
Tasya terdiam.
"Tas aku belum ada Mau, pensil dan alat tulis lain nya belum ada. Nenek sama Kakek baru membeli buku, baju dan sepatu." ucap Raya.
"Nanti kita beli di sana yah. Kamu tenang saja. Mungkin mamah gak bisa fokus memerhatikan kamu karena ngurusin diri nya sendiri yang sedang hamil." ucap Tiwi pada Raya.
Raya tersenyum sambil mengangguk.
Tasya menoleh ke arah Candra yang menyetir di samping nya. "Kamu kenapa menatap saya seperti itu?" tanya Candra. Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Aku merasa aku bukan mamah yang baik untuk mereka berdua, aku takut aku gagal dan akhirnya mereka terlantar." ucap Tasya.
"Jangan berbicara seperti itu. Kamu pasti Bisa, ini adalah hal wajar terjadi karena kamu mengurus diri saja sangat sulit sekarang." ucap Candra.
Tasya Menghela nafas panjang.
"Ya udah kamu jangan kefikiran seperti itu Tasya. Mau bagaimana pun jadi kamu sangat sulit." ucap Tiwi. Tasya mengangguk.
"Kamu jangan khawatir karena Aku, pak Candra dan juga Ayah ibu kamu, akan selalu ada untuk kamu. Kamu pasti bisa melewati semua nya, kamu adalah wanita yang kuat." ucap Tiwi menyemangati Tasya.
"Makasih yah Tiwi." ucap Tasya. Tiwi mengangguk.
"Aku sangat merasa bersalah sekali sudah sangat merepotkan kamu dengan pak Candra." ucap Tasya. "Saya Sama sekali tidak merasa di repot kan oleh kamu." ucap Candra. Tasya tersenyum begitu juga dengan Tiwi.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di toko baju anak bayi. "Kamu sama Tiwi masuk saja duluan ke toko baju bayi, saya akan membawa Stevan dan Raya membeli beberapa makanan agar mereka nyaman." ucap Candra.
Tasya tersenyum, mereka pun masuk ke dalam meninggalkan Candra dan Raya di sana.
"Wahh baju nya banyak banget Tasya." ucap Tiwi.Tasya memegang baju bayi.
Dia termenung, Tiwi yang melihat itu tau kalau teman nya itu masih belum bisa melupakan suami nya. "Ayo ke sini Tasya." ajak Tiwi. Tasya mengikuti Tiwi. "Nih yang khusus untuk bayi baru lahir. Seperti kain untuk membalut nya, topi semua nya lengkap." ucap Tiwi.
__ADS_1
Dia pun menarik keranjang untuk memborong baju yang banyak.
Sementara di tempat lain Candra malah membawa Raya dan Stevan ke toko baju yang khusus seusia mereka.
"Om aku mau beli baju princess." ucap Raya. Candra menginyakan semua keinginan mereka. Cukup lama di dalam sana akhirnya mereka keluar.
"Ayo beli jajan om." ucap Raya. Candra mengikuti nya. Diam-diam dia mengambil foto mereka yang berlari kesenangan dia juga tersenyum melihat nya.
"Entah mengapa melihat anak kecil bahagia seperti ini membuat ku sangat senang." batin Candra. Setelah selesai jajan Candra duduk di kursi panjang melihat anak-anak bermain di tempat khusus bermain gratis yang di sediakan di sana.
"Bapak beli apa? Kenapa kelihatan nya sangat banyak?" tanya Tasya duduk di samping Candra.
"Oohh ini. Raya sama Stevan melihat baju yang mereka suka, karena kita jarang ke sini jadi sekalian saja saya masuk membeli nya." ucap Candra.
Tasya melihat betapa banyak baju yang di pilih oleh mereka berdua. "Aku akan mengganti uang bapak." ucap Tasya.
"Tidak perlu Tasya. Saya membeli kan ini untuk mereka dengan ikhlas." ucap Candra. Tasya terdiam.
"Tapi ini pasti sangat mahal." ucap Tasya.
"Terimakasih banyak yah pak. Saya bingung harus membalas kebaikan bapak seperti apa lagi." ucap Tasya.
"Sama-sama. Kamu tidak perlu membalas nya dengan apapun cukup kamu bahagia saja saya sudah sangat senang." ucap Candra m Tasya tersenyum.
"Bagaimana belanja untuk calon anak kamu?" tanya Candra.
"Sudah ada kok kak, semua nya sudah lengkap. Ternyata baju-baju bayi itu sangat mahal sekali." ucap Tasya.
"Benar sekali. Apa sebelum nya kamu belum pernah beli baju bayi?'" tanya Candra, Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Loh emang bapak sudah pernah?" tanya Tasya.
__ADS_1
"Saya sangat sering membeli kan Beberapa baju anak kecil untuk di bawa ke panti asuhan." ucap Candra. Tasya baru tau kalau Candra sangat senang berkunjung ke panti asuhan.
"Aku sudah lama ingin berkunjung ke panti sudah lagi. Namun aku sama sekali belum sempat. Dulu waktu kuliah Tiap bulan saya selalu datang bermain dengan anak kecil menghilangkan beban fikiran saya." ucap Tasya.
"Kalau begitu Minggu depan kebetulan saya ke sana. Kalau kamu mau ikut ayo bareng dengan saya." ucap Candra.
"Boleh pak? Saya mau dong." ucap Tasya dengan semangat.
"Hayo mau ikut kemana? Aku ikut juga dong." ucap Tiwi yang baru saja datang. "Aku mau ikut sama pak Candra Minggu depan berkunjung ke panti asuhan. Kamu juga ikut yah, kita ramai-ramai ke sana." ucap Tasya.
Tiwi berfikir sejenak. "Aduhh Minggu depan aku ada acara keluarga mengirim doa Gitu, seperti nya aku tidak bisa ikut. Kalian berdua saja yah." ucap Tiwi.
"Yahh gak seru dong." ucap Tasya.
"Kamu boleh bawa Raya dan Stevan Kok. Lagian mereka harus belajar berkunjung ke tempat teman-teman nya." ucap Candra.
"Humm benar juga sih pak, Tapi aku takut mereka gak bisa berbaur dengan orang-orang baru. Bapak tau sendiri kalau mereka sangat jarang keluar." ucap Tasya.
"Sudah jangan terlalu di pikirkan, ini waktu nya kita mengajar kan mereka untuk mengenal banyak teman-teman nya." ucap Candra.
"Bapak benar juga sih." ucap Tasya. "Ya udah kita pulang aja, kamu harus istirahat. Kamu harus banyak istirahat. belanja nya sudah selesai kan?" tanya Candra.
"Sudah kok pak, ayo kita pulang." ucap Tiwi mereka pun langsung pulang meninggalkan tempat itu. Tasya berjalan di belakang bersama Raya dan Stevan, sementara di depan Candra dan Tiwi jalan bersama membawa barang belanjaan ke dalam mobil.
"Kenapa menurut ku mereka tidak seperti orang berpacaran yah, Tiwi juga tidak seperti yang dulu selalu Cemburu kalau aku dekat dengan pak Candra. Apa jangan-jangan dia mengalah sama aku karena aku lagi sedih?" batin Tasya... Mereka pun masuk ke dalam mobil. Namun sebelum pulang Candra membawa mereka semua untuk makan terlebih dahulu.
Candra selalu perhatian pada Nya dan juga anak-anak nya sementara Tiwi biasa saja, dia sama sekali tidak menunjukkan wajah cemburu.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.
__ADS_1
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.. Terimakasih 🙏***