
"Kalian waktu SMA sangat dekat, tidak mungkin Darel tidak mau sama cewek cantik, pintar baik, dan juga dewasa seperti kamu."
Tasya tidak tahan dia melepaskan pegangan Raya dan Stevan dan berdiri meninggal kan ruangan itu dalam keadaan menangis.
"Mamah!" panggil Raya berlari mengejar mamah nya keluar.
Riski dan Bela juga lari keluar, sementara Darel mau mengejar namun di tahan oleh papah nya.
"Jangan coba-coba Membuat papah malu!" ancam Papah nya.
Darel tidak bisa melakukan apapun karena keadaan sedang ramai dia tidak ingin orang lain menganggap keluarga nya aneh, melihat Riski dan Bela mengejar istri nya dia pun pasrah.
"Tasya! Tasya!" Bela menahan tangan Tasya karena mau masuk ke dalam mobil.
Tiba-tiba Tasya memeluk Bela.
"hiks..hiiks... aku gak kuat seperti ini Bel." ucap Tasya terus menangis tak henti.
"Mamah kenapa nangis mah?" tanya Raya.
"Lebih baik mbak tenangin diri dulu. Jangan main pergi-pergi saja." ucap Riski.
Akhirnya mereka pun keluar dari rumah itu mencari tempat yang nyaman untuk Tasya istirahat.
Tidak terasa sudah sore, Darel datang menjemput Tasya dan anak-anak nya di hotel dia tau dari Riski.
"Permisi." Darel masuk dan melihat Bela yang menemani anak-anak bermain dan Riski yang duduk di sofa sambil main handphone.
"Kak Darel!" ucap Tasya. Darel tersenyum.
"Kakak mau bicara sama Tasya, kamu tolong bawa mereka keluar yah Ki." Riski mengangguk mereka berempat pun keluar meninggalkan Tasya dan Darel.
Darel duduk di pinggir kasur, dia menatap wajah istri nya dengan seksama dia menghapus mata Tasya yang basah.
"Kamu tidak perlu banyak pikiran karena kita akan jadi menikah kok, mereka semua sudah setuju." ucap Darel.
"Apa? Kakak pasti berbohong."
"Enggak! Ngapain kakak bohong? Kakak serius." ucap Darel.
"Bagaimana bisa Kak?" tanya Darel.
"Kakak membujuk mereka dan niat kakak baik, mereka awalnya keberatan namun setelah kakak jelas kan mereka semua paham."
"Apa ini benar kak? Kita akan menikah?" tanya Tasya. Darel mengangguk Tasya langsung memeluk Darel.
"Alhamdulillah ya Allah."
"Kita pulang sekarang yah, di rumah sudah sepi kok kata-kata yang menyakiti hati kamu tadi gak usah di ambil hati." ucap Darel.
Tasya mengangguk.
"Terimakasih yah kak, aku sangat mencintai kakak."
__ADS_1
Tiba-tiba Air mata Darel keluar namun di sembunyikan dia tidak menunjuk kan nya pada Tasya.
Setelah dari sana mereka makan terlebih dahulu.
"Kamu makan yang banyak dong biar anak kita cepat besar nya." ucap Darel mengelus perut Tasya.
Tasya tersenyum.
"Maksud papah anak kita?" tanya Raya.
"Humm maksud Papah itu adalah adik kamu yang di perut Mamah." ucap Darel.
"Adik aku? Mamah hamil!" tanya Raya, Tasya tersenyum sambil mengangguk.
Seketika Raya langsung terdiam dia memasang wajah cemberut. Tasya dan Darel saling melihat Heran.
"Loh kok cemberut sih? Kamu gak seneng yah punya Adek?" tanya Darel.
"Kalau Mamah udah punya anak, nanti mamah gak sayang lagi sama aku dan Stevan." ucap Raya.
Tasya dan Darel tersenyum.
"Walaupun Mamah sudah ada Dedek di dalam perut ataupun dia sudah lahir mamah tetep sayang sama anak cantik mamah dan anak ganteng Mamah." ucap Tasya.
"Mamah janji tetap sayang sama kami kan?" tanya Raya.
"Mamah janji, mamah tetep sayang sama Kalian."
Mereka berpelukan.
Setelah selesai makan mereka pun pulang, Tasya sedikit ragu turun dari mobil namun dia di yakini oleh suami nya semua baik-baik saja.
Mereka pun masuk ke dalam namun Tasya heran karena masih ada Clara di sana duduk bertiga dengan kedua mertua nya.
"Akhirnya Kalian pulang juga, bawa Tasya istirahat." ucap Bu Tima pada Darel.
Darel mengangguk.
Tasya heran dengan sikap ibu nya yang tiba-tiba baik.
Namun dia tidak mau ambil pusing dia mengikuti suaminya ke kamar.
"Besok keluarga kita akan membicarakan soal pernikahan kita tanggal berapa." ucap Darel.
Tasya tersenyum sambil mengangguk.
"Ya udah kamu istirahat yah, kakak mau mandi dulu, apa kamu tidak mandi?" tanya Darel.
"Aku gerah sih kak." ucap Tasya.
"Ya udah mandi bareng yok."
"Hah? Kakak yakin mau mandi bareng, kan malu."
__ADS_1
"Ngapain malu? Kakak sudah melihat semua nya, kamu juga sudah melihat kakak dan bahkan sudah ada Dedek di perut kamu hasil keringat malam kita." ucap Darel.
"Kita baru dua kali melakukan nya itu membuat ku masih malu." ucap Tasya. Darel langsung menarik tangan Tasya ke dalam kamar mandi.
Tidak beberapa lama Tasya keluar dengan rambut nya basah. Setelah selesai memasang pakaian dia memilih kan pakaian untuk Darel.
Tasya berbaring di kasur sambil memeriksa Handphone nya.
Darel keluar dari kamar mandi dia menatap Tasya dengan tatapan aneh sehingga Tasya menatap sinis seketika Darel langsung tersenyum.
Setelah selesai berpakaian dia merapikan rambut nya.
"Loh kakak mau kemana lagi?" tanya Tasya karena Darel mau keluar.
"Mau keluar ngobrol sama Mamah papah."
Tasya turun dari kasur dia memeluk pinggang Darel dari belakang.
"Temenin aku di sini aja yah." ucap Tasya.
Darel tersenyum dia mengelus kepala Tasya dan mengangguk.
"Ya udah."
Mereka pun berbaring, kali ini Tasya memeluk Darel dengan erat dia tidak berhenti bertingkah manja.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Darel karena Tasya terlihat gelisah.
Namun Tasya tidak menjawab, Darel seketika paham dia langsung meletakkan handphone nya.
"Anak papah bobo yang tenang yah, biar Mamah nya juga bobo dengan nyenyak." ucap Darel mengelus perut Tasya.
Dia pun langsung memeluk Tasya sambil mengelus punggung isteri nya agar tidur nyenyak, sementara Tasya langsung tersenyum.
Di bawah Riski dan Bela sedang duduk di balkon.
"Ki bagaimana menurut kamu keputusan keluarga kamu?"
"Aku juga gak tau mbak, tapi seperti nya mereka sudah setuju dengan pernikahan Mbak Tasya dan Kak Darel karena tadi mertua nya mbak Tasya menyambut dengan baik."
"Tapi mbak kok berfirasat beda yah, apa lagi Clara di sini."
"Entah lah mbak, aku juga tidak tau, aku hanya merasa iba saja pada mbak Tasya. seandainya dia tidak hamil masih muda mengambil tindakan." ucap Riski.
"Iyah benar banget. Kalau aku jadi Tasya aku tidak akan mau tinggal dengan keluarga suami yang seperti itu," ucap Bela.
q
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 😇***