
"Saya tidak mau! Justru Omah yang keluar dari rumah ini, karena Cucu Omah itu hanya menumpang di sini!" ucap Clara. Omah tertawa.
"Lalu kamu di sini bukan menumpang? Apa kamu sedang tidak sadar diri?"
Clara seketika langsung mati kata-kata. Dia tidak bisa lagi melawan Omah.
"Kamu cantik, wanita karier dan keluarga terpandang tapi suka nya sama suami orang. Omah aja dulu waktu seusia kamu masih di perebutkan pria-pria tampan." ucap omah dengan sombong.
Clara terdiam.
"Saya tidak mau melihat kamu di rumah ini lagi, saya sama sekali tidak takut dengan Tima ataupun suami nya. Jadi jangan mencoba membela diri mengatas nama kan mereka." ucap Omah dan berlalu begitu saja.
"Aaaaaa! Nenek-nenek menyebalkan! Lihat saja pembalasan ku sudah membuat aku malu." ucap Clara dia pun langsung masuk ke kamar.
Dia menelpon Nomor Buk Tima namun tidak aktif, dia pun menelpon Buk Adel.
Adel pun langsung datang ke rumah itu sendiri.
"Ibu!" ucap Adel pada Omah yang sedang asyik bermain dengan Raya dan Stevan.
"Apa maksud Omah mengusir Clara dari rumah ini?" tanya Buk Adel.
"Cih ternyata selain jadi perusak rumah tangga orang lain, dia juga pengadu."
Omah berdiri mendekati Adel.
"Jadi kamu akan membiarkan dia menghancurkan kebahagiaan anak kamu sendiri? Ibu seperti apa kamu?" ucap Omah.
"Tasya bukan anak ku, dia adalah anak pelakor itu!" ucap Adel.
"Jaga mulut kamu Adel!" omah marah.
"Kamu sudah merasakan betapa sakit nya berada di posisi ini sebelum nya, apa kamu ingin anak kamu mengalami nya lagi?" tanya Omah.
"Aku tidak perduli, aku tidak ingin ingin dia bahagia dia harus merasakan perbuatan Ibu nya waktu itu pada ku." ucap Buk Adel.
Omah menghela nafas panjang.
"Kamu tidak bisa mengatakan apapun lagi karena Tasya sudah bahagia dengan suami nya, dan jangan coba-coba mengganggu Cucu saya!" ancam omah.
"Asalkan Omah tau kalau Cucu Omah itu tidak cocok dengan Darel, dia hanya anak haram, dia hasil dari jinah." ucap buk Adel.
Omah menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Ibu tidak habis pikir dengan pola pikir kamu, dia tidak ada salah apa-apa." ucap Omah.
"Aku tetap membenci nya, dan karena dia juga putri ku satu-satunya meninggal Dunia. Anak dan ibu sama saja membawa kesedihan dan penderitaan pada ku, dan aku tidak ingin Menantu dan Cucu ku menderita karena anak haram itu." ucap buk Adel.
Namun tiba-tiba Omah menampar Buk Adel.
"Jangan hina Cucu saya! Itu adalah kesalahan suami kamu dan ibu Tasya bukan salah dia. Cucu saya wanita yang sangat baik." ucap Omah.
"Terserah Ibu mau ngomong apa, namun saya tidak biarkan dia hidup bahagia dengan menantu dan cucu ku tidak Akan besar dengan nya."
"Coba saja kalau bisa, ibu adalah orang terdepan menjaga kebahagiaan cucu ibu. Sama seperti kamu menjaga Cucu kamu!" ucap Omah.
Buk Adel menghela nafas panjang.
"Ini adalah pertama kali ibu menampar ku hanya karena anak seperti dia, dan ini juga pertama kali kita ribut, kurang bukti apa lagi kalau dia pembawa penderitaan." ucap Bu Adel..
"Ibu peringatkan yah jaga bicara kamu! Jangan sampai ibu melaporkan kamu ke suami kamu."
Buk Adel langsung diam.
"Kamu juga yang menghasut suami kamu untuk membenci anak nya sendiri. Kamu memang ibu yang tidak punya hati, kamu menjelek-jelekkan Tasya agar Ayah nya sendiri membenci dia. Ibu tidak habis pikir dengan kamu." ucap Omah sambil menggelengkan kepalanya.
Bu Adel hanya diam saja.
"Sekarang kamu keluar dari rumah ini bawa wanita itu!" ucap Omah.
"Jangan membantah kata-kata Ibu! Bawa dia keluar dari rumah ini jangan harap ibu akan membiarkan ide bodoh kalian itu terjadi." ucap Omah.
"Sudah bawa saja dia keluar Adel, Omah tidak boleh terlalu Emosi nanti sakit nya kambuh lagi." ucap Opah.
Adel tidak ada pilihan lain dia pun ke kamar Clara.
"Akhirnya Tante datang juga, aku sangat takut." ucap Clara memeluk Buk Adel.
"Buat sementara kamu tinggal di rumah Tante dulu yah sampai kamu tenang." ucap Buk Adel.
"Aku tidak mau jauh-jauh dari Darel Tante, aku tidak mau mereka semakin dekat." ucap Clara.
"Kalau Omah masih di sini kamu dalam bahaya." ucap buk Adel. Clara terdiam sambil memasang wajah Sedih.
"Kamu tenang saja, kita tinggal menghubungi Buk Tima untuk meminta Darel menginap sesekali di Rumah Tante." ucap buk Adel.
"Ya udah deh Tan, aku mau." ucap Clara. Mereka pun keluar dari sana.
__ADS_1
"Buk, Pak kami pamit dulu yah. Maafin aku sudah melawan Ibu tadi, aku mohon jangan beritahu Mas Ahmad."
Namun omah sama sekali tidak perduli dia a mengabaikan menantu nya itu.
"Sudah kalian pergi saja, Omah sedang marah." ucap Opah.
Mereka pun pergi.
"Yeiiii Tante Clara akhirnya pergi juga." sorak Raya.
Clara dan buk Adel yang mendengar itu terdiam.
"Aku sangat tidak suka pada Tante Clara Opah, karena dia Mamah jadi sedih Terus, Mamah selalu gak nyaman." ucap Raya.
"Sekarang di rumah ini tidak ada setan-setan lagi, sekarang semua nya bisa tenang. Raya harus jagain Mamah Sama Adek yah." ucap Opah.
"Baik Opah." Opah pun mengelus kepala Raya.
"Opah sama omah jangan cepat pulang yah, aku takut Tante itu datang dan menyakiti Mamah."
Omah dan Opah hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Darel kok belum pulang yah Omah? apa dia belum bisa mengejar Tasya?" ucap Opah.
"Tunggu Omah telpon dulu." ucap Omah menelpon Darel.
Setelah di angkat ternyata Dia sedang menemani Tasya di rumah sakit. Tiba-tiba perut nya sakit mungkin terlalu laju membawa mobil namun mereka sudah mau pulang.
Omah dan Opah sempat panik, namun mendengar Tasya baik-baik saja mereka sedikit lega.
Di dalam perjalanan pulang Darel membawa Tasya berbicara.
"Bagaimana perut kamu masih sakit?" tanya Darel memegang perut Tasya, namun langsung di tepis.
"Kakak fokus saja menyetir, aku baik-baik saja." ucap Tasya. Darel menghela nafas panjang.
"Apa kamu mau makan sesuatu? biar kakak beliin." ucap Darel. Tasya hanya diam.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***