
"Gak apa-apa aku hanya ingin main-main dengan anak-anak saja! Aku di hotel saja sangat bosan karena tidak ada kerjaan," ucap Sinta.
"Tidak masalah kok, kamu datang saja kapan mau Kamu." ucap Darel.
"Makasih yah, kamu baik banget." ucap Sinta sambil tersenyum.
"Humm ya udah aku langsung pulang yah. kamu buruan naik gih." ucap Darel
Namun tiba-tiba Sinta memeluk Darel. Darel terkejut.
"Aku juga sangat merindukan kamu, Maaf kan aku sudah lancang memeluk kamu." ucap Sinta setelah selesai memeluk dan melepaskan nya.
Darel hanya diam saja.
Sinta tersenyum dia pun langsung masuk ke Dalam. Darel tersenyum dia pun langsung pulang.
Sebelum sampai di rumah Tiba-tiba handphone nya berdering teman-teman nya mengajak untuk bertemu Darel juga sudah lama tidak bergabung dengan teman-teman nya dia pun memutar balik.
Di malam hari nya Tasya baru saja selesai Belajar. Walaupun sudah jadi Dosen dia tetap lah belajar agar pengetahuan nya semakin bertambah.
Dia menyiapkan semua keperluan untuk besok. Dia hanya bisa membaca tanpa menulis karena tangan kanan nya sakit.
"Kalau tangan ku sakit seperti itu ini, aku tidak bisa memastikan kalau bisa mengajar besok." ucap Tasya sambil menghela nafas panjang.
"Permisi Non." ucap Bibi yang baru saja masuk.
"Iyah Bik, ada apa?" tanya Tasya.
"Saya bawakan obat untuk kulit Non Tasya yang melepuh." ucap Bibik.
Dia duduk di depan Tasya.
"Kalau tidak di oles kan salep ini Akan berdampak buruk untuk kulit." ucap Bibik.
"Bibik tau dari mana tangan saya sakit?" tanya Tasya.
"Tadi Suster melihat tangan Non Tasya sakit, bahkan tidak makan hanya karena ini." ucap Bibi.
Tasya tersenyum.
"Maaf yah bik jadi ngerepotin bibik saja." ucap Tasya.
"Gak apa-apa! Bibi juga sedih kalau tangan non Tasya seperti ini," Ucap bibik. Tasya tersenyum.
"Makasih loh bik sudah perduli sama aku." ucap Tasya. Bibi tersenyum.
Balutan tangan Tasya di buka.
__ADS_1
"Ya ampun Non, tangan nya melepuh dan sudah bengkak seperti ini harus nya di bawa berobat ke klinik." ucap Bibik.
"Gak apa-apa bik, nanti juga sembuh sendiri, kulit ku memang sangat mudah terluka. Namun cepat sembuh kok nanti." ucap Tasya.
Bibik Menghela nafas panjang dia mengoleskan salep dan membungkus nya agar tidak terkena kotoran atau debu apapun.
Setelah selesai Tasya mengucapkan terimakasih.
"Ya udah kalau begitu Bibik permisi dulu yah, non Tasya istirahat saja yah, biar Raya sama Stevan Bibik sama suster saja yang mengurus." ucap Bibik.
"Oh iya Non Tasya makan dulu!" ucap Bibik. Tasya mengangguk.
Dia pun mengikuti Bibik keluar.
"Kak Darel belum pulang yah Bik?" tanya Tasya.
"Belum non." ucap Bibik.
Setelah selesai makan. Dia menemani anak-anak bermain karena di paksa oleh mereka, Tasya hanya ikut-ikut saja kemauan mereka.
Sudah larut malam Tasya membawa mereka tidur. Dia melihat Jam Sudah jam sebelas malam namun Darel belum pulang.
"Kak Darel kemana yah? Kenapa jam segini dia belum pulang apa jangan-jangan dia dengan mbak Sinta pergi jalan-jalan." batin Tasya.
"Ah sudahlah ngapain juga aku mikirin dia. Dia saja sudah tidak perduli lagi pada ku, bahkan baru kali itu dia sangat marah pada ku Cara dia menatap ku seakan-akan aku sangat bersalah." batin Tasya.
Dia menutup jendela naik ke kasur menarik selimut nya dan memeluk Stevan dia pun tidur dengan nyenyak.
"Bik aku berangkat dulu yah." ucap Tasya.
"Iyah Non hati-hati yah." ucap Bibik.
Tasya mengangguk dia pun keluar Tapi dia heran melihat mobil Darel tidak ada.
"Bik! Bik! Mobil kak Darel kok gak ada? apa dia belum pulang?" tanya Tasya kembali masuk ke dalam.
"Pak Darel sudah pulang non, Tapi mobil nya entah di mana Bibik juga tidak tau, dia pulang dengan keadaan mabuk jam dua pagi tadi." ucap Bibik.
"Oohhh begitu bik, ya udah kalau begitu aku berangkat yah." ucap Tasya dia pun langsung berangkat.
Di dalam perjalanan dia berfikir tentang suami nya.
"Kenapa makin ke sini sifat kak Darel sangat berubah Sih? Atau jangan-jangan Sifat nya selama ini seperti itu? tapi tidak mungkin karena kak Amel tidak pernah cerita apapun dia pun terlihat sangat bahagia." ucap Tasya.
"Sifat nya benar-benar sangat buruk, dia baru saja sembuh namun sudah minum-minuman keras. Aku harus bagaimana lagi." batin Tasya.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Dia langsung di samperin oleh Tiwi.
__ADS_1
Mereka masuk bersama ke dalam kampus.
"Assalamu'alaikum semua nya! selamat pagi!" sapa Tasya yang baru saja masuk ke kelas.
"Walaikumsalam salam Bu." ucap semua mahasiswa.
Tasya tersenyum melihat semua bangku terisi.
"Humm seperti nya Semua nya datang nih. Kita bacakan absen dulu yah." ucap Tasya.
Setelah membaca buku absen ternyata semua nya datang, Tasya sangat senang mereka semua mau mendengarkan nya.
"Buk!" ucap Dani mengangkat tangan nya agar Tasya tau siapa yang memanggil.
"Iyah! Ada apa?" tanya Tasya.
"Tangan ibu kenapa?" tanya Dani.
"Oohhh ini! Ibu sangat ceroboh kemarin sehingga terkena Air panas dan sedikit melepuh." ucap Tasya.
"Bagaimana hari ini saya bantu Ibu untuk menulis di papan tulis?" tanya Dani.
"Ide bagus juga, tapi hari ini kita ada kuis." ucap Tasya.
"Huuuu!!! Sengaja mau modus tuh si Dani." sindir wanita tomboi di samping nya.
"Diam lu!" ucap Dani.
Dani adalah Mahasiswa paling pintar di ruangan itu, dia juga paling kaya dan paling ganteng namun dia sangat lah galak sehingga semua orang yang ada di ruangan itu tunduk pada nya.
Kuis mereka pun di mulai. Di rumah Darel baru saja bangun dia langsung siap-siap berangkat ke kantor.
Dia turun ke bawah. Dia mencium anak-anak nya.
"Papah berangkat kerja yah nak." ucap Darel dan langsung pergi begitu saja.
Bibi dan suster yang melihat itu hanya bisa diam.
Darel memakai mobil nya yang lain.
"Huff sialan tuh si Rey mobil ku Malah di bawa pacaran." ucap nya sambil masuk ke dalam mobil nya, Rei adalah teman nya tadi malam mabuk.
...----------------...
Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏