Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 203


__ADS_3

"Riski," buk Adel baru bangun dia melihat Tasya, Darel dan juga Riski Masih ada di ruangan itu menunggu nya.


"Iyah Buk kenapa? Apa yang sakit?" tanya Riski mereka semua langsung bangun.


"Kalian pulang lah istirahat ke rumah, ibu bisa jaga diri sendiri disini." ucap Buk Adel.


"Gak apa-apa Kok buk, kami di sini saja." ucap Tasya.


"Kamu sedang hamil, badan kamu akan sakit tidur di situ." ucap buk Adel.


"Darel bawa istri dan adik kamu pulang istirahat di rumah yah, kalian jangan khawatir kan ibu." ucap buk Adel.


"Ibu yakin gak apa-apa buk?" tanya Darel.


"Kalian sudah merawat ibu di sini satu Minggu, bahkan tidak istirahat sama sekali, pulang dan istirahat lah, di rumah lebih nyaman." ucap buk Adel.


Darel menoleh ke arah Tasya dan Riski seperti tidak mau pulang.


"Aku di sini saja, Riski kamu harus pulang." ucap Tasya.


"Kamu juga pulang lah Tasya, ibu bisa sendiri kok di sini, Besok kalau ada waktu temui ibu lagi." ucap buk Adel.


"Ijin kan ibu sendiri, ibu ingin sendiri. Ibu juga mau berterima kasih sama kamu sudah membawa ibu berjiarah ibu sedikit lega sekarang, ibu minta maaf sudah merepotkan kamu." ucap buk Adel pada Tasya.


Tasya tersenyum dia mendekati buk Adel.


"Katakan Saja apa yang mau ibu lakukan dan ibu mau, aku akan mengusahakan nya." ucap Tasya.


"Ibu hanya ingin sendiri sekarang, kamu jangan khawatir, titip Riski." ucap buk Adel. Tasya akhirnya mengalah dia menuruti permintaan Ibu nya.


"Ya udah kalau begitu buk kami semua pulang dulu yah. Besok pagi Riski dan aku pasti ke sini." ucap Tasya. Buk Adel mengangguk.


Mereka pun keluar dari ruangan buk Adel.


"Dok tolong langsung kabarin kami kalau terjadi apa-apa pada Ibu saya." ucap Tasya pada dokter.


"Baik mbak." ucap dokter.


Mereka pun keluar dari rumah sakit, walaupun sedikit berat tapi mereka harus melakukan itu.


"Aku tidak akan bisa tidur Nyenyak Kak kalau ibu sendirian di sana." ucap Tasya.


"Sudah percaya saja sama dokter, kan ada perawat juga di sana." ucap Darel.


"Iyah mbak, siapa tau ibu dengan seperti ini bisa sadar kalau kesehatan nya sangat penting." ucap Riski.


Tasya Menghela nafas panjang.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


"Mamah, papah." Raya dan Stevan berlari mengejar Darel dan Tasya.


"Kok belum tidur sih? Ini sudah malam." ucap Tasya.


"Nungguin Mamah sama papah, kenapa lama banget pulang nya!" ucap Raya. Mamah sama papah dan juga om Riski jagain nenek di rumah sakit." ucap Tasya.


"Huff nenek kapan sih sembuh nya? Mamah jadi jarang di rumah." ucap Raya.


"Doakan saja agar Nenek cepat sembuh yah sayang." ucap Tasya. Mereka pun masuk ke dalam.


"Papah tadi Nenek Tima menelpon aku, katanya kenapa Papah tidak menjawab telepon nya." ucap Raya. "Oohh mungkin papah gak denger, nanti Papah telpon lagi." ucap Darel.


Tasya menoleh ke arah Darel.


"Ya udah kalian pergi tidur gih, papah sama mamah juga mau istirahat." ucap Darel. Mereka menginyakan dan segera pergi untuk tidur.


"Riski kamu juga istirahat yah dek, jangan dikhawatirkan buk Adel ada perawat dan dokter di sana." ucap Darel. Riski mengangguk.


"Ya sudah kalau begitu aku ke kamar duluan yah kak." ucap Riski. Darel dan Tasya mengangguk.


"Kita juga istirahat yok." ajak Darel.


"Tunggu dulu kak, aku sangat lapar." ucap Tasya.


"Masakin Mie instan dong kak." ucap Tasya pada Darel. Darel menghela nafas panjang.


"Mie instan lagi? Kamu sangat sering memakan nya, bagaimana kalau kamu sakit?" tanya Darel. Tasya tersenyum.


"Ini keinginan dari anak kita loh kak, nanti kalau gak di turutin dia nanti ngences." ucap Tasya.


"Anak nya atau Mamah nya? Kamu sangat pintar mencari Alasan." ucap Darel. Tasya tersenyum.


"Kamu duduk saja di situ biar kakak yang menyiapkan semua bumbu dan memasak nya." ucap Darel.


"Humm suami ku sangat baik." ucap Tasya mencubit pipi Darel.


"Berikan kakak kecupan agar Tambah semangat." ucap Darel, Tasya tersenyum dia mencium pipi Darel.


"Humm sangat semangat, terimakasih sayang." ucap Darel dia langsung berjalan ke dapur.


Tasya diam-diam menatap Darel yang sedang fokus mengupas bawang dan juga memasak mie nya.


"Jangan di lihatin Terus." ucap Darel. Tasya tersenyum.


"Kakak sangat tampan ketika lagi serius." ucap Tasya. Darel tersipu malu.

__ADS_1


"Oh iya kakak sudah memikirkan undangan Bela." ucap Darel. "Kenapa kak?" tanya Tasya..


"Kakak tau kamu pasti sangat ingin pergi. Bagaimana kalau kita pergi saat memastikan kesehatan Ibu kamu semakin baik, dan meminta tolong Riski untuk menjaga nya." ucap Darel.


"Boleh juga kak, tapi kakak yakin gak sibuk?" tanya Tasya. Darel menggeleng kan kepala nya.


"Enggak kok," ucap Darel. Tasya tersenyum.


Tidak beberapa lama mie akhirnya jadi.


"Sudah jadi, mie ala Darel khusus untuk istri nya yang tercinta." ucap Darel.


"Wah Wangi banget, ini pasti sangat enak." ucap Tasya.


"Nih cobain dulu." ucap Darel menyuapi Tasya.


Tasya mencoba nya.


"Humm enak banget." ucap Tasya. Mereka pun makan bersama ternyata Darel juga sangat lapar.


"Aku sudah kenyang, ayo bersih-bersih dan tidur." ajak Tasya. Darel mengangguk.


Tiba-tiba ponsel Darel berdering lagi, namun dia langsung mematikan nya, Tasya pura-pura tidak tau dia tidak mungkin ikut campur.


Di kamar mandi Tasya membantu Darel mencuci wajah nya. Darel Menatap mata Tasya yang terlihat sipit ketika tersenyum.


"Kamu sangat cantik banget sayang," ucap Darel mencubit pipi Tasya.


"Yahh kok di cubit sih? Aku sudah Cuci muka." ucap Tasya kesal. Darel tidak berhenti membuat Tasya kesal dia semakin membagikan busa yang di pipi nya ke pipi Tasya.


"Itu kurang bersih." ucap Darel, akhirnya mereka berdua saling menyabuni wajah masing-masing. Tidak lupa gosok gigi.


"Cium deh kak, apa masih bau?" tanya Tasya mendekat kan mulut nya pada Darel, namun tiba-tiba Darel langsung mencium Bibir Tasya.


"Aaa sakit tau kak." Darel tersenyum nakal.


Setelah selesai dari kamar mandi mereka pun keluar. Tasya Sengaja memilih piyama yang sama untuk mereka pakai.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya. jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2