Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 256


__ADS_3

"Mamah sangat egois, mamah tidak pernah mengerti pada keadaan ku yang sekarang, aku ingin sendirian mamah Keluar saja." ucap Darel.


"Mamah melakukan yang terbaik untuk kamu." ucap Bu Tima. "Bukan seperti ini yang terbaik untuk aku mah, Mamah menghancurkan kebahagiaan aku bersama Tasya dan anak-anak aku, Mamah sangat tega ." ucap Darel.


"Mamah hanya memikirkan Kamu, mamah tau kamu tidak bahagia dengan dia." ucap Bu Tima lagi.."Aku bahagia dia mah, aku sangat bahagia dengan dia aku sangat mencintai Tasya, kalau bukan karena mamah orang tua aku, aku akan memilih istri dan anak-anak ku." ucap Darel.


"Kamu jangan berharap bisa melakukan apa yang kamu mau! Mamah jamin hidup kamu tidak Akan pernah bahagia." ucap Bu Tima marah.


Dia langsung meninggalkan kamar itu dengan penuh kesal.


Darel menutup pintu kamar nya dan berbaring di kasur. Beberapa kali dia menghela nafas panjang. "Huff aku memang pria yang tidak becus mengurus keluarga ku, aku sama sekali tidak ada ketegasan sama sekali." ucap nya.


Namun sampai sekarang dia tidak bisa melawan orang tua nya.


Keesokan harinya Darel duduk di balkon rumah.


"Sayang nih ada surat dari Indonesia untuk kamu." ucap Tania memberikan nya pada Darel.


Darel awal nya tidak mengambil dia tidak mau melihat nya. namun karena dari Indonesia dia berfikir itu dari istri nya.


Dia mengambil nya.


"Terimakasih." ucap Darel.


Dia membawa nya ke kamar. Tania yang merasa di cuekin sekali membuat nya terdiam dia tidak bisa mengatakan apapun selain pasrah.


Darel membuka surat itu.


"Apa Kabar kak? Kakak jangan mengkhawatirkan kami sini, kami di sini Baik-baik saja kak. Oh iya aku mengirim kan surat ini karena aku mau mengucapkan terimakasih sekaligus memulangkan semua fasilitas yang kakak berikan pada ku. Aku berfikir kalau aku tidak pantas lagi untuk menerima itu, semoga kakak tersinggung dan berfikir aneh-aneh. Aku tidak Akan pernah melarang kakak menemui anak-anak di sini." ucap Tasya.


Surat itu pun Habis di akhiri dengan nama Tasya ke bawah.


Darel diam, dia melipat dan menyimpan surat itu. "Apa benar Tasya Akan berpisah dengan ku? Kami saling mencintai, kenapa dia begitu cepat mau berpisah dengan ku. sementara aku mati-matian memperjuangkan hubungan ini ucap Darel.


"Sayang ayo sarapan dulu." ucap Tania membawa makanan ke kamar.


"Kamu kenapa masih di sini? Kamu gak kerja?" tanya Darel.

__ADS_1


"Hari ini aku tidak kemana-mana, jadi aku bisa mengurus kamu." ucap Tania. "Kamu istirahat saja, aku bisa mengurus diri sendiri, sebelum nya terimakasih banyak Sudah mau repot-repot merawat saya." ucap Darel.


Tania diam dia menarik Kursi dan duduk di depan Darel. "Ayo kamu harus Makan agar wajah kamu tidak pucat seperti itu, di hati pernikahan kita aku takut kamu nya jadi kurusan." ucap Tania sambil menyuapi nasi ke dalam mulut Darel..


"Darel. Aku tau kamu pasti sangat sedih berpisah dengan anak-anak kamu, tapi kamu juga harus menjaga diri gak boleh mengabaikan kesehatan seperti ini." ucap Tania.


Di tempat lain Tasya hari ini tidak ke kampus. "Assalamualaikum." sapa Tiwi yang baru saja datang dan langsung masuk ke dalam.


"Kamu lama banget sih datang nya? Aku sudah nungguin kamu dari tadi." ucap Tasya pada Tiwi.


"Aku tidak datang sendiri ya wajar lah aku lama." ucap Tiwi. "Emang nya kamu sama siapa." tanya Tasya karena melihat Tiwi hanya masuk sendirian Saja.


"Maaf saya tadi menelpon di luar " ucap Pak Candra. Tasya melihat pak Candra, Tiwi tersenyum.


"Aku ngajak pak Candra karena kalau kita berdua saja pasti nya tidak bisa, bagaimana kalau tiba-tiba perut kamu sakit." ucap Tiwi. Tasya terdiam.


"Boleh kan saya ikut? Saya mengkhawatirkan keadaan kamu ." ucap pak Candra. "Tapi saya merasa baik-baik saja pak." ucap Tasya.


"Sekarang Iyah baik-baik saja, bagaimana kalau sudah kelelahan Nanti?" ucap Tania terusa memancing dan membujuk teman nya agar mengijinkan Candra ikut.


Akhirnya tidak ada pilihan lagi, Candra ikut juga semakin bagus akhirnya Tasya mau dan mengijinkan Candra ikut. Tiwi sangat senang. Sementara Candra hanya tersenyum.


"Raya sini Sayang. lagi main apa?" tanya Tiwi.


Raya dan Stevan langsung mendekati mereka. "Om Candra dan Tante Tiwi di sini?" ucap Raya.


"Kami mau keluar sama Mamah kamu. Kamu sendiri kapan mau berangkat sekolah?" tanya Tiwi.


"Mau pergi kemana Tante?" tanya Raya.


"Adik kamu sebentar lagi mau lahir, jadi Tante mau nemenin Mamah kamu untuk membeli baju adik kamu." ucap Tiwi.


"Oohhh gitu yah Tante." ucap Raya.


"Kenapa mau ikut yah? Ayo kalau mau." ajak Candra.


"Nanti Mamah gak boleh kan Om, aku juga takut kalau Mamah kelelahan karena kami." ucap raya.

__ADS_1


"Udah gak apa-apa, ayo kita pergi sama-sama, Mamah gak Akan marah kok." ucap Tasya yang tiba-tiba datang.


Akhirnya mereka berangkat sama-sama.


"Tasya kapan Raya mulai sekolah?" tanya Tiwi.


"Besok pagi Wi, emang nya ada apa?" tanya Tasya.


"Kamu sudah membeli peralatan sekolah nya?" tanya Tiwi.


Tasya mengangguk.


"Sudah kok, Nenek dan Kakek nya melengkapi semua nya peralatan sekolah nya." ucap Tasya.


"Kamu yakin sudah lengkap? apa kamu sudah memeriksa nya?" tanya Tiwi.


Tasya terdiam.


"Tas aku belum ada Mau, pensil dan alat tulis lain nya belum ada. Nenek sama Kakek baru membeli buku, baju dan sepatu." ucap Raya.


"Nanti kita beli di sana yah. Kamu tenang saja. Mungkin mamah gak bisa fokus memerhatikan kamu karena ngurusin diri nya sendiri yang sedang hamil." ucap Tiwi pada Raya.


Raya tersenyum sambil mengangguk.


Tasya menoleh ke arah Candra yang menyetir di samping nya.


"Kamu kenapa menatap saya seperti itu?" tanya Candra. Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Aku merasa aku bukan mamah yang baik untuk mereka berdua, aku takut aku gagal dan akhirnya mereka terlantar." ucap Tasya.


"Jangan berbicara seperti itu. Kamu pasti Bisa, ini adalah hal wajar terjadi karena kamu mengurus diri saja sangat sulit sekarang." ucap Candra.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2