Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 152


__ADS_3

"Kamu sedang hamil Muda, jangan terlalu banyak fikiran abaikan saja yang penting kamu bahagia bersama suami kamu." "Ayah akan selalu ada untuk ku kan?"


Pak Ahmad mengangguk.


"Ayah tidak akan meninggalkan kamu lagi, hanya kamu anak Ayah yang perempuan. Kalau ayah rindu pada mbak Amel Ayah hanya bisa melihat kamu."


"Yah Ayah hanya sayang pada mbak Amel.


"Bukan seperti itu! Ayah tetap sayang pada kamu dan mbak Amel, sayang dua-duanya." Pak Ahmad memeluk Tasya.


"Ya udah kamu istirahat gih, besok masih ada acara penyambutan keluarga, kamu juga harus banyak istirahat kasihan janin kamu." ucap Pak Ahmad.


Tasya tersenyum sambil mengangguk.


"Humm boleh aku minta cium di kening?"


Pak Ahmad tersenyum dia mencium kening Tasya.


"Selamat malam nak." Ucap pak Ahmad, Tasya tersenyum.


Dia pun masuk kembali ke kamar.


"Loh kakak belum tidur?" ucap Tasya karena Darel berdiri di depan pintu.


"Kakak tidak melihat kamu, kakak tidak sengaja mendengar pembicaraan kamu sama Ayah kamu." ucap Darel.


Tasya tersenyum lebar dia langsung memeluk suaminya.


"Aku sangat bahagia Kak, aku benar-benar bahagia."


Darel juga ikut bahagia melihat istrinya sangat bahagia.


"Ya udah sekarang Bobo yah, Kakak sudah membenarkan tempat tidur kamu biar tidak sakit pinggang." ucap Darel. Tasya mengangguk sambil tersenyum.


"Kakak sendiri kenapa belum tidur?" tanya Tasya.


"Tidak bisa tidur." ucap Darel. Tasya melihat tempat tidur Darel yang sudah di ambil oleh teman-temannya.


"Bagaimana kalau kita menyewa kamar satu lagi." ucap Darel. Tasya langsung tersenyum.


Mereka keluar dan mencari kamar yang sedikit jauh dari kamar utama sebelum nya.


"Huff gak apa-apa lah sempit yang penting tidak tidur rame-rame seperti itu." ucap Darel.


"Kakak terbiasa mengurung diri sendiri sih. Berarti kakak tidak pernah merasakan saat ada kegiatan kampus semua orang harus tidur bersama an." ucap Tasya.


Darel membaringkan tubuhnya di kasur.


"Sini Sayang!" Darel menepuk-nepuk kasur di sebelah nya. Tasya dengan senyuman manis naik ke kasur dan berbantal di lengan Darel.


Mereka saling menatap satu sama lain.


"Bagaimana perasaan kamu sayang?"


"sangat bahagia, intinya aku bahagia." ucap Tasya.


Darel mencium kening Tasya.


"Kaka juga ikut bahagia kalau kamu bahagia." ucap Darel. Tasya Menatap Darel.


"Aku tau sebenarnya kakak sama seperti aku yang memikirkan tentang orang tua." ucap Tasya. Darel mengangguk.


"Orang kita terlalu gila dengan jabatan serta nama baik."

__ADS_1


"Itu adalah hal biasa bagi orang terpandang." ucap Tasya.


"tapi kita anak-anak nya tidak bisa bebas memilih pasangan." ucap Darel.


Tasya tersenyum.


"Kalau sudah Jodoh tidak ada yang bisa menghentikan nya kak." ucap Tasya.


Darel tersenyum.


"Ya udah tidur yok." Mereka pun berpelukan lalu tidur.


Keesokan harinya Clara menyusul Bu Tima yang sedang sarapan dengan yang lain di bawah.


"Tante! Maaf yah Kemarin aku gak bisa datang." ucap Clara.


"Gak apa-apa kok, lebih baik kamu tidak datang karena Tante yakin kamu tidak Akan kuat." ucap Bu Tima.


"Aku sangat Sedih Tante, aku tidak iklas." ucap Clara.


"Sabar yah, tapi kamu jangan khawatir walaupun sudah menikah Darel akan tetap menjadi pacar kamu." ucap Bu Tima.


Clara mengangguk.


"Ya udah sarapan dulu nih."


"Nanti saja Tante, aku mau ketemu sama Darel dulu dia ada di mana?" tanya Clara.


"Oohh dia ada di kamar 2234, kamu pergi saja ke sana."


Clara langsung ke sana.


Dia mengetuk pintu dan kebetulan Darel yang membuka nya.


Dia langsung terkejut karena Clara memeluk nya.


Tasya yang tadi sedang memasang baju Stevan ikut melihat ke arah pintu Clara yang memeluk Darel.


"Apa-apaan ini!" ucap Darel mendorong Clara.


"Kamu sangat jahat! kenapa kamu tega mengabaikan aku? Kamu sangat jahat." ucap Clara menangis.


Tasya mendekati mereka.


"Apa yang terjadi?" tanya Tasya.


"Jahat! Dasar wanita perebut kebahagiaan orang lain!" Clara dengan kasar mendorong Tasya hampir jatuh namun langsung di tahan oleh Darel.


"Clara! Apa yang kamu lakukan?" ucap Darel sangat marah.


"Kamu membela nya?"


"Iyah aku membela istri ku!"


"Kamu sudah berjanji untuk pacaran sama ku kalau kamu sudah menikah dengan dia! Mana buktinya?"


Tasya kaget dia menatap Darel.


"Keluar! Keluar dari sini!" ucap Darel.


"Kamu wanita yang tidak punya hati, aku sudah menyukai Darel dari dulu, tapi kenapa harus wanita seperti kamu dan mbak kamu yang beruntung." ucap Clara dan pergi.


Tasya seketika langsung melepaskan diri dari Darel.

__ADS_1


"Sayang-sayang aku bisa jelasin semuanya sama kamu." ucap Darel.


"Jelasin apa lagi kak? Semua nya sudah jelas." ucap Tasya dengan suara yang begitu berat serta Nafas yang berat.


"Itu hanya kata-kata dia, aku mohon percaya lah pada kakak, kakak bukan orang bodoh yang mau menikah dengan orang namun pacaran dengan orang yang berbeda." ucap Darel meyakinkan Tasya.


Darel yang sangat pandai meyakinkan Tasya dan menenangkan, Tasya pun cepat percaya.


"Apa yang sebenarnya terjadi kak?"


"Itu hanya akal-akalan di saja, jangan pikirkan kata-kata nya ku harus fokus pada kita saja." ucap Darel.


Tasya menghela nafas agar sedikit tenang.


"Ya udah aku percaya."


Darel tersenyum.


"Jangan di pikirkan yah, kakak tidak mau karena beban fikiran anak kita kenapa-kenapa."


Tasya mengangguk.


"Mah, Pah ayo sarapan, aku sudah lapar." ajak Raya.


Darel langsung menggendong Stevan.


"Ayo kita pergi makan."


Namun setelah mereka keluar.


Bela dan Tiwi datang bersama.


"Selamat pagi pengantin baru! Bagaimana malam tadi? Diam-diam Malah milih kamar yang berbeda." ucap Tiwi.


Tasya dan Darel tersenyum.


"Kakak sama anak-anak duluan makan yah." ucap Darel pada Tasya.


"Humm Wajah kamu sangat cerah, jadi ingin nikah deh." ucap Bela.


"Huff kerja aja dulu yang benar." ucap Tiwi.


"Kalian baru saja kenalan namun sudah sangat dekat yah, jail nya juga sama." ucap Tasya.


Mereka tersenyum.


"Oh iya kak Alex hari ini datang loh."


"Hah! Serius? Kok dia gak bilang apa-apa sama aku yah?"


"Maksud kamu?"


"Hum maksud aku, aku gak tau." ucap Bela.


"Huff aku Curiga deh sama kamu, Atau jangan-jangan kamu ada hubungan yah sama kak Alex? Kemarin aku melihat Rian posting foto kalian makan bersama." ucap Tasya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2