya juga lagi hamil muda kak, aku juga banyak baca di google kalau hal seperti ini wajar." ucap Tasya. Darel tersenyum dia mencium kening Tasya.


"Kamu pasti kuat sayang, semangat yah," ucap Darel.


Tasya tersenyum.


"Makasih yah perhatian nya kak." ucap Tasya, Darel mengangguk.


"Tapi kalau di depan orang tua kakak jangan terlalu memanjakan aku yah, aku takut mereka beranggapan aku selalu menyusahkan kakak." ucap Tasya.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu? Kamu tidak pernah menyusahkan kakak, justru kakak yang menyusahkan kamu." ucap Darel.


"Seperti nya ibu tidak suka dengan cara kakak memperhatikan Aku." ucap Tasya.


"Ssstt jangan berbicara seperti itu, kamu yang sabar aja yah menghadapi kata-kata mamah, namanya juga orang tua." ucap Darel.


"Tapi aku takut tidak bisa menahan dan aku melawan kata-kata ibu kak." ucap Tasya.


"Kakak Percaya kamu kuat dan sabar, demi kakak, anak-anak dan juga calon anak kita." ucap Darel membujuk Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya Jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote sebanyak-banyak nya. Biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏***


__ADS_2