
"Mungkin dia malu bilang bawain ini khusus untuk ku, pakai acara bohong mampir ke supermarket." ucap Tasya.
Tasya mengambil foto dan mengirim kan nya pada suami nya.
"Aku mendapatkan Roti dari Pak Candra pagi ini." ucap Tasya pamer.
Darel yang membaca pesan dari istri nya langsung membalas nya. "Kamu sengaja membuat ku cemburu bukan?" tanya Darel. Tasya tidak membalas nya hanya melihat saja.
Darel paham maksud Tasya adalah orang lain perduli pada nya sementara suami nya sangat jarang membeli sesuatu tiba-tiba Tampa sepengetahuan nya. Dia membuka aplikasi di ponsel nya dan mengirim kan roti banyak ke alamat kampus Tasya.
Karena perbuatan Darel semua orang kampus kaget dengan kiriman roti yang sangat banyak, alhasil Tasya membagikan ke semua orang sampai habis.
Keesokan harinya Tasya sudah menyiapkan pakaian suaminya mau berangkat kerja. Dia juga siap-siap mau berangkat kerja.
"Sayang." Panggil Darel yang baru saja keluar dari kamar mandi dan memeluk Tasya yang sedang menghias wajah nya.
"Ada apa kak?" tanya Tasya.
"Maaf yah tadi malam kakak Balik telat sampai kamu ketiduran di sofa." ucap Darel. Tasya tersenyum.
"Emang nya kakak dari mana? Tidak biasa nya kakak pulang malam." ucap Tasya.
"Di kantor kakak menyiapkan beberapa pekerjaan agar bisa depan nya kakak bisa mengambil waktu istirahat." ucap Darel.
Tasya tersenyum dia mencium pipi Darel.
"Gak apa-apa kok, lebih baik kakak pakai baju gih." ucap Tasya. Darel mengelus perut Tasya.
"Sayang bagaimana Roti yang papah kirim? Lebih enak bukan dari pada yang di kasih oleh pak Candra?" ucap Darel Tasya tersenyum.
"Kapan Kakak akan berhenti cemburu?" tanya Tasya.
"Tidak akan pernah, karena kakak selalu mencintai kamu, hanya kakak yang bisa memiliki kamu." ucap Darel mencium kening Tasya.
"Iyah-iyah, aku hanya milik kakak seorang." ucap Tasya. Darel tersenyum. "Hari ini kamu jadi kan menemui ayah kamu? kakak tidak sempat untuk menemui nya." ucap Darel.
"Jadi kok kak, setelah pulang dari kampus aku akan ke kantor ayah." ucap Tasya.
"Baiklah, kamu hati-hati yah." ucap Darel.
Mereka sarapan bersama.
"Sus anak-anak belum bangun yah?" tanya Tasya. "Belum Non." jawab Suster.
__ADS_1
"Kami berangkat lebih awal tolong berikan mereka sarapan pagi yah." ucap Tasya. Setelah itu mereka berdua berangkat bersama, seperti biasa Darel Akan mengantarkan Tasya ke kampus dulu.
Beberapa jam di kampus Tasya langsung melanjutkan perjalanan nya ke perusahaan ayahnya.
"Selamat Pagi Buk Tasya, ada yang bisa kami bantu?" tanya resepsionis.
"Saya mau bertemu dengan Ayah saya, apa beliau ada?" tanya Tasya. "Bapak sedang meeting Buk, tapi saya akan memeriksa nya." ucap resepsionis.
Saat resepsionis mau ke ruangan pak Ahmad seorang wanita yang sudah lanjut usia dengan penampilan yang sangat menarik bahkan jadi terlihat awet muda karena penampilan nya.
"Ada apa?" tanya wanita itu.
"Ini ada Buk Tasya mau bertemu dengan pak Ahmad. Apa pak Ahmad sudah selesai meeting buk,?" tanya resepsionis.
"Tasya?" ucap wanita itu.
Dia berjalan mendekati Tasya yang menunggu di kursi tunggu sambil bermain ponsel.
Wanita itu adalah Mita. Ibu kandung Tasya.
"Ya Allah dia sangat cantik, ternyata sangat cantik jika bertemu langsung." batin buk Mita.
"Buk Mita, apa ada yang salah?" tanya resepsionis.
Buk Mita mendekati Tasya.
"Boleh saya ikut duduk?" tanya buk Mita, Tasya yang tadi nya asik berbalas pesan di ponsel nya melihat ke arah wajah buk Mita. Cukup lama dia memerhatikan wajah buk Mita.
"Oh boleh kok buk." ucap Tasya.
"Kenalin nama saya Mita, saya sekertaris Pak Ahmad."
"Oohh sekretaris Ayah? Senang bisa bertemu dengan Ibu. Saya sangat jarang ke sini, saya juga tidak tau sekertaris Ayah yang mana, Maaf saya tidak mengenali ibu tadi." ucap Tasya.
"Tidak apa-apa." ucap Buk Mita. "Pak Ahmad sedang ada meeting mungkin sebentar lagi keluar, kamu gak apa-apa kan menunggu, kalau begitu kita bisa minum di Cafe." ucap buk Mita.
"Tapi bagaimana kalau Ayah mencari?" tanya Tasya.
"Saya akan mengabari nya nanti agar datang menemui kita di sana." ucap buk Mita.
Tasya tidak keberatan mereka pun masuk ke cafe yang tidak Jauh dari sana.
"Kamu pesan apa? Kalau saya susu coklat saja, saya sangat suka ini." ucap Buk Mita.
__ADS_1
"Wah ternyata kita sama-sama suka Susu coklat yah buk, saya juga suka itu." ucap Tasya. Buk Mita tersenyum dia pun memesan nya dua.
"Dengar-dengar kamu hamil, bagaimana keadaan janin kamu?" tanya buk Mita. "Alhamdulillah sehat buk."
"Syukur lah, ibu boleh mengelus nya?" tanya buk Mita dengan sedikit canggung.
"Boleh kok buk." ucap Tasya.
"Dia masih belum kelihatan, Tapi saat di sentuh seperti nya terasa sangat berbeda." ucap Tasya sambil tersenyum.
Buk Mita melihat wajah Tasya dengan sangat jelas membuat nya sangat sedih, karena kesalahannya Tasya menanggung semua rasa sakit.
"Kamu sudah lama menunggu nak? maaf Ayah sangat sibuk tadi." ucap Pak Ahmad baru datang. Buk Mita langsung melepaskan tangan nya dari perut Tasya.
"Gak apa-apa kok Ayah, lagian aku bisa menunggu." ucap Tasya.
"Tumben-tumbenan sekali kamu datang menemui Ayah ke sini, ada apa?" tanya pak Ahmad.
"Humm saya permisi yah, ada pekerjaan yang harus saya selesaikan." ucap Mita sengaja agar tidak mendengar pembicaraan mereka.
Dia langsung ke toilet, di toilet dia melepaskan Air mata nya. buk Mita benar-benar sangat merindukan Putri nya itu, namun dia tidak mempunyai keberanian untuk memeluk Tasya.
Melihat Tasya tumbuh besar membuat nya merasa gagal menjadi seorang ibu, karena sebuah karier dia rela meninggalkan putri nya.
"Kedatangan ku ke Sini mau membahas soal ibu." ucap Tasya. Setelah di bahas pak Ahmad setuju, apa pun resikonya mereka sudah siap.
Tasya senang dengan jawaban ayah nya.
"Tapi aku takut Ayah operasi nya tidak berhasil." ucap Tasya.
"Kita hanya bisa berserah pada yang di atas." ucap Pak Ahmad. Pak Ahmad memeluk Tasya.
Buk Mita yang melihat itu membuat nya tersenyum ingin rasanya dia ikut di sana dan memeluk kedua orang yang dia sayang itu.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1