Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 22


__ADS_3

"Sudah yok kita berangkat." ajak Darel mereka pun pergi, sepanjang perjalanan Darel memikirkan Tasya yang Entah Kemana, karena ini pertama kali nya dia keluar dan dia sangat jarang di Pekanbaru dia pasti tidak tau jalan.


"Papah! Papah!" ucap Raya.


"Iya nak, kenapa?" tanya Darel.


"Itu Tante Tasya!" ucap Raya. Darel menoleh ke arah restoran tepat di samping mall.


Darel memarkir kan mobil nya dan melihat ke arah telunjuk Raya.


Darel melihat Laura yang duduk berdua bersama pria yang mungkin seumuran dengan dirinya, mereka terlihat sangat akrab.


"Ayo turun Pah," ajak Raya.


"Jangan ganggu Tante nya nak, kita pergi main aja yah." ucap Darel.


"Emang kenapa Pah? Tante lagi sama siapa?" tanya Raya.


Darel Menggeleng kan kepala nya.


"Tante Tasya kan sudah jadi istri Papah, kenapa Tante Tasya makan dengan om itu?" tanya Raya.


"Papah gak tau nak, kita turun saja." ucap Darel membawa anak-anak nya langsung ke dalam mall.


Di dalam mereka langsung sibuk memborong banyak mainan, Darel setia menjadi pembantu anak-anak nya kali ini, namun melihat anak-anak nya berlari tampa ada pegangan orang dewasa Membuat nya sedih dia mengingat di saat pergi dengan istri nya.


Mereka tidak berhenti melihat-lihat mainan dan meminta papah nya membeli, Darel Sudah menjatah anak-anak nya untuk belanja mainan selama sebulan sekali.


Dan mainan mereka tidak boleh di buang sembarangan. Mereka merawat mainan mereka itu sebab nya Darel tidak pernah perhitungan.


"Sini nak, kita beli eskrim." ucap Darel. Mereka Makan Eskrim dan setelah itu masuk ke dalam permainan anak-anak.


Mereka sibuk bermain di sana, Darel duduk tersenyum sambil istirahat mengambil gambar anak-anak nya.


"Lihat lah Amel anak kita sudah mulai tertawa lagi, aku harap aku juga bisa begitu. Aku sangat merindukan kamu." batin Darel sambil Terus tersenyum.


Karena hari semakin malam Darel sudah mengantar kan belanjaan nya ke mobil waktu anak nya masih asyik bermain.


Dia kembali menjemput anaknya.


"ayo anak-anak saat nya kita Makan." ucap Darel.


"Iyah Papah!" ucap Raya mereka keluar dan berlari ke pelukan papah nya.


"Mainan Kamu tadi mana Pah?" tanya Raya.


"Papah sudah mengembalikan nya lagi, papah tidak ada uang untuk membayar makanan kita nanti." ucap Darel. Raya memasang wajah cemberut.


"Huff papah jangan bercanda." ucap raya.


"kamu sudah tau di mana papah meletakkan nya bukan?" tanya Darel karena Raya memang sangat pandai basa-basi.

__ADS_1


Raya mengangguk.


"Kalau begitu mari kita cari makan." ucap Darel.


Mereka keluar dan mencari restoran.


"Hati-hati nak!" ucap Darel namun kebetulan juga Tasya lewat bersama pria yang duduk dengan nya tadi.


"Raya! Stevan!" ucap Tasya.


"Bubu.." ucap Stevan langsung minta gendong namun Darel langsung menggendong nya.


"Kita cari makan dulu yah." ucap Darel langsung pergi mengendong kedua anaknya.


Tasya terdiam dia melihat aura wajah Darel yang sangat Aneh.


"Siapa mereka?" tanya pria yang berdiri di samping Tasya.


"Mereka anak-anak kakak saya Kak." ucap Tasya.


"Oohh, ya sudah kalau begitu kita langsung pulang saja, selanjutnya saya Akan mengabari kamu." ucap Pria itu.


"Terimakasih banyak atas bantuan nya kak, saya senang bisa berkenalan dengan kakak, sampai jumpa Besok." ucap Tasya.


Pria itu mengangguk dia pun pergi meninggalkan Tasya.


Tasya mengejar Darel namun dia tidak menemukan nya.


"Kenapa mereka sangat cepat." batin Tasya. Karena tidak menemukan nya dia pun turun ke bawah mencari mobil Darel dan ternyata mobil nya dengan mobil suami nya bersampingan.


Tidak beberapa lama Mereka datang. Stevan sudah tidur di gendongan Darel.


"Tante! Kok Tante Masih di sini?" tanya Raya.


"Tante nungguin Kalian, Tante mencari tapi tidak bertemu." ucap Tasya.


Darel hanya diam saja dia memasukkan Stevan ke dalam.


"Ayo masuk Raya." ucap Darel. Raya langsung masuk.


"Biar aku bantu pegangin Stevan Kak." ucap Tasya.


"Tidak perlu!" ucap Darel. Tasya terdiam dia membiarkan mereka pergi Tasya mengikuti mereka pergi.


"Apa-apaan maksud dia? sudah jelas dia mempunyai suami Masih bisa berjalan dengan pria lain." batin Darel.


Melihat Tasya sangat akrab dengan pria itu membuat diri nya sangat Marah tidak bisa mengontrol emosi nya.


Setelah sampai di rumah. Tasya sudah terlebih dahulu sampai, Darel membawa mobil karena membawa anak-anak.


Setelah sampai Tasya mengambil Stevan dari gendongan Darel.

__ADS_1


"Tidak perlu! Biar saya saja." ucap Darel.


"Kakak kenapa sih? Raya juga tidur di dalam." ucap Tasya langsung.


Darel pun menggendong Raya masuk. Setelah mereka sudah di bawa ke kamar Tasya melihat Darel kebawah.


Dia melihat banyak nya mainan dan belanjaan mereka.


"Kenapa membeli sangat banyak mainan kak?" tanya Tasya. Darel diam Saja.


Darel melewati Tasya namun di tahan oleh Tasya.


"Kakak kenapa sih? Dari tadi kakak diam terus, bahkan menghindar kan anak-anak dari aku." ucap Tasya.


"Lebih baik kamu fokus sama kekasih kamu itu," ucap Darel.


"Kakak ngomong apaan sih?" ucap Tasya.


"Kamu sudah punya suami, namun bisa-bisa nya kamu keluar dari rumah Tampa ijin dan bertemu dengan pria lain." ucap Darel.


Tasya kaget dengan kata-kata Darel.


"kakak salah paham," ucap Tasya.


"Dia bukan siapa-siapa kak, aku ada urusan dengan Nya dan baru saja bertemu." ucap Tasya.


"Bukan siapa-siapa bagaimana? sudah jelas kamu jalan-jalan di mall dan makan bersama di restoran." ucap Darel.


"Kakak kok bisa tau? Tapi kakak salah paham." ucap Tasya.


"Saya Capek." ucap Darel. Tasya menahan tangan Darel.


"Kakak denger penjelasan aku dulu, aku juga mau ngomongin sesuatu yang penting." ucap Tasya.


"Saya mau istirahat." ucap Darel.


"Huff dasar pria yang egois, kita bicara dulu." ucap Tasya.


Darel menghela nafas panjang.


"Kalau kamu mau pulang ke Bogor tidak apa-apa, kamu tidak perlu menunggu bibi pulang." ucap Darel. Tasya terdiam.


Darel langsung pergi Tasya hanya melihat nya pergi.


"Kok bisa kak Darel salah paham seperti itu sih." batin Tasya, karena dia tidak enak melihat Darel seperti nya sangat marah dia membuat kopi dan membawa nya ke atas, sebelum masuk dia mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dia pun langsung masuk begitu saja.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2