Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 238


__ADS_3

"Sampai jumpa lagi Kota Pekanbaru, sampai jumpa lagi buk." ucap Riski, hati nya begitu sakit ketika melambaikan tangan, wajah ibu nya selalu terngiang di mata nya.


Tasya tersenyum melepaskan adik nya, dia berharap Adik nya pulang sudah menyelesaikan kuliah nya.


"Kamu pasti bisa dek, mbak yakin kamu pasti bisa." batin Tasya.


Setelah Riski tidak kelihatan lagi mereka pun pulang.


"Bagaimana urusan surat-surat persyaratan untuk menikah ayah?" tanya Tasya.


"Sudah mau Selesai nak." ucap Pak Ahmad.


"Lalu kapan rencana nya ayah? Lebih cepat lebih baik." ucap Tasya. "Nanti tunggu di bicarakan sama keluarga dulu." ucap pak Ahmad.


"Baiklah Ayah Kalau begitu. Tasya ingin secepatnya Acara di buat, tidak perduli apa kata orang yang penting kita tidak merugikan mereka." ucap Tasya.


Mereka pun menginyakan pendapat Tasya. Sampai di rumah masing-masing mereka meninggalkan rumah Ibu nya itu.


Semua nya sudah pada pulang tinggal hanya Tasya dan suami nya. Anak-anak nya sudah pada pulang duluan bersama Supir.


"Sekarang rumah ini kosong lagi Buk, tidak tau siapa yang akan menempati nya nanti, tapi aku tidak Akan berhenti mendatangi rumah ini, dan juga membersihkan nya.


Setelah sampai di rumah Tasya baru saja selesai memandikan anak-anak nya karena sudah Sore, memasangkan pakaian dan menyisir rambut mereka, setelah itu gantian mandi giliran dia dengan Darel suami nya.


Tasya terlebih dahulu selesai mandi dia langsung menyiapkan pakaian suaminya. Darel keluar dari kamar mandi dia melihat Tasya yang duduk di sofa sambil main handphone.


"Baju Kakak sudah ada di atas kasur." ucap Tasya, Darel mengangguk. Setelah memakai baju nya dia duduk di duduk di samping Tasya.


"Tasya kakak mau membicarakan hal yang penting." ucap Darel. "Ada apa kak?" tanya Tasya sambil meletakkan ponsel nya.


"Mamah meminta Raya sekolah di Dubai." ucap Darel. Tasya terdiam sejenak. "Kamu gak apa-apa kan? ini demi kebaikan Raya juga bersekolah di luar negeri." ucap Darel.


"Itu sangat Jauh kak," ucap Tasya.


"Tapi dia bersama Mamah dan juga papah di sana, mereka bersama nenek nya."' ucap Darel.

__ADS_1


"Lalu apa Kakak setuju?" tanya Tasya. Darel mengangguk kan kepala nya.


"Sebentar lagi kamu akan hamil besar, sulit untuk mengurus mereka berdua." ucap Darel. "Mereka berdua? Stevan juga ikut kak?" tanya Tasya. Darel mengangguk.


"Ngapain Stevan ikut? Dia masih kecil." ucap Tasya. Namun Mamah Darel kebetulan menelpon Darel. Tasya dengan cepat menjawab nya.


"Assalamualaikum buk." ucap Tasya.


"Walaikumsalam jawab mertua nya dengan singkat.


"Apa benar ibu mau membawa Raya sama Stevan ke Dubai? Tapi kenapa Stevan juga ikut kalau Raya mau sekolah." ucap Tasya langsung.


"Agar kamu tidak kesulitan mengurus nya Jika nanti sudah melahirkan, saya juga ingin merawat mereka di sini." ucap buk Tima.


"Tapi bu."


"Tidak ada tapi-tapian karena mereka adalah Cucu saya, lagian papah nya sudah setuju, kamu tidak berhak untuk menahan mereka." ucap Buk Tima lagi dengan nada yang tinggi.


Mereka Masih sangat kecil di bawa jauh dari orang tua nya bu." ucap Tasya.


"Aku mohon jangan bawa mereka Bu, Aku akan keluar dari pekerjaan ku agar lebih fokus merawat mereka." ucap Tasya.


"Tekad saya sudah bulat, saya ingin Darel membawa anak-anak nya ke sini. Tidak ada protes dari kamu, karena kamu bukan kah Ibu kandung nya." ucap Buk Tima langsung mematikan sambungan telepon.


Tasya meletakkan ponsel di atas meja. Darel hanya bisa diam saja. "Lakukan sesuatu Kak, aku tidak ingin berpisah dengan mereka." ucap Tasya.


"Kakak tidak bisa melakukan apapun Tasya. mau bagaimana pun Nenek mereka berhak." ucap Darel.


"Aku tau Kak, tapi disini mereka juga bahagia dan juga nyaman, masalah waktu ku, aku bisa berhenti dan fokus pada Kalian." ucap Tasya memohon.


"Kakak tidak ingin melawan kata-kata orang tua Tasya, kakak minta maaf. Sebenarnya ini sudah lama, kakak sudah berusaha untuk membujuk Mamah agar tidak membawa ke sana, namun mereka Bilang kalau mengambil Raya dan Stevan secara paksa." ucap Darel.


"Kakak papah seperti apa sih? Kakak yang berhak Atas anak-anak. Tidak perduli melawan ataupun tidak, tapi mereka Masih kecil harus berpisah dengan kakak dan juga aku." ucap Tasya.


Darel duduk menundukkan. "Aku tidak habis pikir sama kakak yang selalu Saja tidak bisa mengambil tindakan demi kebaikan bersama." ucap Tasya.

__ADS_1


"Aku tidak mau Raya sama Stevan di bawa, tidak perduli aku di caci atau di cap sama mertua ku sendiri, namun aku sudah berjanji pada mbak Amel untuk menjaga mereka." ucap Tasya.


Darel memegang tangan Tasya.


"Tasya kakak mohon mengerti lah di posisi kakak sekarang." ucap Darel.


Tasya menatap wajah Darel. "Aku sebenarnya sangat bingung dengan kedua orang tua Kakak, tapi aku tidak bisa mengatakan apapun, karena dari awal mereka sudah tidak setuju pernikahan kita." ucap Tasya.


"Mereka adalah orang tua Kakak, mereka membesar kan kakak dengan baik sampai bisa sekarang karena mereka, tidak mungkin hanya karena sebuah hak asuh kita berantem." ucap Darel.


"Tidak seperti itu kak, aku hanya ingin kakak tegas sama orang tua kakak. Kalau mereka mau Sama Cucu mereka bisa tinggal di sini, jangan membawa mereka ke sana." ucap Tasya.


"Tidak ada pilihan lain Tasya, ini juga sangat berat untuk kakak, namun mungkin ini adalah jalan yang terbaik, kakak sudah memikirkan nya sudah lama." ucap Darel.


Tasya menatap Darel.


"Kakak Akan mengantarkan anak-anak ke Dubai? Memisahkan mereka dari aku?" tanya Tasya. Darel mengangguk. "Kita bisa datang ke sana untuk melihat nya." ucap Darel menenangkan Tasya yang sudah Menghela nafas panjang.


Tasya mengawas kan tangan Darel dari tangan nya.


"Aku butuh waktu untuk berfikir kak." ucap Tasya, dia meninggal Darel di kamar dan masuk ke dalam kamar Raya dan Stevan.


"Mamah kenapa sedih?" tanya Raya.


"Humm Mamah gak sedih kok. Mamah cuman teringat Ibu Mamah saja." ucap Tasya.


Raya dan Stevan langsung memeluk nya. "Jangan sedih mah karena ada aku sama adek yang nemenin Mamah dia sini." ucap Raya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏🥰***

__ADS_1


__ADS_2