
"Raya sama Stevan mana Tasya? Aku sengaja ke sini sekalian mau melihat mereka, karena tidak mungkin acara Besok mereka ikut, aku juga membawa ini untuk mereka." ucap Bela.
"Kak panggilin mereka dong." Suruh Tasya.
"Bentar Yah," ucap Darel, dia pun pergi mengetuk pintu kamar Omah.
Tidak beberapa lama dia datang membawa Stevan dan Raya.
"Tante Bela." Raya langsung memeluk Bela. Raya ingatan nya cukup kuat ketika seseorang itu memberi kan nya mainan atau membawa nya jajan.
"Haii cantik, apa kabar? Nih Tante bawain kamu hadiah, yang ini untuk Adek." ucap Bela.
"Makasih banyak yah Tante." ucap Raya.
"Iyah sayang, sama-sama." ucap Bela.
"Aku juga ada hadiah untuk Tante. Tante tunggu sebentar yah." ucap Raya. Dia memilih hadiah sendiri untuk Bela. tidak beberapa lama dia kembali membawa boneka Yang memeluk bantal love.
"Ini untuk Tante Bela, selamat ulang tahun yah." ucap Raya.
"Ya ampun imut banget, makasih yah sayang." ucap Bela.
"Kamu pintar banget." ucap Alex mencubit pipi Raya.
"Om Alex kok bisa sini?" tanya Raya. "Dia datang bersama Tante Bela." ucap Tasya.
"Om sama Tante Tasya pacaran yah?" tanya Raya.
"Anak kecil gak boleh kepo yah." ucap Bela.
"Ya udah pergi istirahat lagi nak, ini sudah malam, bawa mainan Sama Adek ke kamar." ucap Gerwyn.
"Oke papah, selamat malam semua nya." ucap Raya, dia pun mengajak adiknya.
"Mereka sangat pintar yah." ucap Bela. Tasya tersenyum.
Karena sudah lama duduk di sana dan sudah berbicara banyak juga, Bela dan Alex pamit untuk pulang.
"Hati-hati yah di jalan. Sampai jumpa Besok." ucap Tasya.
Setelah mereka pergi, Darel tiba-tiba memeluk Tasya dari belakang.
"Sayang malam ini kan raya sama Stevan tidur di kamar Omah sama Opah, boleh yah kakak minta malam ini? Sudah lama kakak tidak mendapatkan nya." ucap Darel.
Tasya menepuk tangan Darel yang di perut nya.
"Jangan aneh-aneh yah kak, pinggang ku sangat sakit." ucap Tasya.
"Ya udah kalau begitu kakak pijitin, tapi setelah itu boleh yah?" bujuk Darel. Tasya menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Gak mau!" ucap Tasya. Darel menghela nafas panjang.
"Lepaskan, aku mau istirahat duluan." ucap Tasya meninggalkan Darel. "Sayang, boleh yah." ucap Darel.
"Tutup gerbang dulu kak," ucap Tasya. Darel kesal. Dia langsung menutup gerbang dan menutup pintu utama setelah mematikan lampu dia langsung mengejar Tasya ke kamar.
"Sayang boleh yah sayang." ucap Darel merayu Tasya.
Tasya berbalik dia menoleh ke arah Darel. Melihat wajah Darel yang memohon membuat nya tertawa.
Tasya mengangguk, Darel dengan cepat langsung membuka kaus nya dan mendorong Tasya agar berbaring. Dia mencium Tasya dengan penuh kasih sayang dan juga sangat lembut.
Keesokan harinya.
"Selamat pagi Istri ku." Sapa Darel meletakkan Roti dan Susu di atas meja kamar. Dia juga membuka Gorden seketika mata Tasya silau.
"Bangun istri ku." ucap Darel menarik selimut istri nya.
Namun Tasya menutup wajahnya dengan telapak tangan nya.
"Aku masih mengantuk, jangan membangun kan aku." ucap Tasya. "Kakak sudah bawa sarapan nih, bangun dan sarapan dulu." ucap Darel.
Darel mencium kening Tasya.
"Maaf yah sudah membuat kamu kelelahan." ucap Darel. Tasya tersenyum. Namun tiba-tiba perut nya mual dia langsung turun dan berlari ke kamar mandi.
"Perut ku kok tiba-tiba mual lagi yah kak." ucap Tasya.
"Itu biasa Sayang, emang tadi malam kamu gak minum obat?" tanya Darel, Tasya menggeleng kan kepala nya.
"Ya udah sarapan dulu, abis itu minum obat yah." ucap Darel, Tasya mengangguk. Dia pun langsung Makan roti bakar dan tidak lupa meminum susu buatan suami nya itu.
Setelah selesai makan dia minum obat.
"Kamu istirahat saja yah, kakak keluar dulu." ucap Darel.
"Selamat pagi papah." sapa Raya yang menunggu di depan pintu.
"Eh kalian sudah bangun?" ucap Darel. Raya tersenyum.
"Pah ayo main-main di taman itu yok Pah, banyak kupu-kupu di sana, pasti seru." ucap Raya.
Darel melihat taman yang ada di depan rumah Omah.
"Ini masih pagi nak, nanti saja yah." ucap Darel.
"Yah papah, aku mau Sekarang." ucap Raya.
"Ya udah ayo," ucap Darel, mereka pun bermain di depan. Omah yang melihat mereka sangat senang membuat nya tersenyum.
__ADS_1
"Akhirnya rumah ini tidak sepi, biasa nya selalu sepi sekali semenjak Tasya menikah dan tinggal di Pekanbaru." ucap Omah pada Opah.
Opah tersenyum.
"Opah sama Omah tinggal saja dengan ku di Pekanbaru, Omah tidak Akan kesepian." ucap Tasya.
"Omah sudah betah di sini, Omah juga mau menghabiskan sisa umur Omah di sini." ucap Omah.
Tasya tersenyum dia memeluk Omah nya.
"Maaf yah Omah, aku tidak bisa memenuhi permintaan Omah Dulu untuk menikah dengan pria pilihan ku dan tinggal di sini menjaga Omah dan Opah." ucap Tasya.
"Omah Senang kok Sekarang kamu memiliki keluarga ini, Walaupun kamu adalah istri kedua Darel tetapi dia sangat mencintai kamu." ucap Omah.
"Terimakasih yah Omah." Ucap Tasya.
"Mamah ayo ikut main." ajak Raya. Stevan langsung menarik tangan Mamah nya bermain sepedaan sama seperti mereka.
Taman di depan rumah Omah itu cukup luas, dan ada juga khusus untuk orang yang bersepeda.
Bahkan ada Kolam ikan dan juga kolam renang.
Omah dan Opah duduk menikmati matahari pagi sambil melihat Raya yang di bonceng oleh Darel dan juga Tasya yang membonceng Stevan di belakang nya.
Mereka terlihat sangat ceria. Diam-diam Omah mengambil foto mereka dan mengirim kan pada Pak Ahmad.
Pak Ahmad Yang sedang minum kopi melihat Foto itu tersenyum. "Tampa Adel mereka bisa bahagia kok, aku percaya itu." ucap Ahmad.
"Sudah-sudah jangan main di luar lagi, mandi gih." ucap Opah. Karena sudah jam sepuluh. Matahari juga sudah sangat terik.
Tasya di kamar dia sibuk membongkar pakaian, dia bingung mau memakai gaun yang mana.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Darel yang baru masuk ke kamar.
"Menurut kakak gaun mana yang cocok untuk ku untuk acara ulang tahun Bela kak?" tanya Tasya.
Darel memilih warna Merah.
"Yahh ini sudah kecil Kak, aku pikir aku masih bisa memakai nya namun tidak cocok lagi di badan ku." ucap Tasya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***
__ADS_1