Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 28


__ADS_3

"Kakak tidak akan menginap kalau kamu tidak di Sana, Dan kalau kamu tidak nyaman dan tidak di anggap aku tidak akan tenang." ucap Darel.


"Seharusnya kakak tidak perlu melakukan itu, aku baik-baik saja.," ucap Tasya.


"Huff Jujur saja aku bingung dengan orang tua kamu yang membedakan kamu dengan kakak kamu," ucap Darel.


Tasya hanya diam saja.


Selama perjalanan mereka tidak ada percakapan apa-apa namun Tiba-tiba Tasya heran kemana Darel akan membawa nya.


"Kita akan kemana kak?" tanya Tasya.


Darel hanya tersenyum saja.


"Kamu pasti suka tempat ini." ucap Darel masuk ke sebuah hotel yang sangat besar dan mewah.


"Di sini Cocok untuk memanjakan mata, apa saja yang kamu inginkan ada di sini." ucap Darel.


Tasya mengikuti Darel masuk, ternyata sangat ramai.


Di dalam ternyata ada toko apapun di sana, kebetulan Lewat di Toko sepatu wanita.


Tasya mengingat sepatu nya yang bagus-bagus ada di Bogor, sementara sebentar lagi dia akan ke universitas.


"Ayo ikut." ucap Darel menarik tangan Tasya masuk ke dalam Toko itu.


"Pilih saja apa yang kamu mau." ucap Darel.


"Gak usah kak, di sini semua heels nya bermrek aku tidak punya uang." ucap Tasya.


"Bawa semua yang paling terbaik dan bagus." ucap Darel pada pelayan.


"Gak usah kak." ucap Tasya.


Darel jongkok di depan Tasya dia langsung membuka sepatu biasa yang di pakai oleh Tasya.


Dia memasang heels ke kaki Tasya.


"Ini sangat cocok." ucap Darel. Tasya melihat heels warna hitam yang sangat cantik.


Tasya tersenyum karena sang senang. Tasya pun memberanikan diri untuk mencoba yang dia suka.


"Bungkus semua yang cocok di kaki istri saya." ucap Darel.


"Hah! Sungguh kak?" ucap Tasya kaget. Darel langsung membayar tagihan nya.


Tasya keluar dari toko itu sangat lah senang.


Dia mengikuti Darel.


"Kita ngapain ke sini kak?" tanya Laura karena masuk ke toko pakaian wanita.


"Beli baju yang kamu mau, aku melihat kamu hanya membawa beberapa pakaian dari Bogor." ucap Darel.


Tasya yang sangat hobi belanja langsung memilih.

__ADS_1


Semua di coba oleh Tasya dan Darel mengatakan nya semua bagus dan cocok itu membuat Tasya semakin senang.


Setelah selesai belanja dari sana Darel membeli kan Tasya minum.


"Nih minum dulu, sambil menunggu barang-barang nya di kemas." ucap Darel. Tasya tersenyum dia menerima dan duduk di samping Darel.


"Kak lihat lah ke arah kamera." ucap Tasya. Darel melihat Tasya mencoba mengambil gambar mereka berdua.


"Tersenyum lah, seperti itu kakak sebaya dengan Ayah ku " ucap Tasya.


Namun Darel yang sulit tersenyum saat di foto bingung harus bagaimana.


Tasya membentuk senyuman Darel.


"Satu.. dua... tiga.." ucap Tasya mengambil Gambar.


"Huff ini sangat tidak bagus, kakak seperti tertekan saja." ucap Tasya.


"Omah sama opah minta foto kita berdua, aku harus memberikan yang terbaik." ucap Tasya.


"Ayo ambil lagi." ucap Darel. Tasya mengangkat kamera nya. Darel merangkul Pundak Tasya, Tasya sedikit kaget namun dia tersenyum dan mengambil gambar.


"Wahh ini sangat bagus." ucap Tasya sangat senang.


"Aku juga ingin mengambil di handphone kakak. Tersenyum lah ke kamera." ucap Darel.


Tasya langsung merangkul pundak Darel memeluk lehernya dari belakang sambil tersenyum.


"Terimakasih!" ucap Darel.


"Apa Kakak hanya menyimpan itu di galeri saja?" tanya Tasya. Darel mengangguk.


"Aku sering melihat kakak memasang foto kakak dengan kak Amel di Story IG kakak," ucap Tasya.


"Apa kamu berfikir kakak tidak mengabadikan nya karena almarhum kakak kamu?" tanya Darel.


"Ah sudahlah lupakan saja, lebih baik di simpan untuk diri sendiri karena tidak banyak orang tau kita sudah menikah." ucap Tasya.


Kedua nya saling diam.


Tidak beberapa belanjaan selesai di kemas, Darel meminta mereka mengantar kan ke lobby di bawah agar tidak sulit membawa nya.


"Kita mau kemana lagi kak?" tanya Tasya. Tasya seketika terdiam karena Darel membawa ke tempat penjualan Khusus untuk pakaian dalam.


"Kak Darel!! Apa yang mau kita lakukan di sini?" tanya Tasya.


"Kamu lihat semua ini, semua nya sangat bagus dan bahan nya juga lembut, kamu pasti nyaman memakai nya, kamu Bisa memilih kakak akan menunggu di luar kalau kamu malu." ucap Darel.


Tasya menutup wajah nya karena sangat malu.


"Huff walaupun di anterin sama suami sendiri ini sangat memalukan." ucap Tasya.


"Permisi Mbak, mari kami bantu mau pilih yang mana saja." ucap Pelayan.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai.

__ADS_1


"Bagaimana sudah selesai?" tanya Darel yang menunggu di depan. Tasya mengangguk.


"Loh kok ada dua?" tanya Darel.


"Ini satu untuk kakak, karena semua yang ada di sini punya pasangan." ucap Tasya sedikit malu.


Darel tersenyum.


"Pipi kamu merah hanya mengatakan itu saja." ucap Darel.


Tasya menutup wajah nya.


"Bagaimana tidak malu, kakak periksa sendiri saja semua nya, seperti nya mereka sengaja." ucap Tasya, Darel terkekeh.


"Sudah ah, aku tidak mau membahas ini." ucap Tasya memberikan nya pada Darel.


"Sini biar kakak saja yang bawa." ucap Darel.


"Oh iya aku melihat beberapa pakaian kakak sudah rusak karena ku. bagaimana kalau Kakak mencari pakaian yang baru lagi." ucap Tasya.


Darel Menggeleng kan kepala nya.


"Kakak tidak terbiasa dengan itu. Pakaian kakak semua yang membeli nya adalah Almarhum kakak kamu." ucap Darel.


"Huff sungguh suami yang sangat manja." ucap Tasya.


"Ayok kita ke sini." ajak Darel, Darel menarik Tasya ke klinik kecantikan.


"Kakak sudah tua jadi harus perawat," ucap Darel. Tasya tersenyum.


Mereka berdua pun perawatan bersama.


setelah keluar dari sana perut mereka lapar dan mencari makanan di sana.


"Huff aku sudah sangat lelah kak. Kaki ku pegal-pegal naik turun." ucap Tasya.


Darel berjongkok di depan Tasya.


"Kakak mau ngapain?" tanya Tasya.


"Ayo buruan naik!" ucap Darel.


"Tasya paham dia langsung naik ke punggung Darel.


"Semenjak dia rumah saja mungkin berat badan ku naik, kakak yakin gak Akan kecapean?" tanya Tasya.


Darel hanya diam saja, saat menuruni tangga, tiba-tiba Tasya hampir jatuh dia langsung memeluk erat Darel.


Darel jadi tersenyum sendiri. Tasya pun tersenyum dia semakin memeluk Darel.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2