
Tapi tiba-tiba mereka berhenti karena melihat Darel berdiri di depan mereka.
"Apa yang kaliam katakan tentang istri saya? Apa kalian sudah sanggup menerima resikonya?" Darel terlihat sangat emosi.
"Kak udah kak, biarin saja."
"Apa kamu betah di kampus penuh dengan dosen yang tidak punya etika sama sekali? Bahkan tidak ada rasa menghargai sama sekali." ucap Darel.
"Udah kak." Tasya tetap berusaha menenangkan suami nya, namun tiba-tiba Atasan mereka datang dan Darel memberi tahu bagaimana cara wanita itu memperlakukan istri nya.
Dan akhirnya mereka meminta maaf pada Tasya dan Darel.
"ih kakak ngapain sih ngikutin aku ke kampus?" ucap Tasya setelah mengantar kan Darel ke mobil.
"Loh kenapa? Kan bagus dong aku melihat mereka seperti itu sama kamu dan memberikan teguran." ucap Darel.
"Tapi kalau seperti ini mereka semua Akan memandang aneh pada ku."
"Percaya lah mereka jauh lebih menghargai kamu dari pada sebelumnya." ucap Darel.
"Sudah lah lagian aku marah-marah juga tidak ada gunanya, lebih baik kamu pulang." ucap Tasya mengusir Darel.
Darel menghela nafas panjang.
"Lain kali kalau ada yang bersikap tidak baik sama kamu kasih tau kakak yah." ucap Darel.
"Iyahh.. Lebih baik kakak pulang." ucap Tasya.
Darel mengelus rambut Tasya.
"Ya udah kakak pulang, kamu semangat yah. Nanti kalau sudah pulang kabarin kakak." ucap Darel mencium kening Tasya dan setelah itu pergi masuk ke dalam mobil.
"Huff dasar modus." ucap Tasya. Darel tersenyum di dalam mobil dan setelah itu pergi.
"Selamat siang semua nya!" sapa Tasya masuk ke kelas.
"Siang buk."
"Oh iya masalah yang kalian lihat tadi abaikan saja yah, itu hanya hal sepele saja jangan terlalu di pikirkan Lagian semua nya sudah selesai kok." ucap Tasya sambil mengambil buku nya.
"Lagian ibu diam saja sih sama mereka yang jahat sama ibu, padahal ibu gak pernah jahat sama mereka." ucap ketua kelas itu.
"Itu hanya kesalah pahaman saja." ucap Tasya.
"Sudah jangan di bahas lagi, kasihan Ibu Tasya gak mood lagi, lanjut belajar saja buk." ucap Ayu.
Pelajaran mereka pun berlanjut. Darel tidak langsung pulang melainkan bertemu teman-teman nya yang sudah menunggu nya di sebuah Cafe.
"Hay semua nya." sapa Darel.
"Akhirnya loe datang juga Rel, semenjak istri Loe meninggal dan sudah nikah lagi baru kali ini Loe mau di ajak nongkrong." ucap Bobi, salah satu teman akrab Darel.
__ADS_1
"Ini karena di kantor gak ada kerjaan, sekali-kali yah aku juga pengen." ucap Darel. mereka semua tertawa.
"Bagaimana istri Loe sudah ngisi belum?" Darel tersenyum sambil mengangguk.
"Alhamdulillah sudah,"
"Wahh hebat banget sih loe, gua saja yang sudah dua tahun belum di berikan anak." ucap teman nya lagi.
"Mungkin belum rejeki aja." ucap Darel.
"Bisa jadi juga karena loe gak hebat main nya." ucap Bobi, semua nya langsung tertawa.
Dan kebetulan juga Clara ada di sana bersama teman nya.
"Ra aku pulang duluan yah, aku masih ada kerjaan lagi." ucap Teman nya pada Clara.
Clara mengangguk saja dan dia tinggal sendirian.
Namun setelah Clara pergi Darel duduk di kursi depan Clara.
"Teman kamu mau kemana?" tanya Darel.
"Mau pulang dia ada urusan mendadak. Kamu kok bisa di sini juga?" tanya Clara Heran.
"Biasa nongkrong." ucap Darel.
"Seperti anak muda saja." ucap Clara, Darel tersenyum.
"Besok ulang tahun Stevan datang yah." ucap Darel.
"Oh iya kesukaan Tasya apa yah? Aku juga mau mengucapkan selamat atas hubungan kalian sekaligus permintaan maaf." ucap Darel.
"Humm yang dia suka sangat banyak kalau di turuti kita pasti ampun, lebih baik beri apa yang kamu mau berikan. Karena dia orang yang tidak pemilih." ucap Darel.
"Ternyata kamu sangat tau jelas tentang istri kamu, aku salut deh." ucap Clara.
"Lihat pria yang duduk di sana ber jas Biru, dia mau kenalan sama kamu." ucap Darel.
Clara menoleh pria itu langsung melambaikan tangan nya.
Clara membalas dengan senyuman.
"Bagaimana? Apa kamu suka, selain tampan dia juga pria pekerja keras, usaha nya banyak dan sangat besar." ucap Darel.
"Enggak dulu deh Rel, aku sedang ingin sendiri sekarang." ucap Clara.
"Oohh kalau begitu baik lah, aku paham kok." ucap Darel.
"Kamu sekarang mau kemana lagi?" tanya Darel.
"Aku mau langsung pulang saja, aku mau beres-beres. soalnya setelah selesai acara ulang tahun Stevan aku mau pulang." ucap Clara.
__ADS_1
"Apa pekerjaan kamu di sini sudah selesai?" tanya Darel, Clara mengangguk.
"Bagus lah kalau begitu, semoga sukses terus." ucap Darel. Clara tersenyum.
"Biar aku saja yang membayar nya." ucap Darel.
"Terimakasih." Clara pun pergi meninggalkan Darel.
"Huff kok aku jadi merasa bersalah yah, padahal aku gak ngapa-ngapain dia. Semoga saja dia mendapatkan pria yang jauh lebih baik." ucap Darel.
Dia melihat wallpaper Ponsel nya ada gambar Tasya dengan dirinya.
"Humm baru saja aku bertemu dia tapi sudah rindu lagi." ucap Darel mengelus gambar Tasya.
Di sore hari nya Darel sudah menunggu Tasya di depan gerbang.
"Hufff apa dia tidak ada pekerjaan lain selain menunggu ku di sini?" ucap Tasya melihat mobil Darel dari dalam.
Dia mendekati mobil Darel namun melewati nya begitu saja, tiba-tiba Darel keluar dari mobil menahan tangan Tasya.
"Loh kenapa gak masuk sayang? Di luar panas kasihan anak Aku." ucap Darel.
"Dari jam berapa Kakak di sini?" tanya Tasya.
"Emang kenapa? Kepo banget." ucap Darel.
"Kakak ngapain nungguin aku di sini? Lagian ada supir yang jemput aku."
"Huff kamu seharusnya senang aku jemput ke sini, Malah Kesal seperti ini." ucap Tasya.
Tasya menghela nafas panjang.
"Ya udah deh ayo kita pulang." ajak Tasya. Dia berjalan kembali ke Dekat mobil.
"Pelan-pelan Jalan nya sayang, kasihan perut kamu keguncang." ucap Darel.
Tasya memelan kan cara berjalan nya dan masuk ke dalam mobil.
"Buruan kak ayo pulang, aku udah gerah banget." ucap Tasya.
Tapi Darel menatap Tasya.
"Kenapa Kakak melihat ku seperti itu?"
"Sabuk pengaman nya jangan ketat-ketat, di kasih ruang untuk perut kamu." ucap Darel langsung membenarkan sabuk pengaman Tasya.
...----------------...
***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.
Like komen dan vote sebanyak-banyak nya.
__ADS_1
Biar author tambah semangat lagi.
Terimakasih 🙏***