Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode168


__ADS_3

"Maaf Omah aku tidak dengar Omah nelpon,"


"Omah sudah bilang jangan pulang malam kenapa masih pulang malam? Kamu membuat Omah khawatir." ucap Omah nya.


"Ya maaf Omah, tadi aku makan dulu, berbincang-bincang." ucap Tasya. "Sama Omah kamu selalu melawan seperti ini, nanti Omah kasih tau sama suami kamu." ancam Omah.


Tasya langsung memeluk Omah.


"Jangan dong Omah, emang Omah pengen Cucu kesayangan Omah ini di marahin sama kak Darel? Lagian aku sudah pulang dengan selamat." ucap Tasya.


Omah tidak bisa marah lama-lama dia langsung luluh ketika Tasya mencium pipi nya.


"Lain kali jangan di ulangi lagi!" ucap Omah.


"Iyah Omah, aku minta maaf sudah buat Omah khawatir." ucap Tasya.


"Lalu kamu belanja apa? Kenapa sangat besar seperti itu?" tanya Omah.


"Oohh ini, ini baju Raya sama Stevan Omah." ucap Tasya sambil meletakkan paper bag yang lebih besar di atas meja.


"Lalu yang satu lagi apa?"


"Ini keperluan aku Omah." ucap Tasya. Omah tersenyum melihat merk yang tertempel di Paper bag tersebut.


"Ya udah deh kamu istirahat gih, Raya sama Stevan tidur di kamar kamu." ucap Omah, Tasya tersenyum dia langsung ke kamar nya.


"untung saja Omah tidak membuka nya, kalau sempat aku pasti sangat malu sekali." ucap Tasya. Dia membuka pakaian nya karena terasa tidak nyaman.


Karena berfikir tidak ada orang dan juga Pintu sudah di kunci dia tidak mengenakan pakaian.


Namun tiba-tiba handphone nya berdering panggilan dari suami nya. Tampa pikir panjang dia langsung menjawab.


"Dari mana saja kamu? Kenapa kamu tidak menjawab atau membalas pesan kakak?" tanya Darel dengan Kesal.


"Aku ada acara sama Tiwi, aku tidak kefikiran untuk membuka handphone." ucap Tasya.


"Ya Allah Sayang, setidaknya kamu balas pesan aku."


"Maaf."


"Sekarang kakak sudah perjalanan pulang. sampai di sana sekitar jam enam sore kamu jangan kemana-mana." ucap Darel.


Tasya tersenyum.


"Oke kak. Kakak hati-hati yah di jalan." ucap Tasya.


"Huff akhirnya kak Darel pulang juga, aku sangat merindukan nya." ucap Tasya.


Dia melihat ke arah anak-anak nya.


"Besok malam Kalian harus kembali ke kamar kalian yah nak, Mamah tidak mau kalian melihat yang seharusnya tidak Kalian lihat." ucap Tasya.


Keesokan harinya..


"Kamu sudah siap masak saja jam segini?" ucap Omah yang baru saja keluar dari kamar.


"Aku tidak masak omah, aku beli dari luar mana mungkin aku masak sebanyak ini, Bibik hari ini libur karena ulang tahun anak nya." ucap Tasya.

__ADS_1


"Oohh." ucap Omah sambil duduk di kursi.


"Kamu cantik banget pagi-pagi." ucap omah, seketika Tasya langsung malu.


"Ah Omah bisa saja, lagian aku tetap seperti ini setiap hari." ucap Tasya.


"sangat beda, kamu terlihat lebih segar, lebih Wangi kulit kamu juga semakin lembut." ucap Omah.


"Suami ku mau pulang jadi aku harus menyambut nya dengan baik." ucap Tasya.


Omah tersenyum.


"Cucu Omah bisa saja."


"Selamat pagi." sapa pak Ahmad yang baru keluar dari kamar namun sudah rapi.


"Pagi juga Ayah, nih kopi ayah." ucap Tasya.


Pak Ahmad mencium kening Tasya.


"makasih nak." Tasya tersenyum.


"Hari ini kamu bekerja?" tanya Omah pada pak Ahmad.


"Iyah Buk, kenapa?"


"Istri kamu mengabari ibu tadi malam dia akan datang berkunjung ke sini, kamu Malah mau pergi." ucap Omah.


"Dia berkunjung ke sini melihat Cucu sama anak nya saja Omah. Lagian tidak ada hubungan nya sama ku." ucap Pak Ahmad.


"Dan juga jangan sampai dia tau kalau aku tinggal di sini." ucap Pak Ahmad.


"Dia akan marah, Seperti kamu tidak tau saja sifat Ibu mu seperti apa." ucap pak Ahmad.


Tasya menghela nafas panjang." Hum baiklah ayah, tapi nanti Ibu Akan tau sendiri." ucap Tasya.


Pak Ahmad hanya diam saja.


"Lebih baik Masalah nya di bicarakan baik-baik Ahmad, malu sama Anak-anak kamu kalau sudah tua berantem seperti ini." ucap Omah.


"Iya buk." Pak Ahmad hanya menginyakan.


"Atau jangan-jangan Ayah sama ibu berantem karena aku?" tanya Tasya.


"Enggak kok nak, kamu jangan berfikir seperti itu. Kami tidak bertengkar hanya ada salah paham saja, Tapi nanti kalau Ayah sudah tenang Ayah pasti minta maaf kok sama ibu." ucap pak Ahmad.


Tasya diam.


"Sudah jangan terlalu di pikirkan." Mereka pun diam.


"Oh iya suami kamu hari ini pulang kan?"


Tasya mengangguk.


"Nanti Sore ayah cepat pulang nya yah," ucap Tasya.


"Insyaallah kalau tidak ada kerjaan." ucap pak Ahmad.

__ADS_1


Mereka pun sarapan bersama.


Setelah selesai sarapan Pak Ahmad pergi kerja, Tasya pergi mandi dia ada kerja di kampus sebentar.


"Jangan lama-lama yah Tasya." ucap Omah ketika Tasya pergi.


Di sore hari..


Darel baru saja Sampai jam tiga Sore.


"Loh kemana semua orang? rumah sangat sepi." ucap Darel ketika turun dari mobil.


"Darel kamu sudah pulang?" Omah baru keluar dari dapur membawa teh untuk Opah.


Darel tersenyum dia langsung menyalim tangan Omah dan Opah.


Ajeng masuk..


"Oh iya Omah, Opah kenalin ini namanya Ajeng dia sekretaris ku." ucap Darel.


Ajeng menyalim tangan mereka.


"Silahkan duduk dulu. Omah buatin teh dulu." ucap Omah.


"Tasya sama anak-anak mana Omah?" tanya Darel.


"Oohh dia masih tidur deh kayaknya, anak-anak kamu sangat susah di ajak tidur siang." ucap Omah.


"Apa perlu orang bangunin?"


"Gak usah omah, biar aku saja ke kamar nanti." ucap Darel.


Omah mengangguk dia pun ke dapur.


"Gak perlu repot-repot Omah, kamu sudah minum kok tadi." ucap Ajeng mengikuti omah ke dapur.


"Kita sangat jarang bertemu, sekali bertemu kamu tidak mau mencicipi teh buatan Omah." ucap Omah.


Ajeng tidak bisa menolak akhirnya dia ikut saja hanya bisa membantu mengangkat minuman ke ruang tamu.


"Oh iya bagaimana pekerjaan kamu di sana Darel?" tanya Opah.


"Alhamdulillah lancar Opah, semua nya sudah selesai." ucap Darel.


"Alhamdulillah kalau begitu."


Namun ternyata jemputan Ajang sudah datang, Ajeng menghabis teh dan pamitan untuk pulang.


Setelah Ajeng pergi Darel pun ke kamar untuk melihat istri dan anak nya yang sudah sangat di Rindu kan oleh nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 😇***


__ADS_2