
"Stevan makin besar dia semakin mirip sama kamu yah, ganteng banget." ucap Sinta.
"Ah kamu bisa saja!" ucap Darel.
"Aku pikir kalau kamu sudah duda jauh lebih Tua namun kamu tetap saja seperti yang dulu." ucap Sinta.
"Jangan membuat ku melayang tinggi karena Pujian kamu." ucap Darel.
Sinta tersenyum. sementara Tasya hanya diam saja.
"Oh iya Tasya tolong buatkan Teh yah untuk Sinta." ucap Darel.
"Kamu pasti bingung dia siapa! Kenalin dulu nama nya Sinta, kami sudah kenal dari jama SMA." ucap Darel mereka saling bersalaman.
Tasya menyodorkan tangan nya pada Sinta. Sinta tersenyum dia menjabat tangan Tasya.
"Nama Saya Sinta senang bisa bertemu dengan kamu, kalau di pandang kamu mirip yah dengan kakak kamu, aku sudah lama tidak melihat wajah nya sedikit lupa." ucap Sinta.
"Nama saya Tasya!" ucap Tasya sambil tersenyum tipis dan dia pun langsung pergi ke dapur.
"Kepribadian nya berbeda yah dari kakak nya, dia seperti nya lebih pendiam sementara kakak nya sangat periang dan mudah bergaul dengan orang lain." ucap Sinta pada Darel.
Darel tersenyum sambil mengangguk. Karena menurut nya dia lebih suka dengan sifat Tasya seperti itu, tapi nyatanya dia adalah wanita yang sangat mudah dekat dengan pria, mungkin dia banyak Diam pada Sinta karena teman suami nya dia mungkin mau tampil sopan saja.
Tidak beberapa lama Tasya datang membawa Teh dua gelas. Namun tidak sengaja Kaki nya tersenggol oleh kaki Sinta sehingga teh hangat itu tumpah ke Lengan dan baju Sinta.
"Auhh!" teriak Sinta.
Seketika dia langsung panik. Darel langsung berdiri mengambil kan Tisu.
"Maaf! Maaf Mbak saya tidak sengaja." ucap Tasya minta maaf.
"Kamu bagaimana sih Tasya? Bisa kerja gak Sih?" ucap Darel dengan wajah marah.
"Saya minta maaf! Saya tidak sengaja." ucap Tasya Merasa bersalah.
Kulit Sinta langsung memerah Membuat Darel panik.
"Karena ulah kamu kulit nya jadi merah seperti ini! Kalau kamu tidak ikhlas bisa suruh Bibi." ucap Darel menatap Tasya.
Tasya mau menjelaskan kan namun sudah langsung di potong oleh Sinta.
"Sudah-sudah! jangan memarahi nya lagi Rel, Nama nya juga tidak sengaja." ucap Sinta.
Darel menghela nafas panjang.
"Ya udah aku bawa kamu ke klinik dekat sini yah, aku takut kulit kamu kenapa-kenapa." ucap Darel.
__ADS_1
Sinta mengangguk. mereka pun pergi.
Tasya melihat gelas yang pecah serta air yang berserak. Tangan nya yang terkena air panas sudah sangat pedih ternyata tangan kanan nya sudah sangat merah.
Namun Stevan langsung menangis. Tasya terlebih dahulu menenangkan Stevan.
Dia mau minta tolong pada suster untuk membersihkan nya namun ternyata dia masih sibuk dengan pekerjaan nya, sementara Bibik mencuci pakaian di belakang.
Akhirnya dia membiarkan Stevan dan Raya main bersama dia membersihkan ruang tamu itu sampai bersih namun tangan nya tidak sengaja luka kecil karena pecahan kaca gelas.
Walaupun luka kecil namun yang terkena adalah bagian tangan yang sudah merah karena Air panas.
Dia wanita yang tidak lebay dia tidak mengobati nya sebelum semuanya selesai.
Setelah bersih dia keluar sebentar untuk mencari obat di warung depan.
"Tangan Mbak kenapa?" tanya penjaga toko.
"Hanya terkena air panas Buk," ucap Tasya.
"Ya udah saya bantuin yah Mbak untuk mengobati nya." ucap mbak penjaga toko.
Tasya mengangguk dia sudah sering belanja ke warung depan dan akrab juga itu sebabnya ibu itu sangat Baik pada nya.
"Ya ampun kok bisa sampai seperti ini sih? Kan ada Bibi di rumah kenapa mbak bisa sampai seperti ini." ucap ibu itu, Tasya hanya diam saja sambil tersenyum.
"Sssstt!! Hati-hati buk sangat pedih." ucap Tasya.
Tangan Tasya pun di bungkus.
"Terimakasih yah Buk." ucap Tasya.
"Iyah Mbak, lain Kali hati-hati yah. Ibu juga sedih melihat tangan mbak seperti ini." ucap Ibu itu.
"Ya udah buk, ini uang nya, terimakasih sekali lagi, saya permisi." ucap Tasya.
Tasya kembali ke rumah dan ternyata suami nya sudah pulang dia melihat Darel yang sedang meniup tangan Sinta.
Dia melihat tangan nya sudah di bungkus sementara tangan Sinta hanya merah sedikit saja.
Dia langsung menyembunyikan tangan nya melewati Ruang tamu. Sinta melihat ke arah Tasya.
"Kamu dari mana sya? Kamu gak apa-apa kan?" tanya Sinta. Tasya menoleh ke arah Sinta.
"Gak apa-apa kok. Sekali lagi saya minta maaf sudah membuat tangan mbak terluka." ucap Tasya.
"Namanya juga kecelakaan." ucap Sinta sambil tersenyum.
__ADS_1
Darel menatap Tasya. Namun Tasya langsung pergi begitu saja naik ke atas.
Di kamar dia menelpon adik nya Riski karena biasanya hari Minggu Adik nya libur.
"Halo Dek!" sapa Tasya.
"Halo kak! Kakak tumben sekali menelpon ku duluan? Biasanya aku yang selalu menelpon duluan." ucap Riski.
"Huff kamu menyindir kakak nih." ucap Tasya. Riski tertawa.
"Kakak lagi apa? Raya dan Stevan di mana?" tanya Riski.
"Mereka lagi di ruang tamu sedang main-main." ucap Tasya.
"Oohh! Kakak sedang apa? kakak sudah makan?" tanya Riski.
"Nih sedang baring, kakak baru saja Makan tadi, kamu sendiri bagaimana?" tanya Tasya.
"Aku baru saja bangun kak, tugas kuliah ku sangat banyak dan tadi malam aku bermain game hingga larut malam." ucap Tasya.
"Ya ampun dasar kelakuan anak laki-laki jaman sekarang." ucap Tasya. Riski pun tersenyum.
"Bagaimana dua hari menjadi Dosen kak? Apakah melelahkan?" tanya Riski.
Tasya tersenyum sambil Menghela nafas panjang.
"Semua pekerjaan ada rasa melelahkan, namun kakak juga sangat senang bisa menjadi Dosen dan juga di sana banyak orang baik setidaknya kakak bisa terhibur." ucap Tasya.
Riski tersenyum.
"Alhamdulillah kalau begitu kak, pasti anak laki-laki nya pada semangat kuliah karena dosen nya sangat cantik." ucap Riski.
Tasya tersenyum.
"Kamu bisa saja!" ucap Tasya.
"Aku juga ingin pindah universitas saja lah, aku ingin kakak ku adalah dosen ku." ucap Riski, Tasya tersenyum.
"Kalau kamu di sini kakak sama sekali tidak bermasalah, namun bagaimana dengan Ayah dan Ibu." ucap Tasya.
"Apa mereka belum tau kakak sudah jadi dosen?" tanya Riski. Tasya menggeleng kan kepala nya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***