Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 21


__ADS_3

"Please..." ucap Darel dengan suara yang sangat lirih.


"Apa karena Kakak marah tadi? Kamu tidak betah? Atau kamu karena capek di sini? Katakan apa yang kamu mau agar kamu tetap tinggal di sini. anak-anak tidak akan bisa Tampa kamu, mereka pasti sangat sedih setelah di tinggal oleh Mamah nya mereka harus di tinggal oleh kamu." ucap Darel menatap mata Tasya.


"Aku hanya rindu Omah sana Opah, aku akan pulang ke sini lagi." ucap Tasya.


"Berapa lama? Bagaimana dengan anak-anak?" tanya Darel.


Tasya menoleh ke arah Stevan dan Tasya.


"Aku tidak tau berapa lama." ucap Tasya. Darel terdiam.


Tasya duduk sedikit jauh dari Darel.


"Aku juga minta maaf sudah membuat kakak marah dan lalai." ucap Tasya.


"Aku akan keluar." ucap Tasya, Namun di tahan oleh Darel.


"Kamu benar-benar akan pulang ke Bogor?" tanya Darel.


"Iyahh Kak, kenapa aku harus bercanda." ucap Tasya.


"kalau kamu pergi Siapa yang akan mengurus Raya dan Stevan?" tanya Darel.


"Aku berangkat ke Bogor Masih lama kak, setelah Bibi dan pengasuh pulang ke sini aku bisa berangkat." ucap Tasya.


Tasya melepaskan tangan nya dari genggaman Darel.


"Apa kamu sudah makan siang?" tanya Darel. Tasya diam sambil menatap Darel.


"Kakak tidak melihat kamu Masak untuk Siang, itu sebabnya kakak bertanya." ucap Darel.


"Aku tidak sempat untuk masak. Stevan dan Raya selalu ke dapur." ucap Tasya.


Darel berdiri dia menarik tangan Tasya. keluar dari kamar.


"Kak! kakak mau bawa aku kemana?" tanya Tasya.


"Kakak Akan masak untuk kamu." ucap Darel. Tasya di tarik Terus sampai ke dapur.


Sampai di dapur Tasya menghentikan Darel.


"Kakak tidak perlu memikirkan aku, aku bisa Makan apa yang ada, aku juga bisa mesan dari luar, sekarang aku tidak berselera mau Makan." ucap Tasya meninggalkan Darel begitu Saja.


Darel terdiam. Darel duduk di kursi meja makan memasang Raut wajah sedih.


"Darel.. Darel... Kenapa loe pakai marah segala sih tadi. Tasya jadi merajuk." ucap nya pada diri nya sendiri.

__ADS_1


Tasya menukar pakaian nya tidak beberapa lama dia keluar dan melihat Darel duduk di sofa ruang tamu.


"Kamu mau kemana? Kakak anterin yah." ucap Darel.


"Gak usah kak, aku bisa sendiri. Aku titip anak-anak sebentar yah." ucap Tasya.


Darel melihat Tasya berpenampilan sangat rapi dan cantik dia jadi khawatir.


Tasya masuk ke dalam mobil nya.


"Gak tega sih sebenarnya lihat wajah kak Darel seperti itu, namun sekali harus di kasih pelajaran biar ngerti." ucap Tasya merasa kesal.


"Dia tidak pernah merasakan hanya di rumah saja mengurus anak-anak yang lagi aktif-aktif nya, makan saja sangat susah, bahkan di malam hari harus terganggu sementara dia nyaman tidur." ucap Tasya.


"Aku hanya ketiduran aku juga tidak menginginkan itu terjadi, masalah bunga dia bisa tumbuh lagi kalau di rawat." ucap Tasya mengumpat terus di dalam mobil nya.


Hari ini dia berjanji dengan Dosen universitas yang akan membantu nya masuk jadi Dosen di universitas.


Sementara Darel melihat Terus mobil Tasya yang semakin jauh.


Tiba-tiba handphone nya Berdering panggilan dari Mamah nya.


"Halo Mah.." ucap Darel.


"Halo! Kenapa Suara kamu sangat Lesu?" tanya mamah Tima.


"Kok Malah tanya ada apa? kamu pasti sudah sampai di rumah, Mamah mau ngomong sama cucu Mamah." ucap Mamah Tima.


"Mereka sedang tidur Mah." ucap Darel.


"Ini sudah sore kenapa mereka tidur?" tanya Mamah Tima.


"Aku baru saja marah sama mereka karena merusak bunga kesayangan Istri Ku mah, semua nya rusak." ucap Darel.


"Loh kenapa bisa?" tanya Mamah Tima.


"Di rumah hanya ada Tasya dan anak-anak, dia ketiduran sehingga anak-anak bisa keluar dari rumah." ucap Darel.


."Jangan bilang kamu juga memarahi Tasya?" tanya mamah.


"Aku kaget Mah, aku hanya mengeluarkan kata-kata sedikit saja, sekarang dia merajuk mau pulang ke Bogor dan sekarang dia pergi." ucap Darel.


Mamah nya menghela nafas panjang..


"Itu salah kamu sendiri! Sudah jelas Tasya Tidak berpengalaman untuk mengasuh, dia hanya tau belajar dan bermain kesana sini. Kalau dia ketiduran dan lalai itu tandanya dia sedang memikirkan sesuatu dan dia ke capean." ucap mamah Tima.


"Mamah tau sendiri situasi nya seperti apa, gak tau kenapa aku jadi mudah emosi." ucap Darel.

__ADS_1


"sesalah-salah nya Tasya, kamu tidak boleh memarahinya, kamu harus memperingati nya dengan lembut. Dan itu menurut mamah tidak salah dia. Anak kamu lagi sangat aktif." ucap Mamah Tima.


Darel menghela nafas panjang.


"Tuh sekarang dia sudah pergi, kamu mau apa? Kamu harus mengasuh sendirian, jadi ibu dua anak mendadak itu tidak lah mudah dan sekarang Tasya sedang berduka pikiran nya sudah terbagi-bagi." ucap mamah Tima.


"Baiklah mah, aku sangat pusing, nanti kalau mereka sudah bangun aku telpon mamah lagi." ucap Darel, Mamah nya menginyakan.


Setelah selesai bicara Darel naik ke atas. Dia melihat Anak-anak nya sudah bangun dan bermain namun melihat Darel mereka terdiam.


"Bubu... Tante...." ucap mereka berdua memanggil penyelamat nya.


Darel duduk mendekati mereka.


"Sini duduk dekat papah." ucap Darel. mereka terlihat sangat takut.


"Raya sudah besar lain kali jangan bawa adik Keluar dari rumah yah, itu sangat berbahaya." ucap Darel.


."Raya minta maaf Papah." ucap Raya. Darel mengangguk.


mereka pun memeluk Papah nya.


"Sore ini papah mau ngajakin raya Sama Stevan jalan-jalan ke mall, mau ikut gak?" tanya Darel. mereka langsung bersorak senang.


Mereka turun ke bawah.


"Tante Tasya mana? Dia gak ikut?" tanya Raya.


"Tante Tasya lagi pergi keluar, dia ada urusan, jalan-jalan nya sama papah aja yah." ucap Darel.


."Tante Tasya pasti sedih kena marah sama papah karena kami berdua." ucap Raya, Darel terdiam.


"Sudah yok kita berangkat." ajak Darel mereka pun pergi, sepanjang perjalanan Darel memikirkan Tasya yang Entah Kemana, karena ini pertama kali nya dia keluar dan dia sangat jarang di Pekanbaru dia pasti tidak tau jalan.


"Papah! Papah!" ucap Raya.


"Iya nak, kenapa?" tanya Darel.


"Itu Tante Tasya!" ucap Raya. Darel menoleh ke arah restoran tepat di samping mall.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2