Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 179


__ADS_3

"Silahkan di makan non." ucap Bibik pada Tasya. Tasya tersenyum sambil mengucap kan terima kasih.


"Sudah lama Non Tasya tidak tidur di sini, senang deh akhirnya Non Tasya mau berkunjung ke sini setelah menikah." ucap Bibik


Tasya tersenyum. "Saya juga senang bisa bertemu Bibik lagi."


"Oh iya kamar Non Tasya masih sangat aman, saya selalu membersihkan nya tiap hari, tidak ada yang berani menempati nya karena itu adalah khusus kamar Non Tasya." ucap Bibik. Seketika Tasya mengingat di mana waktu itu Clara mengirimkan foto kalau sedang di dalam kamar nya.


"Loh bukannya sebelum nya Clara tidur di kamar ku Bik?" tanya Tasya.


"Enggak lah Non, dia hanya masuk memeriksa saja karena penasaran isi nya seperti apa karena Ibu melarang nya." ucap Bibik.


Tasya Seketika paham kalau Clara masuk hanya mengambil foto saja untuk membuat Tasya iri.


Tasya tiba-tiba tersenyum.


"Makasih yah bik sudah di rawat." ucap Tasya.


Bibik tersenyum.


"Kata Bapak non Tasya lagi hamil yah?" tanya Bibik lagi.


"Alhamdulillah Bik mungkin sudah hampir tiga Minggu lebih." ucap Tasya.


"Wahh Alhamdulillah." ucap Bibik.


"Pokoknya kalau Non Tasya mau apa bilang sajaa pada saya, saya akan memasak atau mencari nya." ucap Bibik.


Tasya tersenyum.


"Terimakasih banyak yah Bik. Bibik baik banget deh." ucap Tasya.


Setelah selesai sarapan Tasya mau mandi dia masuk ke kamar nya dan ternyata sama sekali belum berubah. Dia melihat foto keluarga yang belum berubah tempat nya. Dia tersenyum melihat itu.


Dia duduk di kasur melihat sekeliling kamar itu, dia tidak berhenti tersenyum karena kamar itu masih tertata rapi.


"Non ini pakaian untuk non Tasya." ucap Bibik memberikan pakaian pada Tasya.


"Terimakasih yah Bik." ucap Tasya. Bibi mengangguk sambil tersenyum.


Tasya langsung mandi karena sudah sangat gerah. Setelah selesai mandi dia berbaring sebentar di kasur sambil menjawab telepon dari suami nya.


"Nanti setelah kakak pulang kerja, kakak akan ke sana sama anak-anak." ucap Darel.


"Ya udah, semangat kerja nya." ucap Tasya. Darel mengangguk panggilan telepon itu pun di akhiri dengan salam.


Tasya keluar dari kamar.

__ADS_1


"Bik biasanya pagi-pagi seperti ini Ibu ngapain aja?"


"Ibu sangat jarang di rumah non, dia lebih sering bekerja sampai larut malam." ucap Bibik.


"Oohh. Lalu bagaimana hubungan nya dengan ayah akhir-akhir ini?" tanya Tasya.


"Huff saya tidak bisa mengatakan apapun Non, mereka jarang sekali berbicara, kedua nya sama-sama Sibuk dengan pekerjaan masing-masing." ucap Bibik.


"Apa Ayah sudah lama tidak pulang ke rumah?"


Bibik mengangguk.


"Itu justru lebih bagus Non karena mereka tidak pernah akur." ucap Bibik.


Tasya duduk di sofa.


"Ya udah deh kalau begitu Bibik lanjut bekerja yah." ucap Bibik, Tasya mengangguk.


Tasya ke kamar melihat keadaan ibu nya, ternyata badan nya semakin panas, dia mengompres dengan Air dingin tidak Lupa memberikan obat.


"Ibu jangan terlalu memikirkan masalah yang ada buk, kesehatan ibu semakin menurun." ucap Tasya. buk Adel hanya bisa diam.


"Kalau ibu seperti ini terus kita harus ke rumah sakit." ucap Tasya. Buk Adel menggeleng kan kepala nya.


"Kalau ibu tidak mau, lebih baik ibu fokus untuk kesehatan ibu, masalah atau pekerjaan jangan terlalu di pikirkan." ucap Tasya.


"Bagaimana Ibu tidak kefikiran, kamu adalah anak dari wanita itu, tiap melihat kamu semua nya semakin teringat jelas." batin buk Adel.


Mengingat waktu masa lalu. Sahabat nya datang untuk melihat nya sakit di rumah. sahabat nya itu juga yang mengurus nya dan menemani sampai sembuh, hubungan mereka sudah seperti saudara kandung.


Namun semua nya Berakhir setelah sahabat nya selingkuh dengan suami nya, dan yang paling sakit adalah mereka sudah berhubungan semenjak buk Adel bertunangan dengan suami nya.


Tasya menepuk-nepuk Punggung Buk Adel agar lebih tenang.


"Ibu tidak bisa tidur seperti ini." ucap buk Adel menjauh dari pelukan Tasya dan tidur miring membelakangi Tasya.


Tasya hanya menghela nafas panjang dia tidak pergi dia mengambil buku untuk di baca agar tidak bosan menemani ibunya.


Tiba-tiba handphone nya berdering panggilan dari Tiwi.


"Tasya! Kenapa kamu belum datang? ayo makan siang bersama." ajak Tiwi.


"Aku tidak bisa datang ke kampus, ibu ku sakit, aku juga sudah menelepon Dosen untuk menggantikan aku hari ini." ucap Tasya.


"Oohh begitu. Ya udah deh aku terpaksa makan sendirian."


"Ingat jangan makan banyak-banyak." ucap Tasya.

__ADS_1


"Siap Buk." ucap Tiwi, Tasya tersenyum.


"Ingat incaran kamu adalah pak Candra."


Tiwi tertawa.


"Huff tidak mungkin, dia saja sudah jarang datang ke kampus." ucap Tiwi.


"Jangan patah semangat dong, ayo semangat Terus." ucap Tasya. "Baiklah, ya udah aku mau ke kantin dulu, semoga ibu kamu cepat sembuh." ucap Tiwi panggilan pun di akhiri.


"Kalau kamu ada kelas hari ini pergi lah ibu baik-baik saja sekarang, kasihan mahasiswa kamu menunggu di kampus." ucap buk Adel.


Tasya tersenyum.


"Gak apa-apa kok buk Lagian hanya satu mata pelajaran kok," ucap Tasya. "Pekerjaan kamu lebih penting, pergilah."


Tasya menghela nafas panjang.


"Aku tidak akan pergi dari sini kalau ibu belum sembuh." ucap Tasya.


Buk Adel terdiam.


Tasya melirik kearah buk Adel yang tetap membelakangi nya


"Bagaimana bisa aku pergi bahkan berbicara saja ibu masih Lemas." batin Tasya dia membenarkan selimut buk Adel dan kembali membaca buku.


Namun dia jadi mengantuk dia ikutan tidur deh akhirnya di samping ibu nya. Ini adalah pertama kalinya Tasya tidur di kasur yang sama dengan buk Adel.


Buk Adel merasa senyap dia menoleh ke belakang. Dia menghela nafas panjang karena melihat Tasya tidur.


Buk Adel menatap wajah Tasya.


"Kenapa kamu harus sangat mirip dengan ibu kamu?" ucap buk Adel. tidak bisa menahan air mata air mata nya mengenai pipi Tasya.


"Entah kapan ibu bisa melupakan semua itu. Kenapa semua orang sangat tega pada ibu." ucap buk Adel.


Tidak terasa sudah sore hari. Tasya baru saja selesai membersihkan tubuh ibu nya dan menukar pakaian Ibu nya.


"Non Tasya. Pak Gerwyn ada di luar mencari Non Tasya." ucap Bibik.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Terimakasih 🙏***


__ADS_2