Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku

Aku Menikah Dengan Suami Kakak Ku
Episode 47


__ADS_3

Darel mencium kening Raya sambil tersenyum.


"Enggak kok, papah gak marah sama raya, jutsru Papah yang minta maaf sama Raya dan Stevan. Papah sayang kalian berdua." ucap Darel memeluk mereka Erat sambil menangis.


Tidak tau kenapa sekarang dia tidak dewasa seperti dulu, semenjak kehilangan istri nya dia tidak bisa seperti biasa, dia benar-benar sangat takut kehilangan orang yang di cintai nya.


"Ya udah Raya sama Stevan main Dulu yah Papah mau rapikan ini dulu." ucap Darel. Raya mengangguk.


Hari semakin siang Darel baru Saja selesai menemani Anak-anak nya makan. Selesai makan Darel membawa mereka tidur Siang.


Cukup lama menemani mereka di kamar sampai tertidur. Darel turun dari kasur menyelimuti mereka dan keluar dari kamar.


"Bik..!" panggil Darel pada bibi yang sedang membersihkan meja Makan.


"Iyah Pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Bibi.


"Saya titip Raya dan Stevan yah bik, saya mau ke rumah sakit." ucap Darel.


"Baik Pak." ucap Bibi, Darel pun segera pergi. Sesampainya di rumah sakit dia mengetuk pintu ruangan Tasya.


Omah membuka pintu.


"Ngapain kamu ke Sini?" tanya Omah dengan nada tidak lembut.


"Saya mau melihat keadaan Tasya Omah." ucap Farhan.


"Dia baik-baik saja, lebih baik kamu gak usah masuk." ucap Omah.


Farhan terdiam.


"Saya ke sini sekalian juga mau pamit pulang ke Pekanbaru Omah." ucap Darel.


"Bagus kalau kamu mau pulang, tidak perlu pamit pada Tasya dia sedang tidur." ucap Omah.


"Saya tidak enak kalau pulang tanpa ijin sama Tasya Omah." ucap Darel.


"Saya tidak mengijinkan kamu bertemu dengan dia, yang ada kamu membuat nya semakin sakit." ucap Omah.


Darel terdiam.


"Baik Omah, kalau begitu saya pamit, terimakasih sudah mengijinkan kami tinggal di sini beberapa hari, semoga Tasya cepat sembuh." ucap Darel.


Darel menyalim tangan Omah dan Langsung pergi dengan perasaan yang sangat Bersalah.


Sebenernya dia tidak ingin pulang namun melihat Tasya sangat takut melihat nya memilih untuk pergi dan kalau mereka masih di sana pasti akan merepotkan Tasya.


"Siapa omah?" tanya Opah.


"Darel! Dia mau kembali ke Pekanbaru." ucap Omah.


"Ini semua karena kata-kata Omah yang sangat kelewatan." ucap Opah.

__ADS_1


"Sudah lah Opah, lebih baik kita tidak usah membahas nya." ucap Omah.


Darel sesampainya di rumah anak-anak nya sudah bangun.


"Kita pulang ke Pekanbaru yah Sekarang." ucap Darel.


Raya melihat wajah papah nya sedih hanya bisa diam.


Darel mengangkat semua barang-barang mereka ke dalam mobil.


Perlahan air mata nya keluar. Dia bingung dengan apa yang terjadi pada nya, dia sangat egois sehingga kehilangan orang yang dia sayang.


"Pak! Bapak yakin mau pulang seperti ini?" tanya Bibi karena tidak ada yang menjaga Stevan dan Raya.


"Bibi jangan khawatir, saya bisa kok, terimakasih sudah membantu kami di sini." ucap Darel.


Bibi mengangguk mereka pun pergi.


mereka naik taksi ke bandara setelah sampai di bandara dengan berat hati Darel menggendong Stevan dan Raya naik ke pesawat.


Pesawat sudah mulai terbang namun Stevan tiba-tiba menangis Darel Berusaha menenangkan nya namun Stevan tetap menangis.


Pramugari Membantu Darel menenangkan Stevan. Darel sedikit terbantu.


Keesokan harinya...


"Permisi atas nama mbak Tasya?" tanya Suster yang baru saja datang, Tasya mengangguk.


"Hari ini apa Keluarga saya tidak datang?" tanya Tasya.


"Oh iya Omah sama opah Mbak tadi ke sini, namun mereka tiba-tiba ada urusan sehingga meminta pihak rumah sakit yang mengantarkan mbak pulang." ucap Suster.


Tasya terdiam dia melihat ke arah pintu.


"Masalah administrasi sudah di bayar semua Yah Mbak, semoga cepat sembuh dan Jangan sampai kembali lagi ke sini," ucap suster sambil tersenyum.


Tasya juga tersenyum.


"Terimakasih banyak yah sus." ucap Tasya.


"Sebentar lagi dokter akan datang memeriksa Mbak nya baru bisa pulang." ucap Suster.


Suster keluar dokter pun masuk.


"Selamat Siang Laura! Bagaimana keadaan nya? sudah baikan?" tanya dokter laki-laki yang baru saja datang.


"Alhamdulillah sudah Dok." ucap Tasya, dokter itu memeriksa dan mengatakan kalau Tasya sudah bisa pulang dan harus lebih banyak istirahat..


Setelah selesai di periksa di berikan obat Tasya di antar pulang. Sampai di rumah dia terlihat sangat gugup. namun setelah masuk melihat rumah sangat sepi.


"Loh kemana semua orang." batin Tasya.

__ADS_1


"Raya.. Stevan..." panggil Tasya. Namun yang keluar adalah Bibi.


"Eh non Tasya sudah pulang, Alhamdulillah." ucap Bibi membantu Tasya berjalan ke sofa.


"Kok Rumah sepi sih bik?" tanya Tasya.


"Omah sama Opah ada urusan di luar." ucap Bibi.


"Raya dan Stevan?" tanya Tasya.


"Loh Non Tasya gak tau yah kalau Mereka sudah pulang ke Pekanbaru?" tanya Bibi Balik. Tasya menggeleng kan kepala nya.


"Mereka sudah pulang kemarin sore." ucap Bibi.


"Kenapa mereka pulang tidak memberi tahu aku?" ucap Tasya.


"Kemarin pak Darel sudah pamit ke Omah, kata nya non lagi tidur." ucap Bibi. Tasya terdiam.


Sebenernya ada rasa senang di hati nya buat sementara tidak bertemu dengan Darel namun tidak bertemu dengan Raya dan Stevan Membuat nya tidak tenang.


"Pasti Omah marah sama Kak Darel." ucap Tasya.


"Iyah Non, Omah sangat marah pada Pak Darel. Bibi saja tidak habis pikir apa yang di lakukan pak Darel sama Non Tasya, yang Sabar yah non." ucap Bibi.


"Apa saja yang di katakan Omah?" tanya Tasya.


"Omah hanya meminta Darel pulang ke rumah ini membawa raya dan Stevan, namun pak Darel sudah merasa bersalah memilih untuk pulang ke Pekanbaru." ucap Bibi.


"Ya Allah Kak, kenapa kakak harus berfikir seperti itu Sih." batin Tasya.


Dia mau menelpon Darel namun handphone nya ternyata sama Omah nya.


Dia masuk ke kamar dan melihat kamar sudah rapi. Tasya duduk di kasur dengan perasaan sedih hati nya seketika sepi mengingat Kehebohan anak-anak nya.


Dia melihat satu lembar kertas yang ada di atas kasur.


Tasya penasaran dan membaca nya.


Ternyata itu Adalah Surat yang di tinggal kan oleh Darel untuk Tasya.


"Hay... Maafin kakak yah sudah jahat sama kamu, kalau kamu membaca Surat ini berarti kamu sudah pulang dari RS kamu sudah sembuh, Maaf yah aku bawa Raya dan Stevan pulang ke Pekanbaru karena aku tidak ingin merepotkan dan menggangu kamu." Isi surat.


...----------------...


***Assalamualaikum kakak-kakak semuanya terimakasih sudah mau mampir ke karya ku ini ya jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author jangan pernah lupa tinggalkan jejak dukungan untuk author, Jika ada saran tulis di kolom komentar ya jangan pernah Bosan tungguin terus kelanjutan ya.


Like, komen dan vote sebanyak-banyak nya.


biar author tambah semangat lagi.


Terimakasih 🙏***

__ADS_1


__ADS_2