Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 58


__ADS_3

"Walaikumsalam!" jawab Tasya yang baru keluar membawa dua botol susu di tangan nya.


Gilang melihat Tasya seketika tercengang.


"Ini siapa Pah?" tanya Raya.


"Oohhh ini Adalah Sabahat papah, sebelum nya om ini sudah ke sini namun Raya Masih kecil jadi tidak kenal, ayo kenalan dulu." ucap Darel.


"Hay anak cantik! Pasti nama nya Raya dan ini Stevan. Kenalin nama Om Adalah Gilang panggil Om ganteng aja gak keberatan kok." ucap Gilang.


"Humm gak mau," ucap Raya.


Darel mendengar itu seketika tersenyum meledek.


"Nih om bawain oleh-oleh dari Medan." ucap Gilang.


Raya dan Stevan mengambil nya.


"Ayo bilang apa anak-anak?" tanya Tasya.


"Makasih Om." ucap Raya. Mereka langsung pergi membawa oleh-oleh itu dengan Suster.


"Mereka sudah besar saja yah." ucap Gilang. Darel mengangguk.


"Silahkan duduk dulu Kak." ucap Tasya. Gilang menatap Tasya dengan tatapan terpesona dan dia juga tersenyum manis.


"Oh iya kenalin ini adik nya almarhum istri aku, dia sudah tinggal di sini membantu aku." ucap Darel.


"Ooohh kenalin saya Gilang sahabat Kakak ipar kamu," ucap Gilang menyodorkan tangan nya pada Tasya.


Tasya menatap Darel sejenak dan menyalim tangan Gilang.


"Nama ku Tasya kak." ucap Tasya. Darel langsung menarik tangan Gilang.


"Anak gadis Orang." ucap Darel langsung.


"Humm sirik aja " ucap Gilang.


"Duduk atau loe pergi aja." ucap Darel langsung.


"Ya duduk lah, malam ini aku juga mau menginap di sini." ucap Gilang sambil menatap Tasya. Darel yang melihat Tasya tersenyum membuat nya Cemburu.


"Humm Sya! Tolong buatin Kopi yah, seperti nya Gilang kehausan." ucap Darel.


"Baik Kak." ucap Tasya.


"Jangan manis-manis yah, soal nya kamu sudah manis." ucap Gilang, seketika Darel menepuk kepala Gilang.


"Heh! Kenapa loe kasar banget sih." ucap Gilang.


"Jangan mengganggu nya, dia sudah punya pacar." ucap Darel.


"Aku tidak menggangu nya, dia juga tidak merasa terganggu, lebay banget sih." ucap Gilang.


"Dan kalau dia sudah punya pacar apa masalah nya? Aku juga tidak merusak hubungan nya." ucap Gilang membela diri.

__ADS_1


"Terserah loe aja deh." ucap Darel kalah.


"Humm numpang kamar mandi dong." ucap Gilang.


Darel sudah tau akal-akalan Gilang karena Tasya ke dapur dan Kamar mandi juga ada di dapur.


"Ada di atas." ucap Darel.


"Loh di bawah gak ada? seperti nya di dapur Masak ada." ucap Gilang lagi.


"Itu rusak, seluruh pengisi rumah ini mengunakan WC di atas." ucap Darel.."Cihh rumah sebesar ini dan semewah ini tidak mempunyai kamar mandi umum." ledek Gilang.


"Jadi ke kamar mandi gak?" tanya Darel beranjak.


"Tidak ada di dapur yah? Biar aku coba periksa dulu." ucap Gilang.


"Ke atas!" ucap Darel menarik tangan Gilang ke atas.


Tasya yang melihat itu Heran sementara suster dan anak-anak sangat asik membuka mainan oleh-oleh dari Medan.


Tidak beberapa lama Darel turun.


"Kenapa dengan kak Gilang di tarik ke atas kak?" tanya Tasya.


"Mau ke kamar mandi." ucap Darel.


"Loh kok ke atas? kamar mandi dapur kan ada." ucap Tasya.


"Sudah biarkan saja, dia emang suka aneh-aneh." ucap Darel.


"Tapi mereka baru saja bangun jam empat tadi kak, mereka tidak akan tidur." ucap Tasya.


"Humm bawa saja mereka ke kamar." ucap Darel.


"Coba saja kalau mereka mau kak, pasti mereka akan Nangis." ucap Tasya.


Darel melihat Mereka asik main.


"Huff ya sudah kamu istirahat lah duluan. Kamu pasti lelah." ucap Darel.


"Enggak kok kak, lagian ada tamu gak enak kalau di tinggal. Bibi juga sedang memasak untuk makan malam kakak sama kak Gilang." ucap Tasya.


"Humm pas banget, aku sangat lapar." ucap Gilang yang mendengar percakapan mereka.


Darel menghela nafas kasar.


"Mana Kopi kakak?" tanya Gilang.


"Kakak! Kakak! Loe udah tua!" ucap Darel.


"Loe yang udah tua," ucap Darel.."Sudah kenapa ribut-ribut sih, Om Gilang sama Papah itu udah tua, udah jelek." ucap raya.


"Hus Raya gak boleh ngomong gitu." ucap Tasya..


"Iyah Mah, lagian ribut mulu sih seperti anak kecil saja." ucap Raya.

__ADS_1


"Mamah?" tanya Gilang kaget.


"Humm mereka memanggil Tante nya dengan sebutan mamah, mungkin rindu pada mamah kandung nya, ayo silahkan duduk!" ucap Darel langsung menjawab.


"Kalau begitu aku permisi ke dapur dulu yah kak." ucap Tasya.


"Humm dia sangat cantik dan muda tidak cocok di panggil Mamah;" ucap Gilang.


Darel diam.


"Humm dia lebih cantik dari kakak nya, memang fakta yah kalau adik nya jauh lebih cantik dari pada Kakak nya. Aku sekarang percaya dengan kata-kata itu." Ucap Gilang sambil tersenyum membayangkan wajah Tasya.


"Loe jangan menghina istri gua yah." ucap Darel kesal.


"Bukan begitu sobat, almarhum istri Loe memang cantik bahkan incaran para lelaki, namun Adik nya jauh lebih cantik sekali." ucap Gilang.


Darel semakin kesal dengan ekspresi Sahabat nya itu.


"Gigi rapih dan putih, Bibir yang mungil dan seksi, Serta Wajah yang mulus, rambut yang panjang poni nya seperti wanita Korea, kulit yang putih merona. Auuhhhh sangat perfek sekali." ucap Gilang.


"Nanti almarhum istri gua datengin loe karena sudah mengatai nya." ucap Darel.


"Aku minta maaf Amel, aku tidak bermaksud seperti itu, tapi aku ingin meminta ijin agar di perbolehkan mendekati Adik kamu yang sangat cantik itu." ucap Gilang mengangkat tangan nya.


"Sudah gila kau." ucap Darel.


"Huff loe harus mendukung gua dekatin adik ipar loe itu, karena kalau dengan gua dia pasti terjaga kalau dengan orang lain dia pasti tersakiti." ucap Gilang.


"Gak akan! Dia juga mempunyai tipe yang tinggi tentu nya bukan seperti kau ini." ucap Darel.


"Kasih tau dong seperti apa tipe dia. Dan juga makanan kesukaan, tempat atau yang lain hobinya." ucap Gilang memohon.


"Gak tau." ucap Darel dengan jutek.


"Pak Darel, pak Gilang makanan nya sudah selesai, ayo makan dulu." ucap Bibi.


Mereka berjalan ke meja makan bersama.


Darel memerhatikan Gilang yang selalu melihat ke arah dapur seperti mencari seseorang.


"Loe lihatin apa?" tanya Darel.


"Bik. Tasya mana bik?" tanya Gilang langsung mengabaikan pertanyaan Darel.


"Oohhh non Tasya sudah naik ke atas, dia mau mandi dan istirahat." ucap Bibi.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2