
"Iyah Mah." ucap Raya. Stevan memeluk Mamah nya, Untung saja dua anak itu sangat lah pengertian.
Setelah berpamitan dengan anak-anak nya Tasya melihat ke arah atas.
"Sudah dua hari dia berangkat kerja namun tidak pernah Darel melihat nya berangkat.
"Ya udah mamah berangkat yah, baik-baik di rumah! Bye.." ucap Tasya dia pun keluar dari rumah itu.
Dia menyetir sendiri ke kampus karena kampus nya juga tidak jauh.
Setelah Tasya pergi Darel baru saja turun.
"Selamat pagi Anak-anak papah." sapa Darel.
Darel mengendong anak-anak nya.
"Papah gak pergi kerja?" tanya Raya. Karena melihat pakaian Papah nya masih mengunakan Piyama tidur.
Darel menggeleng kan kepala nya.
"Papah sangat letih. Papah juga sudah lama tidak main-main dengan kalian, bagaimana kalau hari ini kita main ke kebun binatang?" ajak Darel.
"Horeee!!!! Ayo Pah aku mau." ucap Raya. Darel pun tersenyum.
"Kalau begitu Papah siap-siap dulu yah." ucap Darel karena sudah melihat anak-anak nya sudah Rapi.
Sementara Tasya di sepanjang perjalanan dia menikmati musik selama perjalanan sampai ke kampus tempat nya mengajar.
"Sampai di kampus dia di sambut oleh para dosen-dosen lain nya. Karena Tasya jauh dari Pria yang membantu nya sebelum nya dia kurang banyak mengenal Orang-orang yang dapat sana.
"Namun Tasya sangat mudah dekat dengan Siapa pun walaupun sedikit canggung.
"Hay." sapa Pria yang baru saja menghampiri Tasya yang duduk di koridor menunggu beberapa teman-teman nya ingin masuk bersama.
"Hay Juga!" sapa Tasya sambil tersenyum.
"Kamu Dosen baru yah di sini?" tanya Pria yang berbadan tinggi, putih Wajah nya sangat fresh sekarang dan berkacamata membuat nya semakin Tampan.
Melihat nya saja Tasya mendongak ke atas agar bisa berbicara karena dia sedang duduk.
"Kenapa diam saja?" tanya Pria itu.
"Humm Iyah Pak saya dosen baru di sini!" ucap Tasya langsung berdiri.
"Perkenalkan nama saya Candra. Saya pengurus Kampus di sini." ucap pria itu.
"Oohhh ternyata pengurus, pantesan saja tidak pernah kelihatan sudah beberapa kali aku ke Sini." batin Tasya.
"Kenal kan juga pak nama Saya Tasya, saya Dosen baru matematika." ucap Tasya.
__ADS_1
"Senang bisa bergabung, semoga Betah yah." ucap Pak Candra.
"Iyah Pak. Terimakasih yah." ucap Tasya. pria itu mengangguk.
"Baiklah kalau begitu saya permisi." ucap Candra, Tasya langsung mengangguk kan kepala nya.
Tidak beberapa lama kawan nya datang satu.
"Tasya! Kamu ngomong apa sama pak Candra?" tanya Tiwi sambil matanya fokus terus ke pak Candra.
"Hanya perkenalan biasa saja Bu." ucap Tasya.
"Kamu sangat beruntung sekali di ajak ngomong sama pak Candra." ucap Tiwi.
"Pak Candra emangnya kenapa Bu? Kami juga hanya berbicara seperti biasa Siapa pun bisa berbicara seperti itu." ucap Tasya.
"Ya ampun Tasya! mas kamu gak tau sih Pak Candra orang yang paling pendiam, orang yang juga sangat tegas dan galak, dia adalah pengurus di sini namun itu Hanya Lah nama nya saja dia aslinya adalah donatur paling banyak di sini, Dia adalah pengusaha kaya." ucap Tiwi.
"Hah! Masa iya Sih Bu?" tanya Tasya.
"Ya ampun! Terus dia ngomong apa Sama kamu?" tanya Tiwi.
"Dia hanya mengucapkan selamat bergabung semoga betah, hanya seperti itu saja!" ucap Tasya.
"Humm kamu orang yang sangat beruntung di sapa seperti itu." ucap Tiwi.
"Bagi ku biasa saja." ucap Tasya.
"Udah ah, ayo kita masuk." ucap Tasya.
Mereka pun masuk ke kelas masing-masing.
"Assalamualaikum semua nya anak-anak!" sapa Tasya yang baru saja masuk ke kelas nya. Anak-anak didiknya sudah menunggu nya.
"Walaikumsalam Mbak!" ucap anak-anak.
"Loh kok mbak sih?" tanya Tasya.
"Mbak Masih sangat muda tidak cocok di panggil Ibu, bahkan mahasiswa di kelas ini banyak yang jauh lebih Tua dari Ibu." ucap Pria yang duduk paling depan.
Tasya tersenyum.
"Makasih loh sudah di bilang Muda. Tapi kita harus menuruti aturan yah." ucap Tasya.
"Oke Bu..." ucap semua nya.
"Baiklah Kita Akan memulai pelajaran yah, Tapi sebelum memulai pelajaran kita baca absen dulu yah." ucap Tasya.
Setelah semua nya di sebut namanya Tasya melihat banyak yang tidak hadir dari kemarin.
__ADS_1
"Kenapa sih banyak yang tidak hadir? Sudah sudah dua hari ibu mengajar di sini jarang yang pada masuk di jam Ibu?" tanya Tasya.
"Mereka semua pada Males Bu. Karena percuma saja belajar matematika yang ada bikin mereka pusing dan guru matematika sangat galak-galak." Ucap Siswa.
Tasya menghela nafas panjang.
"Ya udah kalau begitu kita Lanjut dulu yah." ucap Tasya.
Tasya mulai membuka buku nya.
Di Rumah Darel menggendong Stevan ke dalam mobil nya sementara Raya di Bantu oleh pengasuh, Bibi juga ikut mereka mengosongkan rumah.
"Kita gak ajak mamah pah? Kan Mamah yang ngingetin kita untuk main ke kebun binatang." ucap Raya.
"Mamah nya lagi kerja." ucap Darel.
"Yahh Ijin Saja Pah, kalau mamah gak tau kita Kemana nanti khawatir." ucap Raya.
"Papah sudah mengirimkan pesan kok tadi." ucap Darel.
Raya pun mengangguk dia pun sudah lega karena dia tau Mamah nya sangat khawatir sekali.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai.
"Raya sama Stevan mau Makan dulu?" tanya Darel. Raya menggeleng kan kepala nya.
mereka pun masuk ke Dalam kebun binatang itu. Darel memerhatikan Raya yang sangat tidak bersemangat.
Dia menggendong Stevan yang sangat kegirangan sementara berbeda dengan kakak nya.
Mereka sibuk dengan memberikannya makanan ke binatang sementara Raya malah duduk manis sambil termenung.
"Tasya kenapa sayang? Tasya kurang enak badan atau lapar?" tanya Suster. Raya menggeleng kan kepala nya.
"Biasanya kalau keluar pasti ada Mamah kalau gak Mamah Tasya, sekarang hanya papah sama suster saja, tidak seru!" ucap Raya.
"Kan Mamah Tasya nya lagi kerja, nanti kalau tidak kerja pasti ikut bareng kita." ucap suster. Raya hanya mengangguk saja.
Jalan-jalan mereka jadi tidak seru karena melihat Raya hanya diam saja walaupun dia tidak banyak protes dan hanya mengikuti papah nya dari belakang.
Waktu nya untuk makan Siang, Darel menyuapi Raya.
"Biar aku sendiri Pah. Papah makan saja biar cepat sembuh dan sehat." ucap raya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***