
"Pak Darel, pak Gilang makanan nya sudah selesai, ayo makan dulu." ucap Bibi.
Mereka berjalan ke meja makan bersama.
Darel memerhatikan Gilang yang selalu melihat ke arah dapur seperti mencari seseorang.
"Loe lihatin apa?" tanya Darel.
"Bik. Tasya mana bik?" tanya Gilang langsung mengabaikan pertanyaan Darel.
"Oohhh non Tasya sudah naik ke atas, dia mau mandi dan istirahat." ucap Bibi.
"Yah kok pergi sih," ucap Gilang lesu. Bibi hanya tersenyum saja.
Darel melihat Gilang semakin kesal.
Laura di kamar dia tidak mandi dia sebenarnya di suruh oleh Bibi naik ke atas karena bibi tau kalau Bos nya tidak suka cara Gilang memerhatikan Tasya.
Tasya wanita yang tidak peka dia tidak paham setelah di bilang Bibi dia baru paham.
Laura memilih menonton film Drakor di rumah nya. Tidak beberapa lama Darel masuk ke kamar melihat Tasya yang berbaring di kasur..
"Kamu tidak jadi Mandi?" tanya Darel.
"Aku sudah mandi dari sore tadi kak." ucap Tasya.
"Tapi bibi bilang kamu Ijin untuk mandi." ucap Darel sambil duduk di sofa.
"Humm sebenarnya Aku hanya membuat Alasan saja, " ucap Tasya.
Darel melepaskan sepatu dan kaus kaki nya.
"Humm kamu sedang sibuk?" tanya Darel. Tasya yang tadi nya fokus ke handphone nya menoleh ke arah Darel dan duduk.
"Kenapa kak?" tanya Tasya.
"Kakak mau bicara bisa?" tanya Darel. Tasya mengangguk. Darel menepuk sofa yang di samping nya. Tasya turun dari kasur berjalan ke arah Darel tidak lupa mematikan handphone nya.
"Ada apa Kak?" tanya Tasya.
"Sebelumnya kita belum membahas apa-apa tentang permasalahan kita sebelum nya karena aku ingin menunggu waktu yang pas." ucap Darel. Tasya diam.
"Kakak minta maaf sama kamu sudah berbuat jahat dan kasar sama kamu!" ucap Darel.
"Aku sudah melupakan nya kok kak, jangan di bahas lagi." ucap Tasya.
"Dan sekarang aku ingin tau kamu pulang ke sini karena apa? Dan bagaimana hubungan kita selanjutnya bagaimana?" tanya Darel.
__ADS_1
"Maksud kakak?" tanya Tasya.
"Tidak mungkin kamu tidak apa yang kakak maksud." ucap Darel.
"Aku pulang ke sini karena anak-anak, aku tidak tega melihat mereka, Kalau masalah tentang hubungan kita aku belum bisa memutuskan nya. Dan aku Akan tetap lanjut kerja di universitas dan aku Akan menetap di Pekanbaru." ucap Tasya.
Darel terdiam.
"Aku minta maaf sebelumnya sudah menyusahkan kakak datang ke Bandung, dan aku juga sudah membuat kakak kena marah sama Omah." ucap Tasya.
"Kamu tau kenapa kakak marah?" tanya Darel. Tasya mengangguk.
"Karena kakak gak suka kan aku dekat dengan kak Alex. Kakak tidak suka aku dekat dengan orang lain." ucap Tasya.
"Kakak mencintai kamu, kakak melakukan itu karena kakak suka sama kamu." ucap Darel.
"Kakak yakin mencintai aku dari hati atau hanya sekedar menyukai aku karena aku menjaga anak-anak dan berarti bagi kakak?" ucap Tasya.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Darel.
"Kalau kakak benar-benar mencintai aku kakak tidak Akan membahas dan membandingkan aku dengan kak Amel." ucap Tasya.
Darel terdiam.
"Aku tau kalau kakak Masih sering menangis karena kak Amel, kakak belum bisa melupakan kak Amel, aku tidak yakin kakak dengan mudah membuka hati untuk perempuan lain." ucap Tasya.
Darel terdiam, Darel memegang tangan Tasya namun seketika Tasya seperti takut dan menghindar.
Seketika Darel memegang kepala nya, dia merasa pusing. sehingga pertahanan tubuh nya hilang.
Tasya awalnya tidak percaya namun setelah Darel sudah mulai Lemas Tasya menahan nya.
"Kak, kakak kenapa?" tanya Tasya panik. Darel tidak menjawab dia berusaha untuk menahan. Dia berdiri dan membuka Lemari mencari obat.
Ternyata Obat nya sudah habis, Tasya yang bingung.
"Kakak mau mencari apa?" tanya Tasya.
"Obat! Obat." ucap Darel. Tasya mencari ke semua tempat namun tidak ada, semua botol Obat sudah kosong.
Dia membawa kan air hangat dan obat pereda sakit kepala saja dan meminta Darel istirahat.
Bibi yang tau Darel sakit dia langsung ke kamar. Namun Darel tidak bisa membuka mata nya. Dia langsung di larikan ke rumah sakit.
Untung saja ada Gilang yang membantu membopong Darel ke dalam mobil.
Sesampainya di rumah sakit Darel di tangani oleh Dokter. Setelah selesai di periksa di pasang infus dan harus di rawat untuk beberapa hari.
__ADS_1
"Permisi Bu, pak ada yang bisa ikut dengan saya keruangan? Saya akan menjelaskan sakit pasien." ucap Dokter.
"Saya pak." ucap Tasya. Dia pun mengikuti Dokter ke ruangan nya.
"Apa penyakit kakak saya Dok?" tanya Tasya.
"Pasien mempunyai penyakit jantung di Karena kan kecapean dan juga beban fikiran." ucap dokter.
Tasya terkejut.
"Ini sudah sejak kapan Pak?" tanya Tasya.
"Sebelum nya pasien sudah pernah ke sini, namun penyakit nya tidak terlalu parah hanya pusing-pusing saja kami memberikan obat pasien juga sering kontrol ke sini. Mungkin karena Obat nya sudah habis dan pasien hari ini mempunyai masalah itu sebabnya penyakit nya Kambuh lagi." ucap dokter.
Tasya yang mendengar itu sangat kaget dia tidak tau kalau suami nya mempunyai penyakit.
Cukup lama membahas penyakit itu Tasya ijin keluar. Dan Darel harus di rawat untuk beberapa hari di rumah sakit.
Tasya Tidak mengatakan apa-apa pada Bibi. Dia meminta Mereka untuk pulang terlebih dahulu.
"Bik, sus Kalian pulang duluan yah ke rumah biar aku yang jagain Kak Darel di sini " ucap Tasya karena melihat Stevan sudah tertidur.
mereka tidak banyak tanya hanya menginyakan saja.
"Biar aku antar mereka pulang yah, kabari saja kalau terjadi apa-apa, serah kan anak-anak pada kami." ucap Gilang.
"Iyah kak, terimakasih sudah mau membantu kami." ucap Tasya.
Mereka pun pulang meninggalkan Tasya.
"Sus Al sudah bisa di jenguk?" tanya Tasya pada suster yang baru keluar.
"Sudah kok Bu, tapi pasien belum sadar. Jangan di ganggu dulu Yah Bu." ucap suster.
"Saya boleh menemani nya di dalam?" tanya Tasya, suster mengangguk.
Dia pun langsung masuk dia melihat Darel dengan wajah pucat tidur di ranjang rumah sakit yang sangat dingin itu.
Dia duduk di kursi sambil memerhatikan Darel.
"Kenapa kakak gak ngomong kalau kakak punya penyakit jantung." ucap Tasya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***