Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 170


__ADS_3

"Bercanda sayang, kakak sangat merindukan kalian semua, kakak pulang untuk kalian kenapa kamu harus cemburu sama anak kecil?" ucap Darel mengelus kepala Tasya.


Tasya menatap Darel.


"Kakak kangen sama aku?" tanya Tasya, Darel mengangguk.


"Jangan marah lagi yah sayang, sebagai gantinya bagaimana kalau kakak kasih uang jajan, kamu bisa bebas belanja sama anak-anak hari ini." ucap Darel.


"Aku hanya pengen kakak di sini sama aku." ucap Tasya langsung memeluk Darel.


"Hati-hati sayang, kasihan perut kamu kena jepit." Tasya tidak perduli dia memeluk Darel begitu erat.


Darel mencium kening Tasya beberapa kali, namun Tasya dengan tampa aba-aba langsung mencium bibir Darel dengan sangat ganas, Darel sempat menolak nya namun Tasya langsung menggigit bibir Darel.


Darel menyerah dia mengikuti permainan Tasya. Namum dia juga menikmati permainan di pagi hari. Dan terjadi lah pelepasan Rindu di pagi hari yang sangat cerah.


"Mamah.. Papah.." Raya dan Stevan menggedor-gedor pintu kamar orang tua nya.


"Kak! Kak!" panggil Tasya membangun Darel yang memeluk nya sangat erat.


"Humm ada apa? Kenapa kamu bangun sangat cepat, tidak bisa kah kamu hari ini ngambil cuti saja?" ucap Darel dengan suara serak.


Mereka kelelahan setelah melakukan olahraga di pagi hari sampai kedua nya tertidur.


"Anak-anak sudah menggedor-gedor pintu dari tadi kak." ucap Tasya. Darel melepaskan pelukannya dari Tasya namun mencium nya terlebih dahulu.


Tasya tersenyum dia langsung membuka pintu setelah memasang kimono nya.


"Selamat pagi Mamah." ucap Raya.


"Pagi juga sayang."


"Papah mana?" tanya Raya. Tasya membuka pintu lebih lebar.


"Papah masih ngantuk kaya nya."


"Bangunin aja yah Mah, Papah janji mau jalan-jalan hari ini." ucap Raya. Tasya tersenyum sambil mengangguk.


Mereka berdua langsung naik ke kasur.


"Papah bangun Papah." ucap Raya menepuk badan Darel.


Darel bergeliat dia malah memeluk kedua anaknya dan tidur lagi.


Tasya menggeleng kan kepala nya melihat kelakuan mereka.

__ADS_1


"Ayo buruan mandi semua nya. Mamah mau keluar jalan-jalan." ucap Tasya.


"Jangan pergi dong sayang," ucap Darel lagi.


"Emang kakak gak ikut? Kalau gak ikut ya udah di rumah aja." ucap Tasya.


Darel langsung bangun.


"Ayo mandi anak-anak, kita tidak boleh tinggal di rumah." ucap Darel langsung turun dari kasur.


Mereka bersama masuk ke kamar mandi sementara Tasya turun ke bawah.


"Tumben-tumbenan banget bangun jam segini?" tanya Omah.


"Huff Omah.." ucap Tasya dengan manja. Omah tersenyum.


"Tadi Omah beliin kamu jamu menghilang masuk angin. Minum dulu!" ucap Omah.


Tasya langsung meminum nya.


"Hari ini kita jalan-jalan keluar yok Omah, mumpung aku Sama kak Darel libur dan Omah sama opah belum Balik ke Bandung."


"Loh kok malah pergi sih, hari ini ibu kamu jadi datang ke sini, kemarin tidak jadi karena Clara ada kegiatan."


"Hah! Apa Clara masih tinggal di sana?" tanya Tasya Omah mengangguk.


"Apa Ibu datang dengan Clara?" tanya Tasya. Omah mengangguk lagi.


"Huff benar-benar tidak tau malu wanita itu! Bisa-bisa nya dia masih berani datang ke sini." ucap Tasya.


"Sudah lah biar kan saja, sebenarnya bagus kalau dia datang dan melihat hubungan kamu dengan Darel sangat romantis." ucap Omah.


Seketika Tasya mempunyai cara agar Clara semakin panas dengan kedekatan mereka berdua.


" Kamu mandi gih, soalnya mereka udah di perjalanan."


"Kak hari ini ibu datang dengan Clara ke sini," ucap Tasya.


"Ya udah biarin saja." ucap Darel dengan nada yang Cuek.


Tasya masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.


Tidak beberapa lama Buk Adel dan juga Clara datang, Tasya dan juga Darel baru saja turun. Clara melihat Tasya menggandeng tangan Darel Membuat nya semakin Cemburu.


"Cih aku yakin dia menghabiskan uang Darel begitu banyak untuk mempercantik diri." batin Clara.

__ADS_1


Tasya menyalim tangan ibunya.


"Bagaimana kabar Ibu?" tanya Tasya.


"Baik." Jawab buk Adel dengan sangat singkat.


"Kedatangan ibu ke sini mau membahas.." Seketika Omah langsung angkat bicara.


"Tidak ada yang mau di bahas lagi tentang Clara dan juga Darel. Kamu orang tua yang tidak berakal sehat!" ucap Omah.


Seketika mereka semua langsung terdiam.


"Dan juga kamu Clara! Sudah jelas Darel mempunyai istri kamu harus mencari pria lain!" ucap Omah.


"Saya tidak tau bagaimana cara ibu dan Ayah kamu mendidik kamu sehingga mau menghancurkan rumah tangga cucu saya!"


"Omah jangan membawa-bawa orang tua dia di sini Omah." ucap Adel.."Kenapa? Kamu takut mereka kecewa sama kamu?" Omah langsung berbicara tegas.


"Omah peringat kan sekali lagi sama kamu yah Clara, jauhi keluarga saya, jauhi suami Cucu saya. Suatu saat nanti kalau kamu sudah menjadi istri dan orang tua kamu akan paham bagaimana artinya setia." ucap Omah.


Clara langsung keluar dari sana. Tasya melihat Clara keluar dia merasa lega.


"Kamu tidak perlu berfikir bagaimana cara nya untuk memisahkan Tasya dengan Darel lagi karena itu hanya sia-sia saja tidak ada gunanya." ucap Omah pada buk Adel..


"Aku hanya mengkhawatirkan Raya dan Stevan Omah, Tasya tidak akan sanggup jadi Ibu untuk mereka, Omah tau sendiri Tasya masih sangat muda."


"Itu bukan lah alasan yang sangat logis. Bukti nya sampai sekarang Stevan dan Raya tumbuh dengan penuh kasih sayang."


Buk Adel seperti mau menjelaskan lagi namun Darel langsung berbicara.


"Sebelum nya saya minta maaf Buk. Saya selama ini hanya diam dengan apa yang kalian lakukan namun saya mohon Ibu maupun orang tua saya sendiri berhenti mengurus kehidupan saya dengan dengan istri saya."


Semua nya langsung terdiam.


"Pilihan saya adalah Tasya, saya dan anak-anak saya bahagia dengan dia, dia sangat baik tidak ada yang kurang dari dia. Kalau ibu berfikir dia tidak bisa mengurus saya dengan anak-anak saya ibu salah besar."


"Ibu yakin dia sudah menghasut kamu kan nak." ucap Buk Adel Malah menyalah kan Tasya.


"Saya bisa berfikir dengan jernih, saya berakal sehat. Dia istri yang sangat sabar dan baik. Buka mata ibu lebar-lebar melihat Tasya, dia anak ibu sendiri kenapa ibu lebih memilih menyanyangi orang lain yang baru ibu kenal?" ucap Darel dengan sangat serius sampai Adel menunduk kan kepala nya.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya. jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 😇😇***


__ADS_2