Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 226


__ADS_3

"Saya paham kok, kamu jangan terlalu ambil pusing." ucap Darel. Ajeng pun mengangguk setelah itu dia pun permisi untuk keluar.


Di tempat lain, Tasya melihat Raya dan Stevan main handphone di tempat tidur nya.


"Kalian lagi apa nak?" tanya Tasya.


"Kami lagi nonton Mah, papah nyuruh untuk menemani mamah tapi gak boleh berisik." ucap Raya. Tasya tersenyum.


"Sudah makan pagi belum?" tanya Tasya.


"Sudah dong Mah. Mamah gak makan pagi? Kasihan nanti Dede nya kelaparan." ucap raya.


Tasya tersenyum, "Ya udah mamah bangun nih, bantuin mamah turun ke bawah yah." ucap Tasya. Mereka berdua dengan sigap membantu.


Mereka berdua membantu Mamah nya turun ke bawah untuk makan. Namun kali ini Tasya sama sekali tidak berselera semua yang di Makan nya hampir saja di muntah kan oleh nya.


Tasya duduk di teras rumah sendiri. Dia menatap kosong ke arah luar.


"Bagaimana keadaan Ibu sekarang yah? Apa dia sudah baikan? Apa ada kemajuan setelah selesai operasi?" batin Tasya.


"Ah sudahlah semua sudah ada dokter yang menangani nya." ucap Tasya. Di tempat lain Pak Ahmad dengan Buk Mita ternyata ke rumah sakit.


"Dok Bagaimana keadaan Istri saya?" tanya Pak Ahmad.


"Belum ada kemajuan Pak." ucap dokter.


Pak Ahmad menatap wajah Mita.


"Bagaimana Ini? Kalau Mita tidak sadar bagaimana kita menjelaskan yang sebenarnya pada Tasya?" ucap Mita.


"Kamu jangan khawatir yah, kita pasti bisa menghadapi ini." ucap Pak Ahmad.


Di malam hari nya Darel baru saja pulang. Dia pulang membawa buah naga pesanan istri nya.


"Bik Tolong kupasin bawa ke kamar yah." ucap Darel.


"Baik Pak, tapi hari ini non Tasya tidak makan, saya khawatir kalau non Tasya sakit." ucap Bibik.


Darel langsung ke kamar dia melihat istrinya sedang menemani anak-anak nya belajar di kasur.


"Papah pulang, hore...." sorak mereka berdua. Mereka langsung memeluk Darel. Tasya menyalim tangan suami nya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan kamu sayang?" tanya Darel mengelus perut Tasya. "masih sangat lemas kak," ucap Tasya.


"Kamu makan apa? Bilang saja biar kakak pesan." ucap Darel.


"Aku tidak ingin Makan-makanan di luar tapi aku tiba-tiba pengen masakan kakak." ucap Tasya. Darel tersenyum dia mengelus kepala Tasya dan mencium kening nya.


"Baiklah kalau begitu biar kan kakak menukar pakaian dulu baru masak." ucap Darel, Tasya mengangguk sambil tersenyum.


"Kak aku mau ikut." ucap Tasya.


"Kamu tunggu di kamar saja." ucap Darel.


"Tapi aku mau bantuin." ucap Tasya.


"Ya udah kalau begitu, Raya sama Stevan di kamar saja yah, kalau sudah ngantuk tidur yah " ucap Darel, mereka berdua mengangguk sambil tersenyum.


Tasya dan Darel berjalan ke dapur.


"Sekarang kamu mau di masakin apa?" tanya Darel. "Humm yang simpel saja kak, aku mau tumis sayur sama sambel ikan laut." ucap Tasya.


"Baik lah, kalau begitu kamu tunggu di sini saja, biar kakak yang mengerjakan semua nya." ucap Darel. Tasya menginyakan dia duduk di kursi yang di berikan oleh Darel.


Tasya melihat Darel tidak mengunakan celemek dia langsung memasang kan nya, Darel kaget namun dia juga jadi baper karena Tasya yang tiba-tiba mencium pipi nya.


Tasya duduk kembali dia duduk manis sambil tersenyum melihat Darel memasak namun sambil bertingkah aneh yang membuat Tasya tertawa.


Karena bosan duduk saja dia berniat membantu mencuci piring namun Darel tiba-tiba berdiri di belakang nya.


"Apa yang kamu lakukan sayang? kakak meminta kamu duduk saja." ucap Darel berbicara tepat di dekat telinga Tasya.


"Aku ingin membantu kakak saja, lagian aku bosan duduk di sana sendiri." ucap Tasya. Darel tersenyum. Tiba-tiba dia mengangkat Tasya ke atas Meja masak.


Tasya tersenyum, Darel Tampa aba-aba langsung mencium bibir Tasya. Tasya juga membalas nya. Namun tiba-tiba Tasya melepaskan nya.


"Bau Gosong kak." ucap Tasya. Darel langsung melihat ikan nya dan benar saja sudah gosong.


"Yahh Gosong deh." ucap Tasya.


"Kamu terlalu menggoda, kamu membuat kakak tidak fokus masak, lebih baik kamu duduk." ucap Darel. Tasya tersenyum.


"Humm baik lah kalau begitu." ucap Tasya. Darel menukar Ikan yang lebih segar lagi.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga, Tasya membantu membuat nya di atas meja.


"Bagaimana enak?" tanya Darel.


"Enak sih, namun sedikit asin." ucap Tasya. Darel tersenyum.


"Akhir-akhir ini kakak suka yang sedikit asin, mungkin karena efek kamu hamil." ucap Darel. "Perasaan aku yang hamil kakak yang berselera aneh." ucap Tasya.


Darel tersenyum.


"Tapi kata Omah Kalau istri hamil pasti terkadang Suami nya juga ngidam. Tapi kenapa kakak tidak seperti itu yah?" tanya Tasya.


"Dulu waktu Amel hamil Stevan kakak yang ngidam, sekarang terkadang kakak ingin yang aneh-aneh di saat kamu gak pengen apa-apa. Kakak tidak ingin kamu tahu karena Kakak bisa mencari nya sendiri, yang sulit kakak hadapi itu adalah di saat kakak ingin namun tidak tega melihat kamu kelelahan." ucap Darel.


Tasya tersenyum. Dia mengelus pipi suami nya.


"Maaf yah kak. Karena aku kakak terkadang jadi stress, dan makasih juga sudah mengerti pada ku dan memanjakan ku seperti ini." ucap Tasya.


Darel tersenyum.


"Kakak hanya ingin kamu senang, sehat dan selalu terlindungi." ucap Darel, Tasya tersenyum.


"Humm tadi pak Ahmad dengan buk Mita datang." ucap Darel, Tasya langsung diam. "Mereka ingin berbicara dengan kamu, tapi kakak tidak mengijinkan nya masuk. Mereka juga bilang kalau kamu sudah baikan temui mereka atau kasih kabar pada mereka." ucap Darel.


"Aku tidak mau bertemu lagi dengan mereka." ucap Tasya.


"Tidak baik seperti itu Tasya, dia juga adalah ayah kamu, kamu harus menghormati mereka." ucap Darel.


Tasya menghela nafas panjang.


"Kakak tidak tau apa yang aku rasakan sekarang, kakak tidak akan pernah paham sakit nya seperti apa. Di tambah lagi kecurigaan ku kalau aku bukan lah anak kandung Ibu ku." ucap Tasya.


"Kamu ngomong apa sayang? Jangan berbicara seperti itu, bagaimana kalau orang tua kamu dengar, mereka akan sakit hati." ucap Darel. Tasya Menghela nafas dan diam.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2