
"Aku yakin mbak Amel pasti menyimpan petunjuk lain." dia melihat lemari khusus penyimpanan berkas-berkas penting.
Namun saat mau berjalan ke sana Darel malah keburu masuk ke dalam kamar.
"Yah kak Darel sudah keburu masuk lagi." batin Tasya.
"Apa yang kamu lakukan sayang?" tanya Darel tiba-tiba memeluk Tasya dari belakang, Tasya Sedang meletakkan kembali foto di atas meja.
Tasya berbalik dia melingkar kan tangan nya di leher Darel.
Darel mencium bibir Tasya namun tiba-tiba Tasya menahan Darel. "Aku sedang tidak mood kak, jangan lakukan itu dulu." ucap Tasya. Darel tersenyum, "Ya udah istirahat yok, kamu terlihat sangat lelah, kakak takut kamu kenapa-kenapa." ucap Darel. Tasya mengangguk.
Keesokan harinya Darel mengantarkan Tasya seperti biasa ke kampus.
Tasya berjalan masuk tidak sengaja bertemu dengan Ayu.
"Selamat pagi Bu." sapa Ayu. "Eh kamu yu, ayo jalan bersama ke kelas." ajak Tasya. Ayu mengangguk.
Karena kedekatan ayu dengan Tasya Malah banyak yang bilang kalau Ayu mendekati buk Tasya biar nilai nya bagus.
Namun Ayu tidak perduli dengan mereka semua. Saat berpapasan dengan Tiwi Tasya kaget karena Tiwi terlihat lebih kurusan dari biasanya.
"Hai Tiwi." sapa Tasya, namun Tiwi tidak menjawab nya.
Ayu kebingungan melihat buk Tiwi cuek pada Tasya karena biasanya mereka selalu sangat akrab.
"Ada apa dengan Buk Tiwi Buk?" tanya Ayu. "Tidak perlu di ambil hati, jangan di tanggapi, mungkin dia dalam suasana hati yang tidak baik." ucap Tasya.
Mereka pun masuk ke dalam. Sementara Tiwi sama sekali tidak perduli.
Namun dari kejauhan dia mendengar suara mobil sport Pak Candra. Dia langsung berjalan ke depan.
"Selamat pagi Pak Candra." sapa Tiwi.
"Pagi," jawab Candra.
"Bapak datang hari Sabtu ke kampus pasti ada yang penting kan? Saya dengan senang hati bisa membantu pak." ucap Tiwi. "Terimakasih banyak, tapi saya hanya ingin bertemu dengan Tasya saja, kamu tidak perlu repot-repot." ucap pak Candra.
Seketika senyum Tiwi hilang.
"Apa kamu melihat Tasya?" tanya Candra.
__ADS_1
"Saya tidak melihat nya dari tadi pak." ucap Tiwi.
"Oohh baiklah, kalau begitu saya akan mencari nya sendiri, permisi." Candra meninggalkan Tiwi yang sangat kesal.
"Tasya lagi, Tasya lagi!" Tiwi Merasa sangat cemburu pada Tasya. Candra kebetulan Tasya baru keluar dari kelas nya.
"Tasya!" panggil Candra.
"Eh bapak, selamat pagi." sapa Tasya.
"Pagi juga. Apa kamu sedang sibuk?" tanya Candra.
"Bapak pasti mau membahas berkas-berkas itu kan? Saya mempunyai waktu satu jam untuk mempelajari materi nya pak Baru menanda tangani nya." ucap Tasya.
"Baiklah, kebetulan saya membawa nya ke sini." ucap Candra sambil memberikan nya pada Tasya.
"Saya kemarin dari rumah kamu, namun kamu tidak ada di rumah." ucap Candra.
"Lain kali bapak tidak boleh ke rumah, bukan nya saya tidak mengijinkan tapi suami saya akan Salah paham pada bapak." ucap Tasya.
"Baiklah saya mengerti, saya minta maaf sudah lancang ke sana, selain membicarakan ini saya mau minta bantuan kamu." ucap Candra.
"Minta bantuan apa pak?" tanya Tasya. "Saya mau kamu jadi asisten saya. Tenang saja kamu tidak harus dengan saya, kamu masih bisa mengajar seperti biasa, saya hanya ingin bantuan kamu di bidang-bidang tertentu. Karena saya melihat kepintaran kamu cukup untuk di bidang itu." ucap Candra.
Tasya tersenyum.
"Saya mengerti kok, saya juga tidak memaksa, ini adalah kesempatan besar untuk kamu." ucap Candra. Tasya tersenyum.
Dia sebenarnya sebenarnya sangat senang mendapat tawaran seperti itu karena memang dia pintar bukan karena orang dalam atau yang lain, namun di sisi lain dia tidak mengambil pekerjaan itu tampa ijin suami nya.
Setelah satu jam Tasya menandatangani berkas-berkas itu dan memberikan nya pada pak Candra.
"Terimakasih yah." ucap Candra tersenyum. Tasya mengangguk.
"Oh iya tadi saya berhenti di sebuah supermarket dan membeli roti cocok untuk bumil, tunggu sebentar yah " ucap Candra dia berlari mengambil ke mobil nya.
Tidak beberapa lama datang dan memberi kan nya pada Tasya.
"Ya ampun Pak, bapak tidak perlu repot-repot melakukan ini." ucap Tasya. "kalau kamu menerima nya saya sama sekali tidak kerepotan tapi kalau kamu menolaknya saya akan merasa kerepotan karena tidak mungkin saya memakan roti seperti itu." ucap Candra.
Tasya tertawa kecil.
__ADS_1
"Bapak bisa aja." ucap Tasya.
"Oh iya kalau boleh tau kamu minum susu kandungan kan?" tanya Candra. "Minum kok Pak." ucap Tasya.
"Bagus lah kalau begitu, kamu harus rajin minum nya dan juga jangan lupa untuk istirahat banyak, olahraga dan juga banyak makanan yang bergizi." ucap Candra.
"Bapak sudah seperti sudah pernah mengurus perempuan hamil saja, tau saja apa yang di butuhkan ibu hamil." ucap Tasya. Candra tersenyum.
"Saya tidak sabar menunggu kelahiran anak kalian di dunia ini, saya sangat suka anak kecil." ucap Candra.
Tasya tersenyum. "Itu sebabnya bapak harus cepat menikah, jangan banyak milih-milih." ucap Tasya.
Candra tersenyum. "Nanti kalau ada yang pas saja saya baru mau menikah, saya belum siap, karena tanggung jawab suami sangat kah besar." ucap Candra.
"Oh iya dengar-dengar Ibu kamu sedang di rumah sakit yah?" tanya Candra. Tasya mengangguk.
"Sudah dua Minggu namun dia semakin memburuk." ucap Tasya.
"Yang sabar yah, kamu harus tetap banyak berdoa, dan jangan menjadikan itu beban fikiran kamu." ucap Candra, Tasya mengangguk sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu seperti nya anak-anak sudah menunggu kamu di kelas, saya langsung kembali ke perusahaan saya." ucap Candra.
Tasya melihat Candra pergi, dia membuka roti bawaan Candra namun tidak sengaja melihat nama toko di kemasan roti itu ternyata toko roti Candra.
Seketika Tasya tersenyum. "Mungkin dia malu bilang bawain ini khusus untuk ku, pakai acara bohong mampir ke supermarket." ucap Tasya.
Tasya mengambil foto dan mengirim kan nya pada suami nya.
"Aku mendapatkan Roti dari Pak Candra pagi ini." ucap Tasya pamer.
Darel yang membaca pesan dari istri nya langsung membalas nya. "Kamu sengaja membuat ku cemburu bukan?" tanya Darel. Tasya tidak membalas nya hanya melihat saja.
Darel paham maksud Tasya adalah orang lain perduli pada nya sementara suami nya sangat jarang membeli sesuatu tiba-tiba Tampa sepengetahuan nya. Dia membuka aplikasi di ponsel nya dan mengirim kan roti banyak ke alamat kampus Tasya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
__ADS_1
Terimakasih 🙏***