Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 254


__ADS_3

Sebelum beranjak dia melihat Ponsel nya ternyata sudah banyak panggilan dari Pak Candra. Pak Candra juga sudah bilang dia akan ke rumah nya, karena dia khawatir.


Tasya jadi sedikit tidak enak dia langsung mengikat rambut nya dengan acak langsung keluar dari kamar. Dia melihat pak Candra duduk sendiri di ruang tamu.


"Kenapa bapak ke sini tidak ngabarin dulu." ucap Tasya. Candra melihat ke arah Tasya.


"Saya sudah mengabari kamu, namun kamu tidak merespon saya sama sekali, saya mengkhawatirkan kamu." ucap Candra.


"Aku minta maaf pak, aku ketiduran karena sangat lelah, aku baru saja melihat nya, sekali lagi aku minta maaf pak." Ucap Tasya.


"Tidak apa-apa, yang penting kamu tidak kenapa-kenapa kan? Saya takut terjadi sesuatu sama kamu." ucap Candra.


Tasya tersenyum.


"Aku gak apa-apa kok pak, terima kasih sudah mengkhawatirkan saya." ucap Tasya. Candra tersenyum.


"Sudah tiga hari kita tidak bertemu kamu kelihatan sangat sedih sekali. Badan kamu juga semakin kurus." ucap Candra.


"Mungkin itu hanya perasaan bapak saja, aku merasa aku baik-baik saja." ucap Tasya.


"Ayo saya antar kamu periksa ke dokter, saya takut kalau kesehatan bayi kamu tidak baik. Begitu juga dengan kamu karena wajah kamu pucat banget." ucap Candra.


"Saya baik-baik saja Pak." ucap Tasya.


"Pergi lah nak, niat nya pak Candra sangat baik. Kamu akhir-akhir ini tidak berselera Makan bahkan tidak tidur dengan nyenyak." ucap Bu Mita.


Akhirnya Tasya mau di antar oleh Candra.


"Sebenarnya saya tidak enak jika harus merepotkan bapak setiap hari. Bahkan di saat-saat seperti ini bapak harus mengantarkan saya ke rumah sakit." ucap Tasya.


"Saya senang melakukan nya." ucap Candra. Tasya langsung diam. Tidak beberapa lama akhirnya sampai.


Dia di periksa di dalam sementara Candra menunggu di luar.


Tidak beberapa lama Tasya Keluar dari ruangan itu.


"Bagaimana Tasya?" tanya pak Candra.


"Aku hanya kurang istirahat Pak, kurang makanan yang bergizi kata dokter." ucap Tasya.

__ADS_1


"Permisi pak. Boleh ikut saya sebentar." ucap dokter. Candra langsung mengikuti dokter itu.


"Istri bapak seperti nya mengalami stres yang sangat berat. Lebih baik Masalah yang ada di selesaikan terlebih dahulu karena itu sangat berdampak kepada kesehatan Ibu dan juga anak nya." ucap Dokter.


"Selain ini istri bapak harus minum yang banyak, Makan dengan teratur jangan lupa Makan buah dan vitamin nya juga." ucap dokter.


"Baik dok. Terimakasih banyak yah dok." ucap Candra dia pun keluar membawa obat untuk Tasya.


"Nih untuk kamu." ucap Candra meletakkan Obat pada Tasya. "Kamu mau kemana lagi?" tanya Candra melihat Tasya beranjak.


"Aku mau Bayar obat nya dulu pak." ucap Tasya.


"Tidak perlu, saya sudah membayar nya, Kita langsung pulang saja." ucap Candra.


"Kenapa bapak yang membayar nya? Ini adalah tanggung jawab saya. Berapa jumlah obat nya? Saya akan membayar nya." ucap Tasya.


Candra menatap Tasya.


"Tolong ijinkan saya untuk membantu kamu. Saya tidak ingin kamu Pusing memikirkan semua nya, saya mohon jangan menanggung semua nya sendiri, saya akan selalu ada untuk kamu." ucap Candra.


Tasya diam. "Bapak sudah sangat banyak memberikan bantuan pada saya dan calon bayi saya. saya merasa malu saya sangat malu." ucap Tasya.


"Untuk apa kamu malu? Saya sangat senang melakukan itu karena saya ingin kamu bahagia, saya ingin kamu senang." ucap Candra dengan lembut.


Di tambah lagi masalah rumah tangga nya yang membuat dia semakin tertekan sekali.


Candra mau memeluk namun dia sama sekali tidak berani. Dia memberi kan tisu pada Tasya.


"Sudah jangan menangis lagi. Kali ini saya akan membawa kamu ke restoran yang sangat enak, kamu harus cobain menu yang kamu suka di sana." ucap Candra.


Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Saya pulang saya Pak." ucap Tasya.


"Kalau kamu tidak mau ikut kamu sama sekali tidak menghargai saya." ucap Candra. Tasya seketika menghapus air mata nya.


"Baiklah ayo kita ke sana." ucap Tasya. Candra tersenyum mereka beranjak meninggalkan rumah sakit itu dan langsung Menuju ke sana.


Di Hotel yang sangat mewah tepat di lantai 25 ada tempat makan yang benar-benar sangat enak, suasana di sana sungguh membuat hati tenang.

__ADS_1


Tasya berdiri melihat pemandangan dari sana.


"Aku baru tau kalau di sini ada tempat makan yang begitu nyaman seperti ini." ucap Tasya.


"kamu suka?" tanya Candra. Tasya mengangguk.


"Kamu pesan apa yang kamu mau, saya ke toilet dulu." ucap Candra. Tasya mengangguk.


Dia duduk melihat menu. Dia memesan apa yang dia mau. Namun dia melihat ponsel Candra yang tiba-tiba hidup.


Tasya kaget melihat ada Foto nya di layar handphone Candra di jadikan wallpaper.


Seketika dia tersenyum. Dia pun melanjutkan memilih menu, sekalian juga dia memesan apa yang akan di Makan oleh Candra, karena makanan Candra tidak pernah berubah sama sekali.


"Sudah di pesan?" tanya Candra, Tasya mengangguk.


"Saya pesan Jus Jeruk dua." ucap Tasya.


"Loh kok dua? kamu biasa nya tidak minum jus jeruk." ucap Candra.


"Aku ingin mencoba nya." ucap Tasya. Candra tersenyum, tidak beberapa lama minuman nya datang.


"Aku juga sudah memesan makanan untuk bapak." ucap Tasya. "Seperti nya kamu sudah tau makanan yang biasa saya Makan apa." ucap Candra. Tasya tersenyum sambil mengangguk.


"Oh iya Pak, makasih yah sudah bawa aku ke sini, aku merasa sangat tenang ketika jauh dari hal yang biasa ku lihat." ucap Tasya.


"Apakah kamu merasa orang di sekitar mu selalu mengingat kan kepada suami kamu?" tanya Candra. Tasya diam.


"Saya minta maaf kalau bertanya hal yang seharusnya saya tidak tanya." ucap Candra.


"Sebenarnya Raya dan Stevan sangat mengingatkan saya kepada Kak Darel. Melihat mereka saya tidak tega. Namun tidak bisa berbuat apa-apa lagi." ucap Tasya.


"Itu sudah pasti, Semua nya tergantung di kamu nya. Kamu sudah mengambil keputusan untuk terus mengurus mereka jadi kamu harus sanggup untuk menahan semua nya." ucap Candra. Tasya tersenyum.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.

__ADS_1


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***


__ADS_2