Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 162


__ADS_3

Namun tidak beberapa lama Darel juga tidur dengan ponsel hidup.


"Huff ternyata bos ku jauh lebih Bucin, baru beberapa jam tidak bertemu mereka sudah seperti ABG saja." ucap Ajeng.


Omah datang ke kamar Tasya.


"Tasya! Kamu sudah tidur? Kamu tadi mau nanya apa?" tanya Omah, namun Tasya tidak lagi merespon.


"Humm dia sudah tidur." ucap Omah menyelimuti nya, namun Omah melihat panggilan ponsel yang belum di matikan.


"Dasar anak muda yah seperti ini." ucap Omah sambil tersenyum.


Dua hari kemudian.. Tasya baru saja pulang dari kampus tidak lupa dia membeli makanan yang banyak karena akhir-akhir ini nafsu makan nya sangat kuat terkadang juga tidak mau makan.


"Mamah." Stevan berlari menghampiri Mamah nya.


"Loh kok sendiri an? Omah sama Mbak raya mana?" tanya Tasya.


Stevan menoleh ke arah dapur, Tasya mendengar suara yang sangat ramai dari dapur.


"Ya ampun lagi apa ini?" tanya Tasya.


"Lagi bikin kue mah." jawab Raya.


"Aduh... Dapur Mamah berantakan semua." ucap Tasya sambil memegang jidat nya.


"Kamu bawa apaan? Kenapa sangat banyak seperti itu?" tanya Omah.


Tasya meletakkan makanan di atas meja.


"Sebaiknya kamu jangan sering beli makanan di luar, Omah takut itu tidak sehat." ucap Omah.


Tasya tersenyum.


"Sekali-kali omah. Nanti kalau kak Darel sudah pulang aku tidak bisa makan apa yang aku mau lagi, dia pasti melarang itu melarang ini." ucap Tasya.


"Ya sudah terserah kamu saja." ucap Omah.


"Assalamualaikum!" Pak Ahmad baru saja pulang bekerja.


"Walaikumsalam Ayah."


"Yeiiii kakek pulang, ayo kita masak kue sama-sama kek." ajak Raya.


"Masak kue? Seperti nya seru tuh, kebetulan Kakek sudah lama tidak makan kue buatan Omah." ucap pak Ahmad.


"Eh Tasya kamu baru pulang juga yah nak? Ini sudah jam empat sore."


"Iyah Ayah, karena di kampus banyak kegiatan aku tidak bisa cepat pulang."


"Ayah ingat kan yah, kamu lagi hamil muda gak boleh terlalu lelah harus banyak istirahat."

__ADS_1


"Iyah ayah aku tau." ucap Tasya.


Kue sudah Masak mereka Makan bersama di ruang tamu.


"Ayah malam ini ada acara di luar, Ayah pergi sebentar gak apa-apa kan?" tanya Pak Ahmad pada Tasya.


"Ayah mau kemana lagi? Nanti pulang-pulang pasti mabuk." ucap Tasya.


"Jumpa sama teman-teman berhubungan malam Minggu."


"Gak boleh! mentang-mentang gak ada ibu Ayah mau bebas, tidak bisa." ucap Tasya melarang keras dan menyembunyikan kunci mobil ayah nya.


Omah dan Opah tersenyum.


"Yang di katakan Tasya benar Ahmad, angin malam tidak baik untuk tubuh kamu yang sudah lelah bekerja, lebih baik istirahat saja si rumah." ucap Omah.


"Dua ratu di rumah ini tidak memberikan ijin, ayah tidak bisa berbuat apa-apa lagi." ucap pak Ahmad mengalah. Tasya dan Omah tersenyum.


Pak Ahmad mengajak Cucu nya main game.


"Omah seperti nya Ayah sama ibu bertengkar deh, tidak biasa nya ibu membiarkan ayah pergi Lama bahkan sudah tiga hari Ayah di sini." ucap Tasya.


"Omah juga tidak tau, tapi bukan kah bagus kalau Ayah kamu di sini? kamu semakin bisa merasakan dekat dengan ayah kamu." ucap Omah.


"Iyah sih Omah, tapi aku melihat ayah seperti menyembunyikan sesuatu dari aku, kira-kira ya Omah?" tanya Tasya.


"Hus kenapa berfikir seperti itu? tidak ada yang di sembunyikan dari kamu." ucap Omah.


Tasya pun mengangguk paham walaupun dia masih penasaran.


"Apa ini?"


"Aku baru saja gajian Omah, aku sudah janji pada diri ku sendiri untuk mengganti Cincin Omah yang kemarin sempat terpakai untuk wisuda aku dan aku mengganti nya dengan uang karena aku tidak tau seperti apa yang Omah ingin kan." ucap Tasya.


Omah tersenyum.


"Ya Allah Tasya, Omah sama sekali tidak meminta nya, Omah ikhlas." ucap Omah.


"Aku juga iklas Omah, anggap saja ini adalah tanda terimakasih aku sama Omah juga, dan aku akan menambahi nya kalau aku gajian nanti."


Omah tersenyum dia memeluk Tasya.


"Terimakasih yah Tasya." ucap Omah. Tasya tersenyum dan membalas pelukan Omah nya kembali.


"Oh iya Besok kita jalan-jalan ke mall yah Omah, sudah lama kita tidak jalan-jalan seperti dulu lagi." ucap Tasya.


Omah tersenyum sambil mengangguk.


Di kamar Tasya masih berkutat dengan laptop nya walaupun sudah jam setengah sepuluh.


Tiba-tiba handphone nya berdering panggilan dari suami nya.

__ADS_1


"Halo! Assalamualaikum kak."


"Walaikumsalam sayang." ucap Gerwyn."


"Kenapa kakak tidak menghubungi ku dari tadi? aku menunggu telpon dari kakak."


"Kakak sangat sibuk di sini, bahkan jaringan sangat sulit." ucap Darel.


"Huff alasan kakak saja, kakak bosan kan mendengar pertanyaan ku kapan pulang?"


Darel terkekeh.


"Justru kakak senang, itu artinya kamu sangat merindukan suami kamu yang Tampan ini." ucap Darel.


Tasya Seketika memasang ekspresi meledek.


"Kakak sangat merindukan kamu." ucap Darel. Tasya tersenyum.


"Kenapa kamu hanya diam saja? Apa kamu tidak merindukan Kakak?" tanya Darel.


"Aku jauh lebih merindukan kakak, anak-anak dan juga janin yang dalam perut aku sudah rindu di elus papah nya."


Darel tersenyum.


"Coba dekatin ponsel kamu ke perut kamu." ucap Darel Tasya langsung menuruti nya.


"Anak Papah jagain Mamah yah di sana, jangan nakal, jangan buat Mamah mual Terus." Tasya tersenyum.


"Kamu masih sakit-sakit badan nya?" tanya Darel,


"Enggak Kak, sudah mulai berkurang karena Omah sering mengoles minyak."


"Justru kakak yang akhir-akhir ini sangat berbeda, tiba-tiba mual dan juga tiba-tiba pengen sesuatu yang aneh-aneh." ucap Darel.


"Itu hal biasa Kak, kalau seingat ku dulu bisa saja bertukar yang mengidam adalah suami nya bukan istri yang mengandung." ucap Tasya.


"Huff ternyata kakak belum suami yang mempunyai pengalaman luas." ucap Darel.


Tasya tersenyum.


"Ya sudah kakak istirahat yah, aku mau melanjutkan Beberapa pekerjaan ku yang belum selesai."


"Kenapa tidak besok saja? ini sudah larut malam." ucap Darel.


"Aku harus mengirim besok pagi."Darel menghela nafas panjang.


"Baiklah kalau begitu, setelah selesai Istirahat lah." ucap Darel.


"Baik kak, selamat malam tidur yang nyenyak." Tasya memberikan kis online yang berhasil membuat Darel senyum-senyum sendiri.


...----------------...

__ADS_1


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi. Terimakasih 🙏***


__ADS_2