Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 39


__ADS_3

Sebelum membuka nya Tasya melihat dari kaca, namun orang tersebut tidak kelihatan Waja nya. Dengan memberanikan diri Tasya Membuka pintu.


Dia sangat terkejut ternyata di Balik pintu ada Suami nya.


"Kak Darel!" ucap Tasya.


"Maaf sudah membuat kamu takut dan kaget." ucap Darel langsung.


Tasya melihat Darel.


"Kakak kapan sampai di sini? Kenapa tidak bilang." ucap Tasya. Darel hanya diam dia menatap Tasya dengan tatapan kangen ingin memeluk nya namun dia tidak berani bertemu dengan Tasya Membuat nya sangat senang.


"Masuk dulu kak." ucap Tasya membantu Darel menarik koper ke dalam setelah itu dia menutup pintu.


"Opah sama omah sudah tidur, tidak mungkin aku membangun kan nya, lebih baik besok saja berbicara dengan omah." ucap Tasya.


"Anak-anak mana?" tanya Darel.


"Mereka juga sudah tidur di kamar ku kak, apa Kakak mau melihat mereka?" tanya Tasya.


Darel mengangguk, Tasya mengantarkan nya ke kamar.


Darel melihat Raya dan Stevan tidur di kasur sangat nyenyak.


Sementara Tasya keluar untuk membuat teh. Stevan mendekati anak-anak nya dia tidak berani menyentuh nya karena dia belum bersih-bersih. Takut juga kalau mereka terbangun.


Setelah itu dia keluar. Dia menghampiri Tasya yang duduk di ruang tamu seperti nya tidak mau masuk karena ada Darel di dalam.


"Tasya kakak mau bicara!" ucap Darel karena Tasya mau pergi setelah dia duduk di samping Tasya.


Darel menahan tangan Tasya. Tasya menghela nafas panjang.


"Aku mau menyiapkan tempat tidur dulu kak. Kakak pasti kelelahan, mari kita bicarakan besok." ucap Tasya.


Darel menggeleng kan kepala nya. Dia berdiri namun tiba-tiba memeluk Tasya. Itu membuat Tasya terkejut.


"Kakak Belum mandi, setidaknya mandi dulu, aku takut anak-anak terganggu nanti." ucap Tasya.


Darel menghela nafas.


"Kakak sangat merindukan kamu." ucap Darel dengan lirih menatap Laura seperti menahan air mata nya.


Tasya mengangguk sambil tersenyum.


"Kakak lebih baik mandi dulu, aku akan menyiapkan air hangat." ucap Tasya.


Tidak beberapa lama Darel selesai mandi.


"Kakak tidur dengan Raya dan Stevan saja, aku tidur di sofa." ucap Tasya.


"Kamu saja yang tidur di kasur, biar kakak di sana." ucap Darel. Tasya Tidak banyak menolak akhirnya dia menginyakan saja.


Dia memberikan bantal dan juga selimut. Tasya mau kembali ke kasur namun di tahan oleh Darel.


"Kamu Masih marah yah sama Kakak? Kakak minta maaf." ucap Darel. Tasya terdiam.

__ADS_1


"Kakak tau Kakak salah," ucap Darel. Tasya menatap Darel.


"Mulai dari sekarang kakak Akan mendukung kamu untuk menjadi dosen, kakak tau kamu pasti sangat menginginkan itu, kakak terlalu egois." ucap Darel.


"Kakak serius?" tanya Tasya. Darel mengangguk.


"Tapi kakak mohon jangan pernah tinggalkan kami." ucap Darel.


Tasya tersenyum.


"Dan juga kata-kata kasar, Sifat kakak yang seperti anak kecil, Maaf kan kakak." ucap Darel.


Tasya tetap diam.


"Ya sudah kalau kamu belum mau memaafkan kakak, kakak Akan berusaha mencari cara agar di maafkan oleh kamu." ucap Darel.


"Sekarang lebih baik Kakak tidur. Seperti nya kakak kurang tidur." ucap Tasya.


"Bagaimana bisa aku tidur istri dan anak-anak ku sangat Jauh dari ku." ucap Darel.


"Aku juga mau minta maaf sudah membawa mereka ke sini, aku tidak memikirkan perasaan kakak pada saat itu." ucap Tasya.


"Jangan merasa bersalah, justru kakak yang sangat merasa bersalah." ucap Darel.


"Aku tidak mempermasalahkan kemarahan Ibu, aku tidak marah kok, justru itu yang membuat aku sadar karena ego diri sendiri aku tidak memikirkan mereka dan kakak." ucap Tasya.


Darel tersenyum.


"Terimakasih yah sudah pengertian." ucap Darel.


"Aku pikir mereka sudah lupa pada kakak karena sudah mempunyai Tante yang sangat baik." ucap Darel.


Tasya tersenyum.


"Dan raya dia tidak bisa tenang tidur kalau tidak tidur dengan foto kakak seperti itu." ucap Tasya menunjuk kan handphone Raya yang sudah mati karena kehabisan baterai.


Darel tersenyum..


"Kakak datang mendadak ke sini mau menjemput kalian pulang ke Pekanbaru. Kamu mau yah." ucap Darel.


Tasya terdiam.


"Kenapa kamu diam? kamu gak mau yah? Apa kamu tidak Akan kembali lagi ke sana?" tanya Darel.


"Aku Masih ingin di sini untuk beberapa waktu lama, Aku ada acara dengan teman ku," ucap Tasya. Darel menghela nafas panjang.


"Apa kamu tidak Akan pulang ke Pekanbaru bersama ku?" tanya Darel.


Tasya diam. Darel seketika menunduk kan kepala nya menyembunyikan wajah Sedih nya.


"Kakak janji akan melakukan yang terbaik, kakak tidak akan egois lagi, kakak akan menghargai kamu, tidak Akan macem-macem. Kami butuh kamu." ucap Darel memegang tangan Tasya.


"Aku Akan pulang ke Pekanbaru, namun aku tidak tau kapan." ucap Tasya.


Darel terdiam.

__ADS_1


"Kakak tidak Akan pulang kalau kamu tidak ikut pulang." ucap Darel langsung.


Tasya terkejut dengan kata-kata Darel.


"Bagaimana dengan urusan kakak di Pekanbaru." ucap Tasya.


"Keluarga ku lebih penting dari mereka." ucap Darel.


Tasya diam.


"Ya sudah kakak tidur saja, aku juga mau tidur. Besok aku harus berangkat bersama teman ku." ucap Tasya.


"Sya!" ucap Darel. Tasya menoleh kearah Darel.


"Apa kamu tidak mengijinkan kakak tidur di kasur?" tanya Darel.


"Aku sudah bilang kalau kakak bisa tidur di kasur aku tidur di sofa." ucap Tasya.


Darel langsung ke kasur.


"Kakak ingin tidur seperti biasa." ucap Darel.


Tasya bangun.


"Kalau kamu tidak mau, kakak akan tidur di luar." ucap Darel..


Tasya menghela nafas panjang.


"Ya udah kakak boleh tidur di samping raya." ucap Tasya.


"Kalau Kakak tidur di luar omah Akan tau kalau kita tidak tidur di kamar yang sama." ucap Tasya.


Darel tersenyum dia langsung tidur di samping Raya.


"Apa Omah sama Opah tidak tau?" tanya Darel. Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Aku sebenarnya masih Kesal sama Kakak. Lebih baik kakak tidur Saja." ucap Tasya langsung menutup mata nya. Darel melihat wajah kesal Tasya tersenyum.


"Selamat Malam, mimpi indah yah." ucap Darel. dan dia pun ikut tidur.


Tidak beberapa lama Darel tidur begitu pulas. Ternyata Tasya belum tidur dia melihat ke arah Darel.


"Ini sungguh kejutan, akhirnya mereka bisa bertemu lagi, aku tidak merasa tidak enak sama mereka berdua yang selalu bertanya papah nya." batin Tasya.


,


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya jika ada saran tulis di kolom komentar ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2